Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel Ilmiah » Scroll Seperlunya, Hidup Sepenuhnya: Menjaga Kesehatan Mental di Era Media Sosial

Scroll Seperlunya, Hidup Sepenuhnya: Menjaga Kesehatan Mental di Era Media Sosial

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pernahkah kamu merasa lelah, cemas, atau overthinking setelah terlalu lama membuka media sosial? Awalnya hanya ingin melihat satu video atau membaca satu berita, tetapi tanpa sadar jari terus menggulir layar selama berjam-jam.

Fenomena ini dikenal dengan istilah doomscrolling, yaitu kebiasaan terus-menerus melihat berita negatif atau konten yang memicu kecemasan di media sosial. Tidak sedikit orang yang akhirnya mengalami digital burnout, kondisi kelelahan mental akibat paparan dunia digital secara berlebihan.

Penelitian menunjukkan bahwa doomscrolling berkaitan dengan meningkatnya kecemasan, stres, bahkan menurunnya kesejahteraan psikologis (Abdul Kadir dan Muh. Aoriyanto Baso, 2026).

Di Indonesia sendiri, kebiasaan scrolling tanpa henti semakin marak terjadi, terutama pada remaja dan dewasa muda yang menghabiskan waktu berjam-jam di TikTok, Instagram, atau X.

Yuk, coba lanjut cari tahu lagi—karena bisa jadi apa yang selama ini kamu anggap ‘sekadar main HP’ ternyata sedang memengaruhi kesehatan mentalmu. Kesehatan mental yang baik yaitu ketika kondisi seseorang mampu mengelola emosi, berpikir jernih, menghadapi tekanan hidup, dan tetap berfungsi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Saat kesehatan mental terjaga, seseorang akan lebih produktif, mampu membangun hubungan sosial yang sehat, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik (Pamela Hendra Heng, dkk, 2023).

Sebaliknya, jika kesehatan mental terganggu akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, seseorang dapat mengalami kecemasan, sulit tidur, emosi tidak stabil, kehilangan motivasi, hingga merasa kesepian walaupun terus terhubung secara online.

Informasi negatif yang terus-menerus membuat otak berada dalam kondisi siaga berkepanjangan, sehingga individu lebih sulit merasakan ketenangan dan rasa aman secara psikologis (Reza Shahab, et al, 2024).

Inilah alasan mengapa aktivitas penerimaan informasi media sosial sangat berkaitan dengan kesehatan mental: semakin seseorang tenggelam dalam arus informasi negatif, semakin sulit otak mendapatkan rasa aman dan tenang.

Agar tidak terjebak dalam digital burnout dan doomscrolling, masyarakat perlu mulai belajar mengenali tanda-tanda yang muncul pada dirinya sendiri.

Misalnya, merasa gelisah ketika jauh dari ponsel, sulit berhenti scrolling, sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, mudah marah, sulit fokus belajar atau bekerja, serta merasa lelah meskipun hanya bermain HP seharian.

Jika tanda-tanda tersebut mulai muncul, itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan istirahat digital. Salah satucara mengatasi hal tersebut, yang dapat dilakukan adalah digital detox, yaitu upaya mengurangi penggunaan perangkat digital dan media sosial untuk sementara waktu agar pikiran menjadi lebih tenang.

Baca Juga: 10 Cara Mengelola Stres yang Ampuh dan Mudah

Digital detox memiliki dampak positif dalam mengurangi penggunaan media sosial dan gejala depresi (Theda Radtke, et, al, 2022).

Selain itu, digital detox atau puasa media sosial membantu generasi Milenial dan Gen Z mengurangi stres, kecemasan, kelelahan emosional, serta meningkatkan kualitas tidur, fokus, dan hubungan sosial di kehidupan nyata (Lies Ambasari, dkk ,2025).

Digital detox dapat dilakukan dengan langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membatasi waktu bermain media sosial maksimal 1–2 jam per hari, tidak membuka HP saat bangun tidur atau sebelum tidur, mematikan notifikasi yang tidak penting, mengisi waktu luang dengan olahraga, membaca buku, berbicara langsung dengan keluarga, atau melakukan hobi yang disukai.

