Edukasi Manajemen Nyeri Komplementer Distraksi Audiovisual pada Pasien Rheumatoid Arthritis di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai
- account_circle TentangSehat.com
- calendar_month Ming, 8 Feb 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar

Edukasi Manajemen Nyeri Komplementer Distraksi Audiovisual pada Pasien Rheumatoid Arthritis di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai. Sumber: Penulis.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai yang diketahui Bapak Mulidan, S.Kep, Ns, M.Kep selaku Dosen Prodi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners.
Kegiatan pengabdian masyarakat dengan rangkaian acara memberikan penyuluhan berjudul “Penerapan terapi komplementer dengan menggunakan distraksi audiovisual untuk menurunkan intesitas nyeri yang dirasakan oleh pasien rheumatoid arthtritis” pada Kamis (22/01) pukul 09.00 WIB.
Upaya dan usaha yang dilakukan Dosen Institut Kesehatan Helvetia bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan bagi pasien dalam melakukan terapi komplementer dengan menggunakan teknik distraksi audiovisual seperti mendengar musik sambil memandang tanaman hijau untuk mengalihkan nyeri yang dirasakan.
Ketua tim Bapak Mulidan, S.Kep, Ns, M.Kep mengatakan manfaat terapi komplomenter distraksi audiovisual untuk menurunkan intensitas nyeri merupakan cara yang efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien rheumatoid arthtritis secara teknik nonfarmakologi dengan metode pengalihan rasa tidak nyaman (nyeri) dengan cara fokus pada sebuah objek visual dan audio.
Distraksi merupakan salah satu teknik yang efektif dalam pengalihan alam bawah sadar pasien sehingga pasien tidak berfokus pada nyeri.
Teknik distraksi dilakukan dengan cara pasien dianjurkan tarik nafas dalam dengan pikiran yang tenang, kemuadian pasien memilih tempat yang tenang (disukai), lingkungan yang tenang, kemudian pasien dianjurkan menggunakan objek seperti mendengar musik, murottal Quran sambil memandang objek (halaman rumah) dengan 15-20 menit setiap pasien mengalami nyeri ringan-sedang.
Baca Juga: Cegah Overweight pada Balita dengan Edukasi Permainan Engklek
Pemberian distraksi yang bersifat sementara dan hanya mengalihkan perhatian pasien agar tidak berfokus pada nyeri serta tindakan distraksi bersifat jangka pendek.
Beliau juga mengatakan penerapan penggunakan distraksi audiovisual untuk untuk menurukan intesitas nyeri atau ketidaknyaman yang dilakukan kepada masyarakat guna untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah tingkah laku.
Oleh karena itu, pentingnya melakukan edukasi terkait manajemen nyeri komplementer kepada masyarakat dalam edukasi terapi komplementer dengan menggunakan distraksi audiovisual.
Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Hasil yang diharapkan dengan adanya pesan tersebut, masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik.
Adanya peningkatan pengetahuan atau edukasi merupakan indikator pendidikan kesehatan yang dilakukan terhadap perilakunya, dengan membawa perubahan baik dari segi kognitif, sikap, dan perilaku sasaran.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan di Era Perubahan Cuaca yang Ekstrem
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat berupa teknik menurunkan nyeri dengan nonfarmakologi (komplementer) jenis distraksi audiovisual.
Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pengabdian masyarakat pada Kamis (22/01) pukul 09.00 WIB di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai, masyarakat yang mengikuti penyuluhan kesehatan terkait teknik menurunkan intensitas nyeri ringan-sedang dengan menggunakan distraksi audiovisual mengikuti serta mendengarkan semua materi yang dipaparkan.
Masyarakat kesehatan juga aktif dalam mengaplikasikan penerapan penggunakan teknik distraksi audiovisual pada masyarakat rheumatoid arthtritis. Pada dasarnya pengabdian kepada masyarkat yang sudah dilakukan sangat penting untuk memberikan informasi wawasan serta pengetahuan kepada masyarakat.
Keinginan atau motivasi masyarakat sangat berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya penyampain edukasi ke masing-masing masyarakat dalam mengikuti acara penyuluhan.
Penulis: Mulidan, S.Kep., Ns., M.Kep.
Dosen Keperawatan Institut Kesehatan Helvetia
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
- Penulis: TentangSehat.com


Saat ini belum ada komentar