Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Manis Alami dari Pangan Lokal: Inovasi PMT Puding Lapis Kacang Hijau dan Ubi Ungu

Manis Alami dari Pangan Lokal: Inovasi PMT Puding Lapis Kacang Hijau dan Ubi Ungu

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 266
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalah gizi buruk pada balita masih menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Di tingkat nasional, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Survei Status Gizi Indonesia (2022), prevalensi stunting tercatat sebesar 21,6%, underweight 17,1%, dan wasting 7,7% pada balita.

Meskipun angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, prevalensi masalah gizi pada balita masih tergolong tinggi sehingga tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan kesehatan nasional.

Terdapat berbagai jenis makanan tambahan yang telah diterapkan di berbagai wilayah, terutama dalam bentuk produk olahan berbahan dasar pangan lokal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan lokal berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi balita.

Studi yang dilakukan oleh Yuliani (2020) melaporkan bahwa PMT lokal dapat memenuhi sekitar 50–60% kebutuhan energi dan protein balita apabila dirancang dengan komposisi yang tepat dan memperhatikan keseimbangan zat gizi.

 

Potensi Gizi Bahan Pangan Lokal dari Ubi Ungu dan Kacang Hijau

1. Ubi Ungu

Ubi jalar ungu merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang banyak dibudidayakan serta mudah dijumpai di berbagai wilayah Indonesia. Bahan pangan ini memiliki kandungan gizi yang cukup beragam, di antaranya vitamin B1, B2, C, dan E, serta mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, dan seng.

Selain itu, ubi jalar ungu juga mengandung serat dan karbohidrat yang berperan sebagai sumber energi bagi tubuh. Ubi jalar ungu diketahui memiliki kadar pati sekitar 16–24%, Rasa manis pada ubi diperoleh dari pemecahan karbohidrat (pati) oleh enzim amilase menjadi gula (Lukhi Mulia Shitophyta, 2020).

Kandungan antioksidan, termasuk betakaroten, menjadikan ubi jalar ungu berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan gizi bayi sebagai sumber antioksidan alami. Warna ungu yang khas pada ubi jalar berasal dari pigmen antosianin, yang tidak hanya meningkatkan daya tarik visual tetapi juga memberikan nilai fungsional pada produk olahannya.

Dari segi komposisi zat gizi, ubi jalar ungu mengandung karbohidrat sekitar 22,64%, protein 0,77%, lemak 0,68%, serat 2,79%, serta energi sebesar 123 kkal.

Selain itu, terdapat kandungan vitamin A sekitar 62 mg, vitamin C 21,43 mg, dan tiamin (vitamin B1) 0,7 mg. Kadar total antosianin pada ubi jalar ungu bervariasi tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan, dengan kisaran antara 20 hingga 600 mg per 100 gram berat basah, (Nafi’atul latifah,. et al. 2024).

2. Kacang Hijau

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu jenis legum yang banyak tersedia dan mudah dijumpai di Indonesia. Bahan pangan ini dikenal memiliki kandungan protein yang relatif tinggi.

Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia(2017), setiap 100 gram kacang hijau mengandung energi sebesar 323 kkal, protein 22,9 gram, lemak 1,5 gram, dan karbohidrat 56,8 gram. Dari komposisi tersebut, protein menjadi komponen terbesar kedua setelah karbohidrat.

Selain itu, kacang hijau juga merupakan sumber serat, vitamin B1 dan B2, serta berbagai mineral penting seperti fosfor, zat besi, kalsium, dan kalium yang berperan dalam mendukung proses pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Baca juga: Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

 

Inovasi Produk PMT Puding Lapis

Pengolahan kacang hijau dan ubi ungu menjadi puding lapis merupakan inovasi yang dapat meningkatkan daya terima anak karena memiliki rasa manis alami, warna menarik, serta tekstur yang lembut. Selain itu, proses pengolahan yang sederhana memungkinkan produk ini diterapkan dalam program PMT berbasis masyarakat.

Dari segi gizi, kombinasi kacang hijau sebagai sumber protein dan ubi ungu sebagai sumber energi serta antioksidan menghasilkan produk yang lebih seimbang. Hal ini menjadikan puding lapis sebagai alternatif makanan tambahan yang potensial dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Standar Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita usia 24–59 bulan menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia(2023) adalah 300–450 kkal energi, 6–18 gram protein, dan 7,5–29,3 gram lemak.

PMT berupa puding lapis ubi ungu mengandung 296,1 kkal energi, 16,3 gram protein, dan 9,9 gram lemak, sehingga satu porsi puding lapis ubi ungu telah memenuhi kebutuhan gizi balita usia 24–59 bulan.