Pembatasan penggunaan media sosial selama dua minggu mampu menurunkan kecanduan smartphone dan media sosial, serta meningkatkan kualitas tidur, kesejahteraan psikologis, hubungan sosial, dan kepuasan hidup pada dewasa muda.

Hal tersebut dapat membantu individu lebih sadar terhadap kebiasaan penggunaan media sosial dan mendorong perubahan kecil yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari (Paige Coyne dan Sarah J. Woodruff, 2023).

Dengan cara sederhana ini, pikiran akan memiliki kesempatan untuk ‘bernapas’ dari derasnya informasi digital yang terus masuk setiap hari.

Kini saatnya masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Jangan sampai hidup kita habis hanya untuk terus menatap layar tanpa benar-benar menikmati kehidupan nyata.

Digital detox bukan berarti membenci teknologi, melainkan belajar menggunakan media sosial dengan lebih bijak dan sehat.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang mengurangi intensitas penggunaan media sosial cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah, kualitas tidur lebih baik, dan kesejahteraan psikologis yang meningkat.

Digital detoxification efektif meningkatkan subjective well-being dan psychological well-being pada pengguna smartphone, sehingga dapat membantu memperbaiki kesejahteraan mental individu (Sameer Ansari, et al, 2024).

Hasilnya banyak orang merasa hidupnya lebih bermakna setelah mulai membatasi konsumsi konten negatif dan lebih fokus pada hubungan nyata di sekitarnya.

Dengan mengurangi scrolling berlebihan, kita memberi ruang bagi pikiran untuk lebih tenang, hati lebih damai, dan hidup terasa lebih nyata. Mulailah dari langkah kecil hari ini, karena kesehatan mental yang baik dibangun dari kebiasaan sehari-hari yang sederhana namun konsisten.

Baca Juga: Ketika Iman Tidak Menghapus Penderitaan: Memahami Religiusitas dan Kesehatan Mental

Pada akhirnya, media sosial hanyalah alat—kitalah yang menentukan apakah alat tersebut membantu kehidupan atau justru menguras kesehatan mental kita. Di era digital seperti sekarang, memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental adalah hal yang sangat perlu dilakukan.

Mengurangi waktu scrolling, memberi jeda untuk diri sendiri, dan kembali menikmati kehidupan nyata merupakan langkah sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan mental.

Jadi, mulai hari ini, mari belajar untuk scroll seperlunya dan hidup sepenuhnya, karena menjaga kesehatan mental tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari keputusan kecil sehari-hari untuk lebih peduli pada diri sendiri.


Penulis: Gesya Arsih Windhani, S.Psi.
Mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Daftar Pustaka

Shahabang, R., Hyeyeon Hwang., Emma., Thomas., Mara S. Aruguete ., Lynn E. McCutcheon ., Gábor Orosz ., Abbas Ali Hossen.,Khanzadeh., Benyamin Mokhtari Chirani ., Ágnes Zsila. Doomscrolling evokes existential anxiety and fosters pessimism about human nature? Evidence from Iran and the United States. Elseiver : Computers in Human Behavior Reports 15 (2024) 100438.

Radtke, T., Theresa Apel., Konstantin Schenkel., Jan Keller., Eike von Lindern. Digital detox: An effective solution in the smartphone era? A systematic literature review. Mobile Media & Communication. (2022). Vol. 10 (2) 190–215. ps://doi.org/10.1177/20501579211028647.

Ambarsari, L., Irwandi ., Endang Fatmawati., Pipit Aprilia Susanti., Ahmad Rosikhul Fahmi., Digital Detox: Dampak Positif Puasa Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Generasi Milenial Dan Gen Z. 2025. Jurnal Ilmiah Nasional Vol.  No. 1.

Coyne, P., Sarah J Woodruff. Taking a Break: The Effects of Partaking in a Two-Week Social Media Digital Detox on Problematic Smartphone and Social Media Use, and Other Health-Related Outcomes among Young Adults. (2023). doi: 10.3390/bs13121004.

Ansari, S., Naved IqbalAhmad AzeemKainaat Danyal. (2024). Improving Well-Being Through Digital Detoxification Among Social Media Users: A Systematic Review and Meta-Analysis. Cyberpsychol Behav Soc Network ;27(11):753-770. doi: 10.1089/cyber.2023.0742.

