Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Opini » HIV Bukan Akhir dari Segalanya

HIV Bukan Akhir dari Segalanya

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyak orang masih menganggap HIV sebagai penyakit yang menakutkan dan memalukan. Padahal, HIV adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh dan bisa dialami siapa saja. Kurangnya pengetahuan membuat penderita HIV sering mendapatkan stigma dari masyarakat. Karena itu, penting untuk memahami HIV dengan lebih benar dan tidak langsung menghakimi seseorang.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem imun tubuh. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang tidak aman, dan dari ibu ke bayi. HIV tidak menular lewat pelukan, berjabat tangan, atau makan bersama.

Salah satu masalah terbesar penderita HIV adalah diskriminasi dari lingkungan sekitar. Banyak orang takut berlebihan karena kurang memahami cara penularan HIV. Akibatnya, penderita sering dijauhi dan merasa tidak diterima di masyarakat.

Saat ini, pengobatan HIV sudah berkembang dengan adanya terapi antiretroviral (ARV). Dengan rutin menjalani pengobatan, penderita HIV tetap bisa hidup sehat dan beraktivitas seperti biasa. Hal ini membuktikan bahwa HIV bukan akhir dari kehidupan seseorang.

Baca juga: Community-based Healthcare: Jalan Mencapai Inklusivisme bagi ODHA

Pendidikan tentang HIV sangat penting, terutama bagi remaja. Pengetahuan yang baik dapat membantu masyarakat memahami cara pencegahan HIV dan mengurangi perilaku berisiko. Edukasi juga membantu mengurangi stigma terhadap penderita HIV.

Media sosial membuat informasi tentang HIV lebih mudah didapatkan. Namun, masyarakat tetap harus memilih sumber informasi yang terpercaya agar tidak termakan mitos atau berita palsu tentang HIV.

Pada akhirnya, HIV bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga masalah kemanusiaan. Penderita HIV tetap berhak dihargai dan diterima di lingkungan sosial. Dengan pengetahuan dan sikap yang lebih peduli, masyarakat dapat membantu mengurangi stigma terhadap penderita HIV.

 


Penulis: Kayla Putri Annisa Rahma
Mahasiswa Universitas Yarsi


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ADHD Dewasa

    “Kamu Cuma Malas!”: Stigma yang Menyakitkan di Balik ADHD Dewasa

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Kamu tahu ada yang berbeda sejak kecil. Guru bilang kamu “perlu belajar fokus”. Orang tua bilang kamu “punya energi melimpah”. Bos bilang kamu “perlu lebih terorganisir”. Teman bilang kamu “pelupa”. Pasangan bilang kamu “sering teralihkan”. Dan kamu bertanya-tanya. Kenapa hal-hal yang terlihat mudah bagi orang lain terasa begitu menantang? Kenapa kamu sudah berusaha sekuat tenaga, […]

  • cara mencegah cacing

    Cacing dan Gotong Royong

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Ulasan Umum Secara umum, prevalensi infeksi kecacingan di Indonesia mencapai 60-70%, terutama terjadi pada anak usia sekolah dasar (5-14 tahun) yang mencapai 21%. Prevalensi ini dipengaruhi oleh kondisi iklim tropis, kelembapan tinggi, serta sanitasi dan kebersihan yang buruk. Wilayah dengan prevalensi tinggi termasuk Nusa Tenggara Barat (83,6%), Sumatera Barat (82,3%), dan Sumatera Utara (60,4%). Secara […]

  • Hipertensi dan Diabetes

    Program Inovasi “PEPET SI DIA” (Pemantauan Penderita Hipertensi dan Diabetes dengan Kartu Merah Muda) di Puskesmas Patikraja

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan prevalensi hipertensi (HT) di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 30,8% dan prevalensi diabetes melitus (DM) sebesar 1,7%. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% pada usia 18 tahun ke atas, sedangkan prevalensi DM meningkat dari 6,9% menjadi 10,9% pada usia ≥ 15 tahun. Dari data program […]

  • Kampanye GEMAS

    Sobat Gemas Beraksi: Menularkan Semangat Makan Sehat Melalui Edukasi Kreatif

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Bekasi, 9 Juni 2025 – Dalam upaya meningkatkan program pola konsumsi sehat sejak usia sekolah kampanye “GEMAS” (Gerakan Makan Sehat) secara resmi meluncurkan sebagai kampanye edukatif yang menargetkan anak-anak usia sekolah dasar (SD) di wilayah Perumahan Villa Bekasi Indah 2 Blok E RT. 06/RW.047. Kampanye ini bersifat berkelanjutan dengan menerapkan pendekatan kreatif dan menyenangkan agar […]

  • Obat Penyakit Maag yang aman

    7 Obat Penyakit Maag yang Aman dan Ampuh

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 744
    • 0Komentar

    Penyakit maag atau dispepsia adalah kondisi yang umum terjadi, namun sering kali dianggap remeh. Maag bisa menyerang siapa saja, dari anak muda hingga orang tua, dan sering disertai dengan gejala seperti rasa nyeri atau perih di perut bagian atas, mual, serta kembung. Nah ternyata ada beberapa obat penyakit maag yang aman dan ampuh. Bagi Anda […]

  • Para pemateri dan Ketua AJI Pontianak berfoto bersama usai penyerahan sertifikat dalam diskusi Dampak Konsumsi Rokok

    AJI Jakarta dan AJI Pontianak Bahas Dampak Rokok terhadap Kesehatan dan Ekonomi Lewat Film “Di Balik Ilusi Tembakau”

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Pontianak – Upaya meningkatkan pemahaman publik mengenai dampak konsumsi rokok dilakukan melalui pemutaran film dokumenter Di Balik Ilusi Tembakau yang diselenggarakan AJI Jakarta bersama AJI Pontianak di Pontianak, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan diskusi yang menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan pemerintah, akademisi, pegiat pengendalian tembakau, hingga insan pers. Ketua AJI Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi, […]

expand_less