Breaking News
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Manis Alami dari Pangan Lokal: Inovasi PMT Puding Lapis Kacang Hijau dan Ubi Ungu

Manis Alami dari Pangan Lokal: Inovasi PMT Puding Lapis Kacang Hijau dan Ubi Ungu

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
  • visibility 212
  • comment 0 komentar

Masalah gizi buruk pada balita masih menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Di tingkat nasional, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Survei Status Gizi Indonesia (2022), prevalensi stunting tercatat sebesar 21,6%, underweight 17,1%, dan wasting 7,7% pada balita.

Meskipun angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, prevalensi masalah gizi pada balita masih tergolong tinggi sehingga tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan kesehatan nasional.

Terdapat berbagai jenis makanan tambahan yang telah diterapkan di berbagai wilayah, terutama dalam bentuk produk olahan berbahan dasar pangan lokal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan lokal berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi balita.

Studi yang dilakukan oleh Yuliani (2020) melaporkan bahwa PMT lokal dapat memenuhi sekitar 50–60% kebutuhan energi dan protein balita apabila dirancang dengan komposisi yang tepat dan memperhatikan keseimbangan zat gizi.

 

Potensi Gizi Bahan Pangan Lokal dari Ubi Ungu dan Kacang Hijau

1. Ubi Ungu

Ubi jalar ungu merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang banyak dibudidayakan serta mudah dijumpai di berbagai wilayah Indonesia. Bahan pangan ini memiliki kandungan gizi yang cukup beragam, di antaranya vitamin B1, B2, C, dan E, serta mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, dan seng.

Selain itu, ubi jalar ungu juga mengandung serat dan karbohidrat yang berperan sebagai sumber energi bagi tubuh. Ubi jalar ungu diketahui memiliki kadar pati sekitar 16–24%, Rasa manis pada ubi diperoleh dari pemecahan karbohidrat (pati) oleh enzim amilase menjadi gula (Lukhi Mulia Shitophyta, 2020).

Kandungan antioksidan, termasuk betakaroten, menjadikan ubi jalar ungu berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan gizi bayi sebagai sumber antioksidan alami. Warna ungu yang khas pada ubi jalar berasal dari pigmen antosianin, yang tidak hanya meningkatkan daya tarik visual tetapi juga memberikan nilai fungsional pada produk olahannya.

Dari segi komposisi zat gizi, ubi jalar ungu mengandung karbohidrat sekitar 22,64%, protein 0,77%, lemak 0,68%, serat 2,79%, serta energi sebesar 123 kkal.

Selain itu, terdapat kandungan vitamin A sekitar 62 mg, vitamin C 21,43 mg, dan tiamin (vitamin B1) 0,7 mg. Kadar total antosianin pada ubi jalar ungu bervariasi tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan, dengan kisaran antara 20 hingga 600 mg per 100 gram berat basah, (Nafi’atul latifah,. et al. 2024).

2. Kacang Hijau

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu jenis legum yang banyak tersedia dan mudah dijumpai di Indonesia. Bahan pangan ini dikenal memiliki kandungan protein yang relatif tinggi.

Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia(2017), setiap 100 gram kacang hijau mengandung energi sebesar 323 kkal, protein 22,9 gram, lemak 1,5 gram, dan karbohidrat 56,8 gram. Dari komposisi tersebut, protein menjadi komponen terbesar kedua setelah karbohidrat.

Selain itu, kacang hijau juga merupakan sumber serat, vitamin B1 dan B2, serta berbagai mineral penting seperti fosfor, zat besi, kalsium, dan kalium yang berperan dalam mendukung proses pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Baca juga: Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

 

Inovasi Produk PMT Puding Lapis

Pengolahan kacang hijau dan ubi ungu menjadi puding lapis merupakan inovasi yang dapat meningkatkan daya terima anak karena memiliki rasa manis alami, warna menarik, serta tekstur yang lembut. Selain itu, proses pengolahan yang sederhana memungkinkan produk ini diterapkan dalam program PMT berbasis masyarakat.

Dari segi gizi, kombinasi kacang hijau sebagai sumber protein dan ubi ungu sebagai sumber energi serta antioksidan menghasilkan produk yang lebih seimbang. Hal ini menjadikan puding lapis sebagai alternatif makanan tambahan yang potensial dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Standar Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita usia 24–59 bulan menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia(2023) adalah 300–450 kkal energi, 6–18 gram protein, dan 7,5–29,3 gram lemak.

PMT berupa puding lapis ubi ungu mengandung 296,1 kkal energi, 16,3 gram protein, dan 9,9 gram lemak, sehingga satu porsi puding lapis ubi ungu telah memenuhi kebutuhan gizi balita usia 24–59 bulan.

Berat satu porsi puding lapis adalah 150 gram dengan komposisi ubi ungu 30 gram, kacang hijau 10 gram, serta penambahan telur yang berperan dalam meningkatkan kandungan zat gizi, untuk menambah daya terima produk PMT dilakukan uji organoleptik.