Kadir, Abdul., Muh. Apriyanto Baso. (2026). Manifestasi Kecemasan dan Depresi dalam Perilaku Digital: Analisis Psikologis terhadap Siklus Doomscrolling pada Mahasiswa.  Vol. 5 No. 1 : Jurnal Asosiatif.  Hal. 43-50.

Pamela Hendra Heng., Rahmah Hastuti., Shania Kintani., Jenifer. (2023). Relationship Between Quality Of Life And Mental Health Mediated By Social Support In Millennials. International Journal Of Application On Social Science and Humanities. Vol 1.No. 3. https://doi.org/10.24912/ijassh.v1i3.28257

za Shabahang a, Hyeyeon Hwang., Emma., Thomas., Mara S. Aruguete ., Lynn E. McCutcheon ., Gábor Orosz ., Abbas Ali Hossen.,Khanzadeh ., Benyamin Mokhtari Chirani ., Ágnes Zsila.

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hiv aids odha

    Community-based Healthcare: Jalan Mencapai Inklusivisme bagi ODHA

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Penyediaan layanan kesehatan yang efektif dan inklusif bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah menjadi agenda dan prioritas yang ingin dicapai oleh berbagai kalangan sejak lama. Layanan kesehatan bagi ODHA adalah bagian integral dari strategi penanggulangan HIV/AIDS. Segala upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sudah barang tentu melibatkan peran layanan kesehatan. Namun, salah satu hal yang masih […]

  • Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online 100% Terbit

    Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online: 100% Terbit

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Cara kirim artikel tentang kesehatan ke media online menjadi strategi efektif menyebarkan informasi bermanfaat ke publik. Dalam dunia digital saat ini, kebutuhan akan konten kesehatan yang akurat dan edukatif semakin tinggi. Kamu bisa membantu masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dengan menulis dan menyebarkan artikel. Menulis artikel kesehatan bukan hanya soal berbagi ilmu, tapi juga […]

  • Cara Efektif Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih dengan Obat Medis dan Tradisional

    7 Cara Efektif Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih dengan Obat Medis dan Tradisional

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh banyak orang, terutama wanita. Kamu mungkin pernah merasakan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau rasa tidak nyaman di daerah perut bagian bawah. Untungnya, ada berbagai pengobatan untuk infeksi saluran kemih dengan obat medis dan tradisional yang […]

  • Kampanye GEMAS

    Sobat Gemas Beraksi: Menularkan Semangat Makan Sehat Melalui Edukasi Kreatif

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Bekasi, 9 Juni 2025 – Dalam upaya meningkatkan program pola konsumsi sehat sejak usia sekolah kampanye “GEMAS” (Gerakan Makan Sehat) secara resmi meluncurkan sebagai kampanye edukatif yang menargetkan anak-anak usia sekolah dasar (SD) di wilayah Perumahan Villa Bekasi Indah 2 Blok E RT. 06/RW.047. Kampanye ini bersifat berkelanjutan dengan menerapkan pendekatan kreatif dan menyenangkan agar […]

  • Pembasmi rayap paling ampuh

    Rekomendasi Obat Anti Rayap: Pembasmi Rayap Paling Ampuh

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Rayap bisa menjadi musuh besar bagi rumah, terutama jika Kamu tidak cepat mengambil tindakan. Dalam dunia properti, rayap adalah salah satu hama paling merusak. Karena itu, penting untuk mengetahui pembasmi rayap paling ampuh yang dapat benar-benar mengatasi infestasi rayap dari akarnya. Artikel ini akan membahas berbagai rekomendasi obat anti rayap terbaik, jenis rayap, dampak serangannya, […]

  • Mammografi untuk Mencegah Kanker Payudara

    Pentingnya Mammografi untuk Mencegah Kanker Payudara

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker paling umum yang menyerang wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, angka kejadian kanker payudara terus meningkat setiap tahunnya. Namun, dengan deteksi dini melalui mammografi, angka kematian akibat kanker payudara dapat ditekan secara signifikan. Apa itu Mammografi? Mammografi adalah prosedur pencitraan medis menggunakan sinar-X dosis rendah untuk memeriksa jaringan […]

expand_less