Breaking News
light_mode
Trending
Beranda » Gizi » Fakta atau Menyesatkan: Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak

Fakta atau Menyesatkan: Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
  • visibility 505
  • comment 0 komentar

Kepala BGN Dr. Ir. Dadan Hindaya, menyatakan bahwa konsumsi susu 2 liter setiap hari efektif untuk meningkatkan tinggi badan anak, dibuktikan dengan tinggi kedua anaknya lebih dari 180 cm.

Pernyataan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan umum dan tenaga kesehatan. Apakah benar konsumsi susu 2 liter per hari baik untuk pertumbuhan atau justru membahayakan anak?

Konsumsi susu yang berlebih dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, seperti diare, sembelit, mual, muntah, kembung, dan kram perut.

Hal ini disebabkan oleh laktosa yang membutuhkan enzim laktase untuk dicerna, dan pada beberapa orang, terutama anak-anak, jumlah enzim ini tidak cukup sehingga menimbulkan intoleransi laktosa.

Kelebihan konsumsi susu juga dapat meningkatkan risiko obesitas. Apabila susu dikonsumsi melebihi kebutuhan sehari dan tidak disertai pengeluaran energi yang seimbang dengan asupan makan, akan terjadi penumpukan energi yang mengakibatkan kegemukan pada anak.

Dampak lain dari asupan susu yang berlebih yaitu dapat menghambat penyerapan zat besi yang berpotensi menyebabkan anemia. Selain itu, susu juga dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif, termasuk gatal-gatal, gangguan pencernaan, serta reaksi anafilaksis yang dapat menyebabkan kematian.

Jadi berapa baiknya anak konsumsi susu dalam satu hari?

  • Usia 1 – 3 tahun : 400 – 500 mL
  • Usia 4 – 8 tahun : 500 – 600 mL
  • Usia 9 – 18 tahun : 600 – 800 mL

Jadi, konsumsi susu per hari perlu dibatasi untuk mencegah dampak buruk dari kelebihan asupan susu. Jika ingin meningkatkan asupan protein, masih terdapat banyak sumber makanan lain yang kaya akan protein selain susu yang lebih diutamakan untuk anak, seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, dan lainnya.

Asupan makan dapat mendukung pertumbuhan tinggi anak. Namun terdapat banyak faktor pendukung lain yang memengaruhi pertumbuhan anak, seperti aktivitas fisik, istirahat yang berkualitas, genetik, dan kesehatan fisik.

Penulis: Fadiah Adliah, S.Gz.
Mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Referensi

Anwar, K., Salsabilla, A., & Syah, M. N. H. (2023). The Relationship between the Frequency of Formula Feeding and the Use of Milk Bottle Size with the Nutritional Status of Infants Aged 0-24 Months at Puskesmas Merdeka, Bogor City. Amerta Nutrition, 7(2 SP), 92–99. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.92-99

Dzulkifli, A., Sumarmi, S., Isaura, E. R., Syahdana, A. N., Mahmudiono, T., Mahmudah, M., & Melaniani, R. R. S. (2024). The Relationship Between the Age of Toddlers, the Provision of Formula Milk, and Residence Location with the Occurrence of Diarrhoea: An Analysis of DHS Data. Amerta Nutrition, 8(4), 574–581. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i4.2024.574-581

Gusneti, I., Nurazila, A., Nelvi, M., Yeni, Z., & Hidayat, H. (2025). Pertumbuhan Fisik Anak Usia Sekolah Dasar : Tantangan dan Strategi Pengelolaannya di Sekolah. 9, 1738–1745.

Ilmiasih, R. (2020). Comparison of Cow Milk Consumption and Processed Products by Mother with Regurgitation in Baby. Jurnal Keperawatan, 11(2), 161–169. https://doi.org/10.22219/jk.v11i2.12683

Oktaviani, I., Rahmawati, D., & Kana, Y. N. R. (2021). Prevalensi dan Faktor Risiko Anemia pada Anak di Negara Maju. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(4), 218. https://doi.org/10.26714/jkmi.16.4.2021.218-226

Surya, A. S., & Salmiyanti. (2023). ANAK DENGAN ALERGI SUSU SAPI Ade Saifan Surya. Jurnal Mahasiswa Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 1(3), 101–112.

 

 

Ikuti berita terbaru di Google News

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emotional Exhaustion

    Ketika Jiwa Lelah: Memahami Apa itu Emotional Exhaustion

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah meningkatnya tuntutan hidup, pekerjaan yang semakin padat, serta tekanan untuk terus meningkatkan produktivitas di dunia kerja, individu dewasa modern sering kali terjebak dalam peran ganda sebagai pekerja, orang tua, pasangan, dan anggota sosial. Selain itu, hiruk-pikuk dunia digital yang membuat setiap orang terhubung tanpa henti semakin menambah beban. Semua faktor ini berkontribusi […]

  • Penyebab Berat Badan Balita susah Naik

    Mengapa Berat Badan Balita Tidak Naik? Kenali Penyebab dan Solusinya

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, balita, remaja usia subur dan lansia. Penimbangan balita merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam pemantauan pertumbuhan. Pemantauan pertumbuhan setiap […]

  • Edukasi Hipertensi

    Mengenal LIMA KENDALI: Inovasi Edukasi Hipertensi dengan Foldable Bag dan Lagu Hipertensi

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Tekanan darah tinggi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia dan menjadi sebuah ancaman kesehatan bagi masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan kondisi komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019). Seseorang dapat dikategorikan tekanan darah tinggi ketika mengalami keadaan tekanan darah […]

  • cara mencegah cacing

    Cacing dan Gotong Royong

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Ulasan Umum Secara umum, prevalensi infeksi kecacingan di Indonesia mencapai 60-70%, terutama terjadi pada anak usia sekolah dasar (5-14 tahun) yang mencapai 21%. Prevalensi ini dipengaruhi oleh kondisi iklim tropis, kelembapan tinggi, serta sanitasi dan kebersihan yang buruk. Wilayah dengan prevalensi tinggi termasuk Nusa Tenggara Barat (83,6%), Sumatera Barat (82,3%), dan Sumatera Utara (60,4%). Secara […]

  • Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

    Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Disusun Oleh: Rini Puspasari Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Dosen Pengampu: Prof. Drs. Tugiyono, M.Si., Ph. D Abstrak Air bersih dapat diartikan sebagai kebutuhan bagi kehidupan manusia. Kualitas air yang buruk dan perilaku Masyarakat dalam mengelola air sangat berpengaruh terhadap derajat Kesehatan Masyarakat. Kualitas air dan perilaku Masyarakat merupakan factor utama yang […]

  • dr. Faisal Lukman Bawanong

    Sulawesi Barat dan Mimpi Besar Menghapus Stunting

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Sulawesi Barat saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam hal gizi anak. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023, prevalensi stunting di provinsi ini masih berkisar 35 persen, tertinggi kedua secara nasional. Angka tersebut jauh di atas ambang batas yang direkomendasikan WHO, yaitu di bawah 20 persen. Stunting bukan sekadar persoalan fisik anak yang pendek, […]

expand_less