Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Opini » Tips Menjaga Kesehatan di Era Perubahan Cuaca yang Ekstrem

Tips Menjaga Kesehatan di Era Perubahan Cuaca yang Ekstrem

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • visibility 693
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perubahan cuaca yang sering terjadi di Indonesia merupakan kejadian yang sering terjadi setiap tahunnya, di mana perubahan cuaca berubah dari yang siang panas terik lalu sore hari langsung turun hujan dengan deras.

Dengan adanya perubahan cuaca yang sangat esktrem ini dapat menyebabkan kesehatan menjadi menurun. Contoh dari kesehatan menurun karena perubahan cuaca yaitu flu, pusing, dan masuk angin.

Terdapat seorang pelajar, ia selalu berangkat sekolah di pagi hari yang cerah, setelah sampai di sekolah ia lanjut belajar, di saat belajar ia menatap langit yang sangat cerah dan panas.

Lalu sore hari pun tiba dan semua pelajar bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing, tetapi pada saat semua pelajar keluar kelas, mereka melihat langit yang sangat gelap dan dibarengi dengan turunnya hujan.

Dengan adanya perubahan cuaca yang ekstrem ini membuat daya tahan tubuh para pelajar menurun dan membuat sebagian pelajar jatuh sakit seperti flu dan pusing.

Pertama, perubahan cuaca yang ekstrem sering terjadi di Indonesia biasanya terjadi di akhir bulan. Berdasarkan laporan BMKG pada Maret 2017, sebanyak 85% wilayah Zona Musim Indonesia telah memasuki musim kemarau pada awal September 2017.

Musim panas dan musim hujan yang berlebih itu sama-sama tidak baik bagi kesehatan, seperti pada musim panas menurut Ahli Jantung Dr. Chauncey Crandall, cuaca panas yang berlebih dapat membunuh, terutama karena dapat mengakibatkan masalah pada jantung dan pada pergantian cuaca dari kering ke basah biasanya membuat tubuh rentan terhadap gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, Kementerian kesehatan RI menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu menerapkan cara untuk menjaga kesehatan di era perubahan cuaca yang ekstrem. Cara yang harus diterapkan yaitu: 1) menjaga kebugaran tubuh agar dapat melawan serangan bakteri/virus; 2) perbanyak makan buah dan sayuran dapat meningkatkan kekebalan tubuh; 3) perbanyak konsumsi air putih; 4) gunakan masker jika sedang flu ataupun bersin; 5) menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pastikan jangan ada air menggenang, sampah menumpuk, air selokan harus mengalir dan bebas dari sampah.

Kedua, perubahan cuaca yang ekstrem menimbulkan munculnya virus. Salah satu virus yang sering terjadi di Indonesia akibat perubahan cuaca yang ekstrem yaitu Demam Berdarah (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk pembawa virus dengue berkembang biak dengan baik pada suhu hangat, kelembapan tinggi, serta adanya genangan air. Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa kasus demam berdarah di Sulawesi Tengah terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama memasuki tahun 2024.

Hingga awal Maret 2024 tercatat sudah hampir 16.000 kasus DBD terjadi di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, dengan total kematian mencapai 124 jiwa secara nasional. Meski tantangan virus DBD semakin besar, kita harus melakukan upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah virus DBD.

Baca Juga: 10 Tugas Dokter Orthopedi dalam Menangani Berbagai Kondisi Kesehatan 

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah virus DBD antara lain: 1) Penerapan 3M Plus yaitu dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat air, mengubur barang bekas, serta menambahkan larvasida pada penampungan air; 2) Pemantauan Lingkungan dengan memastikan lingkungan rumah, sekolah, kantor, dan tempat ibadah bersih dari potensi genangan air; 3) Pengendalian Vektor dengan menggunakan metode pengendalian nyamuk berbasis teknologi, seperti pelepasan nyamuk Wolbachia yang aman dan efektif menghambat penyebaran virus dengue.

Ketiga, dengan maraknya perubahan cuaca yang sangat ekstrem yang sedang terjadi saat ini, kita sebagai masyarakat yang peduli akan kesehatan harus menerapkan cara agar daya tahan tubuh kita tetap stabil dan terhindar dari virus DBD. Salah satu cara agar daya tahan tubuh kita tetap stabil yaitu sering melakukan olahraga.

Karena perubahan cuaca yang ekstrem di musim transisi dapat mengakibatkan Penurunan Sistem Kekebalan Tubuh, Risiko Dehidrasi yang Meningkat, Gangguan Pernapasan, Otot dan Sendi Lebih Rentan. Oleh karena itu olahraga menjadi tips terpenting dari mempertahankan daya tahan tubuh kita.

Ketika kita melakukan olahraga, kita juga harus memperhatikan tips-tips olahraga agar tetap menikmati manfaat nya.

Tips-tips tersebut yaitu: 1) selalu pantau kondisi cuaca; 2) pilih waktu yang tepat untuk berolahraga; 3) kenakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca; 4) jangan lupa melakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga; 5) pastikan selalu minum air putih agar tidak dehidrasi.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) juga memiliki peran yang sangat penting dari perubahan cuaca ekstrem tersebut, karena BMKG harus senantiasa memberikan informasi terbaru tentang cuaca setiap hari nya. Agar masuarakat dapat antisipasi untuk menghadapi perubahan cuaca yang akan terjadi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Selasa (11/11/2025). BMKG terus berupaya meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca dan pemahaman masyarakat melalui berbagai program edukasi, termasuk Sekolah Lapang.

