Fakta atau Menyesatkan: Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak
- account_circle TentangSehat.com
- calendar_month Rab, 2 Jul 2025
- visibility 219
- comment 0 komentar

Fakta atau Menyesatkan: Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak
Kepala BGN Dr. Ir. Dadan Hindaya, menyatakan bahwa konsumsi susu 2 liter setiap hari efektif untuk meningkatkan tinggi badan anak, dibuktikan dengan tinggi kedua anaknya lebih dari 180 cm.
Pernyataan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan umum dan tenaga kesehatan. Apakah benar konsumsi susu 2 liter per hari baik untuk pertumbuhan atau justru membahayakan anak?
Konsumsi susu yang berlebih dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, seperti diare, sembelit, mual, muntah, kembung, dan kram perut.
Hal ini disebabkan oleh laktosa yang membutuhkan enzim laktase untuk dicerna, dan pada beberapa orang, terutama anak-anak, jumlah enzim ini tidak cukup sehingga menimbulkan intoleransi laktosa.
Kelebihan konsumsi susu juga dapat meningkatkan risiko obesitas. Apabila susu dikonsumsi melebihi kebutuhan sehari dan tidak disertai pengeluaran energi yang seimbang dengan asupan makan, akan terjadi penumpukan energi yang mengakibatkan kegemukan pada anak.
Dampak lain dari asupan susu yang berlebih yaitu dapat menghambat penyerapan zat besi yang berpotensi menyebabkan anemia. Selain itu, susu juga dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif, termasuk gatal-gatal, gangguan pencernaan, serta reaksi anafilaksis yang dapat menyebabkan kematian.
Jadi berapa baiknya anak konsumsi susu dalam satu hari?
- Usia 1 – 3 tahun : 400 – 500 mL
- Usia 4 – 8 tahun : 500 – 600 mL
- Usia 9 – 18 tahun : 600 – 800 mL
Jadi, konsumsi susu per hari perlu dibatasi untuk mencegah dampak buruk dari kelebihan asupan susu. Jika ingin meningkatkan asupan protein, masih terdapat banyak sumber makanan lain yang kaya akan protein selain susu yang lebih diutamakan untuk anak, seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, dan lainnya.
Asupan makan dapat mendukung pertumbuhan tinggi anak. Namun terdapat banyak faktor pendukung lain yang memengaruhi pertumbuhan anak, seperti aktivitas fisik, istirahat yang berkualitas, genetik, dan kesehatan fisik.
Penulis: Fadiah Adliah, S.Gz.
Mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
Anwar, K., Salsabilla, A., & Syah, M. N. H. (2023). The Relationship between the Frequency of Formula Feeding and the Use of Milk Bottle Size with the Nutritional Status of Infants Aged 0-24 Months at Puskesmas Merdeka, Bogor City. Amerta Nutrition, 7(2 SP), 92–99. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.92-99
Dzulkifli, A., Sumarmi, S., Isaura, E. R., Syahdana, A. N., Mahmudiono, T., Mahmudah, M., & Melaniani, R. R. S. (2024). The Relationship Between the Age of Toddlers, the Provision of Formula Milk, and Residence Location with the Occurrence of Diarrhoea: An Analysis of DHS Data. Amerta Nutrition, 8(4), 574–581. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i4.2024.574-581
Gusneti, I., Nurazila, A., Nelvi, M., Yeni, Z., & Hidayat, H. (2025). Pertumbuhan Fisik Anak Usia Sekolah Dasar : Tantangan dan Strategi Pengelolaannya di Sekolah. 9, 1738–1745.
Ilmiasih, R. (2020). Comparison of Cow Milk Consumption and Processed Products by Mother with Regurgitation in Baby. Jurnal Keperawatan, 11(2), 161–169. https://doi.org/10.22219/jk.v11i2.12683
Oktaviani, I., Rahmawati, D., & Kana, Y. N. R. (2021). Prevalensi dan Faktor Risiko Anemia pada Anak di Negara Maju. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(4), 218. https://doi.org/10.26714/jkmi.16.4.2021.218-226
Surya, A. S., & Salmiyanti. (2023). ANAK DENGAN ALERGI SUSU SAPI Ade Saifan Surya. Jurnal Mahasiswa Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 1(3), 101–112.
Ikuti berita terbaru di Google News
- Penulis: TentangSehat.com

Saat ini belum ada komentar