Berat satu porsi puding lapis adalah 150 gram dengan komposisi ubi ungu 30 gram, kacang hijau 10 gram, serta penambahan telur yang berperan dalam meningkatkan kandungan zat gizi, untuk menambah daya terima produk PMT dilakukan uji organoleptik.

Uji organoleptik dilakukan terhadap 39 panelis yaitu kader posyandu dengan menilai aspek warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyatakan suka pada seluruh parameter. Aspek warna memperoleh 25 panelis suka dan 8 sangat suka, sedangkan aroma didominasi kategori suka sebanyak 20 panelis.

Pada aspek rasa, 20 panelis menyatakan suka dan 15 cukup. Tekstur menjadi parameter dengan penerimaan tertinggi dengan 25 panelis suka dan 5 sangat suka.

Secara keseluruhan, penilaian didominasi kategori suka (17 panelis) dan sangat suka (12 panelis). Hasil ini menunjukkan bahwa produk puding lapis kacang hijau dan ubi ungu memiliki tingkat penerimaan yang baik dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal.

 


Penulis: Ni Made Onik Murtiasih, S.Gz
Mahasiswa Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Yuliani, R., & Suryani, T. (2020). Evaluasi makanan pendamping ASI berbasis pangan lokal untuk balita stunting di Kalimantan. Jurnal Gizi Indonesia, 8(3), 329–340.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Tabel Komposisi Pangan Indonesia.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil.

Lukhi Mulia Shitophyta. (2020). Pemanfaatan ubi jalar (Ipomoea Babatas L.) menjadi sirup glukosa dengan hidrolisis asam. 22(1), 45–49.

Nafi’atul latifah, Rr. Sri Endang Pujiastuti, S. (2024). POTENSI BROWNIES UBI JALAR UNGU TERHADAP STATUS GIZI KURANG PADA BALITA. 6, 2111–2120.

 

 

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kebiasaan begadang

    Tidur Bukanlah Sekadar Istirahat, tapi Kunci Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Saat ini, banyak orang menganggap bahwa tidur adalah hal yang lumrah untuk dikurangi. Kebiasaan tidur larut malam atau begadang seolah sudah menjadi hal yang biasa, terutama di kalangan pelajar dan pekerja lembur. Tidak sedikit pula orang yang tidur terlalu malam hanya karena bermain ponsel atau media sosial tanpa tujuan yang jelas. Padahal, seiring berjalannya waktu, […]

  • Manfaat Olahraga

    Manfaat Olahraga bagi Kehidupan Sehari-hari

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Di tengah aktivitas sehari-hari yang sangat padat, masih banyak orang yang melupakan pentingnya melakukan olahraga secara teratur. Padahal dengan memiliki tubuh yang sehat dan bugar dapat membantu manusia untuk melakukan aktivitas nya dengan baik. Salah satu cara agar memiliki tubuh yang sehat dan bugar adalah dengan berolahraga. Olahraga tidak harus dilakukan dengan alat atau tempat yang bagus, […]

  • Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online 100% Terbit

    Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online: 100% Terbit

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Cara kirim artikel tentang kesehatan ke media online menjadi strategi efektif menyebarkan informasi bermanfaat ke publik. Dalam dunia digital saat ini, kebutuhan akan konten kesehatan yang akurat dan edukatif semakin tinggi. Kamu bisa membantu masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dengan menulis dan menyebarkan artikel. Menulis artikel kesehatan bukan hanya soal berbagi ilmu, tapi juga […]

  • Sewa AC Standing

    Rekomendasi Sewa AC Standing Terbaik: Harga, Kapasitas & Penggunaan

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 546
    • 6Komentar

    Saat kamu merencanakan acara di ruangan tertutup atau tenda outdoor, kenyamanan tamu adalah prioritas utama. Salah satu solusi yang tidak bisa dilewatkan adalah sewa AC standing. Selain praktis dan efisien, AC jenis ini juga mudah dipindahkan dan cocok untuk berbagai kebutuhan acara. Artikel ini akan membahas secara lengkap rekomendasi, kapasitas, hingga harga sewa AC standing […]

  • PMT Bubur Sumsum

    Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang. Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan intervensi gizi spesifik, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Artikel ini bertujuan menganalisis potensi PMT bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) […]

  • darurat sampah plastik

    Lingkungan Darurat Sampah: Analisis Krisis, Dampak, dan Solusi

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Abstrak Krisis sampah global, termasuk di Indonesia, semakin memburuk akibat tingginya pola konsumsi dan produksi material sekali pakai, terutama plastik. Artikel ini membahas penyebab utama meningkatnya volume sampah, dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan ekonomi, serta berbagai upaya yang telah dan dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Analisis turut menyoroti kondisi pengelolaan sampah nasional dan […]

expand_less