Lalu Faisal pun menjelaskan bahwa ke depan, BMKG akan terus mendukung program prioritas nasional, di antaranya pengembangan sistem peringatan dini multi-bencana, peningkatan layanan informasi maritim dan penerbangan, serta integrasi data meteorologi dan klimatologi dengan sistem perencanaan pembangunan daerah.

Berdasarkan pembahasan di atas, maka yang harus ditegaskan kembali yaitu kita harus selalu menjaga kesehatan di tengah era perubahan cuaca yang sangat ekstrem saat ini. Perubahan cuaca yang ekstrem juga bukan hanya berpengaruh kepada kesehatan tetapi berpengaruh kepada datangnya bencana alam.

Perubahan cuaca yang mudah terasa oleh tubuh manusia juga dapat menurunkan imunitasa pada tubuh, terutama pada anak-anak yang usia nya masih kecil. Perubahan cuaca juga dapat menyebabkan perkembangbiakan nyamuk semakin meningkat yang menimbulkan virus DBD menjadi meningkat di beberapa daerah.

Baca Juga: 7 Obat Penyakit Maag yang Aman dan Ampuh

Karena itu, masyarakat diharuskan untuk lebih peduli terhadap kesehatan, lingkungan, dan selalu menerapkan pola hidup sehat seperti makan makanan yang bergizi dan melakukan olahraga agar menjaga kebugaran tubuh.

BMKG juga memiliki peran penting dalam memberikan informasi tentang cuaca, bisa melalui televisi ataupun sosial media BMKG agar masyarakat dapat mengetahui perubahan cuaca setiap harinya.

Penulis: Anissa Nuraeni Maulani
Mahasiswa Prodi PPKN Universitas Pamulang (UNPAM)

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kebiasaan begadang

    Tidur Bukanlah Sekadar Istirahat, tapi Kunci Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Saat ini, banyak orang menganggap bahwa tidur adalah hal yang lumrah untuk dikurangi. Kebiasaan tidur larut malam atau begadang seolah sudah menjadi hal yang biasa, terutama di kalangan pelajar dan pekerja lembur. Tidak sedikit pula orang yang tidur terlalu malam hanya karena bermain ponsel atau media sosial tanpa tujuan yang jelas. Padahal, seiring berjalannya waktu, […]

  • Kolaborasi Tenaga Kesehatan

    IPE: Kunci Kolaborasi Tenaga Kesehatan untuk Layanan yang Lebih Baik

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Interprofessional Education bukan sekadar tren akademik—ini adalah fondasi sistem kesehatan masa depan yang lebih aman dan efektif. Bayangkan seorang pasien pasca-operasi yang mengeluhkan nyeri hebat kepada perawat, tetapi dokter yang menanganinya tidak diberitahu secara langsung karena sistem komunikasi antarprofesi yang lemah. Atau seorang apoteker yang menemukan potensi interaksi obat berbahaya, namun ragu menyampaikannya kepada dokter […]

  • Cara Mengatasi Hipertensi dengan Obat

    Cara Mengatasi Hipertensi dengan Obat yang Ampuh & Efektif

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 609
    • 0Komentar

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang tidak dapat dianggap sepele. Meskipun sering kali tidak menunjukkan gejala, hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh seperti jantung, ginjal, dan otak. Hipertensi dapat dikelola dengan penggunaan obat-obatan yang tepat untuk mengatasi hipertensi. Artikel ini akan mengulas berbagai cara mengatasi hipertensi dengan […]

  • Deteksi Dini Kanker Payudara

    Deteksi Dini Kanker Payudara: Langkah Sederhana yang Dapat Menyelamatkan Nyawa

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kanker Payudara Masih Menjadi Ancaman bagi Perempuan Indonesia Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, terdapat sekitar 66.271 kasus baru atau sekitar 30,1% dari seluruh kasus kanker di Indonesia. Sayangnya, sebagian besar pasien baru datang berobat ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut sehingga peluang kesembuhan menjadi […]

  • Edukasi Hipertensi

    Mengenal LIMA KENDALI: Inovasi Edukasi Hipertensi dengan Foldable Bag dan Lagu Hipertensi

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Tekanan darah tinggi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia dan menjadi sebuah ancaman kesehatan bagi masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan kondisi komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019). Seseorang dapat dikategorikan tekanan darah tinggi ketika mengalami keadaan tekanan darah […]

  • cara mencegah cacing

    Cacing dan Gotong Royong

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Ulasan Umum Secara umum, prevalensi infeksi kecacingan di Indonesia mencapai 60-70%, terutama terjadi pada anak usia sekolah dasar (5-14 tahun) yang mencapai 21%. Prevalensi ini dipengaruhi oleh kondisi iklim tropis, kelembapan tinggi, serta sanitasi dan kebersihan yang buruk. Wilayah dengan prevalensi tinggi termasuk Nusa Tenggara Barat (83,6%), Sumatera Barat (82,3%), dan Sumatera Utara (60,4%). Secara […]

expand_less