Uji organoleptik dilakukan terhadap 39 panelis yaitu kader posyandu dengan menilai aspek warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyatakan suka pada seluruh parameter. Aspek warna memperoleh 25 panelis suka dan 8 sangat suka, sedangkan aroma didominasi kategori suka sebanyak 20 panelis.

Pada aspek rasa, 20 panelis menyatakan suka dan 15 cukup. Tekstur menjadi parameter dengan penerimaan tertinggi dengan 25 panelis suka dan 5 sangat suka.

Secara keseluruhan, penilaian didominasi kategori suka (17 panelis) dan sangat suka (12 panelis). Hasil ini menunjukkan bahwa produk puding lapis kacang hijau dan ubi ungu memiliki tingkat penerimaan yang baik dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal.

 


Penulis: Ni Made Onik Murtiasih, S.Gz
Mahasiswa Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Yuliani, R., & Suryani, T. (2020). Evaluasi makanan pendamping ASI berbasis pangan lokal untuk balita stunting di Kalimantan. Jurnal Gizi Indonesia, 8(3), 329–340.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Tabel Komposisi Pangan Indonesia.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil.

Lukhi Mulia Shitophyta. (2020). Pemanfaatan ubi jalar (Ipomoea Babatas L.) menjadi sirup glukosa dengan hidrolisis asam. 22(1), 45–49.

Nafi’atul latifah, Rr. Sri Endang Pujiastuti, S. (2024). POTENSI BROWNIES UBI JALAR UNGU TERHADAP STATUS GIZI KURANG PADA BALITA. 6, 2111–2120.

 

 

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Mikrobiota Usus

    Ketika Mikroba Mengendalikan Tubuh Kita: Peran Mikrobiota Usus dalam Sistem Imun dan Metabolisme

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kita sering memandang tubuh manusia sebagai sistem biologis yang sepenuhnya dikendalikan oleh sel-sel manusia. Namun di dalam usus besar hidup sekitar 10¹⁴ mikroorganisme dari ratusan hingga ribuan spesies berbeda. Jumlah ini setara, bahkan dapat melebihi, jumlah sel manusia dalam tubuh. Jika dihitung massanya, komunitas mikroba tersebut dapat mencapai 1–2 kilogram. Pertanyaannya: apakah makhluk-makhluk kecil ini […]

  • sakit campak

    Campak Lebih Menular daripada COVID-19

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Saat ini publik dikejutkan dengan wabah campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura. Wabah ini telah merengut nyawa 17 anak dan menginfeksi hampir 2.000 lainnya selama delapan bulan terakhir, terhitung dari bulan Agustus 2025. Akibat lonjakan kasus yang signifikan ini, otoritas setempat mengklasifikasikannya menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa […]

  • hubungan religiusitas dan kesehatan mental

    Ketika Iman Tidak Menghapus Penderitaan: Memahami Religiusitas dan Kesehatan Mental

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sebuah laporan dari Pusat Penelitian Pew Research Center menunjukkan bahwa mayoritas orang Indonesia menganggap agama sangat penting dalam hidup mereka, dan Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang sangat religius di seluruh dunia. Lebih dari 90% orang Indonesia yang menjawab menyatakan bahwa agama sangat penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dan jika dibandingkan dengan negara lain tingkat […]

  • tips menjaga kesehatan di cuaca ekstrem

    Tips Menjaga Kesehatan di Era Perubahan Cuaca yang Ekstrem

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Perubahan cuaca yang sering terjadi di Indonesia merupakan kejadian yang sering terjadi setiap tahunnya, di mana perubahan cuaca berubah dari yang siang panas terik lalu sore hari langsung turun hujan dengan deras. Dengan adanya perubahan cuaca yang sangat esktrem ini dapat menyebabkan kesehatan menjadi menurun. Contoh dari kesehatan menurun karena perubahan cuaca yaitu flu, pusing, […]

  • Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    7 Obat Tradisional untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi yang Terbukti Ampuh

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Di Indonesia, sekitar 1 dari 3 orang dewasa mengalami hipertensi, namun banyak yang belum menyadari gejalanya. Untungnya, ada beberapa obat tradisional yang terbukti efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Artikel ini akan membahas 7 […]

  • strategi pencegahan stunting

    Determinan Politik Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Stunting di Wilayah Pelayanan Puskesmas Dinoyo, Kota Malang pada Tahun 2025

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Stunting merupakan kondisi di mana seorang anak memiliki postur tubuh yang lebih pendek dibandingkan dengan standar usia anak tersebut yang disebabkan oleh kekurangan gizi. WHO mendefinisikan stunting sebagai perawakan pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau berulang. Selain itu, stunting berhubungan dengan kondisi ekonomi dan sosial yang buruk, kesehatan serta gizi ibu hamil yang […]

expand_less