Breaking News
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Edukasi Manajemen Nyeri Komplementer Distraksi Audiovisual pada Pasien Rheumatoid Arthritis di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai

Edukasi Manajemen Nyeri Komplementer Distraksi Audiovisual pada Pasien Rheumatoid Arthritis di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
  • visibility 270
  • comment 0 komentar

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai yang diketahui Bapak Mulidan, S.Kep, Ns, M.Kep selaku Dosen Prodi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners.

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan rangkaian acara memberikan penyuluhan berjudul “Penerapan terapi komplementer dengan menggunakan distraksi audiovisual untuk menurunkan intesitas nyeri yang dirasakan oleh pasien rheumatoid arthtritis” pada Kamis (22/01) pukul 09.00 WIB.

Upaya dan usaha yang dilakukan Dosen Institut Kesehatan Helvetia bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan bagi pasien dalam melakukan terapi komplementer dengan menggunakan teknik distraksi audiovisual seperti mendengar musik sambil memandang tanaman hijau untuk mengalihkan nyeri yang dirasakan.

Ketua tim Bapak Mulidan, S.Kep, Ns, M.Kep mengatakan manfaat terapi komplomenter distraksi audiovisual untuk menurunkan intensitas nyeri merupakan cara yang efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien rheumatoid arthtritis secara teknik nonfarmakologi dengan metode pengalihan rasa tidak nyaman (nyeri) dengan cara fokus pada sebuah objek visual dan audio.

Distraksi merupakan salah satu teknik yang efektif dalam pengalihan alam bawah sadar pasien sehingga pasien tidak berfokus pada nyeri.

Teknik distraksi dilakukan dengan cara pasien dianjurkan tarik nafas dalam dengan pikiran yang tenang, kemuadian pasien memilih tempat yang tenang (disukai), lingkungan yang tenang, kemudian pasien dianjurkan menggunakan objek seperti mendengar musik, murottal Quran sambil memandang objek (halaman rumah) dengan 15-20 menit setiap pasien mengalami nyeri ringan-sedang.

Baca Juga: Cegah Overweight pada Balita dengan Edukasi Permainan Engklek

Pemberian distraksi yang bersifat sementara dan hanya mengalihkan perhatian pasien agar tidak berfokus pada nyeri serta tindakan distraksi bersifat jangka pendek.

Beliau juga mengatakan penerapan penggunakan distraksi audiovisual untuk untuk menurukan intesitas nyeri atau ketidaknyaman yang dilakukan kepada masyarakat guna untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah tingkah laku.

Oleh karena itu, pentingnya melakukan edukasi terkait manajemen nyeri komplementer kepada masyarakat dalam edukasi terapi komplementer dengan menggunakan distraksi audiovisual.

Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Hasil yang diharapkan dengan adanya pesan tersebut, masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik.

Adanya peningkatan pengetahuan atau edukasi merupakan indikator pendidikan kesehatan yang dilakukan terhadap perilakunya, dengan membawa perubahan baik dari segi kognitif, sikap, dan perilaku sasaran.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan di Era Perubahan Cuaca yang Ekstrem

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat berupa teknik menurunkan nyeri dengan nonfarmakologi (komplementer) jenis distraksi audiovisual.

Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pengabdian masyarakat pada Kamis (22/01) pukul 09.00 WIB di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai, masyarakat yang mengikuti penyuluhan kesehatan terkait teknik menurunkan intensitas nyeri ringan-sedang dengan menggunakan distraksi audiovisual mengikuti serta mendengarkan semua materi yang dipaparkan.

Masyarakat kesehatan juga aktif dalam mengaplikasikan penerapan penggunakan teknik distraksi audiovisual pada masyarakat rheumatoid arthtritis. Pada dasarnya pengabdian kepada masyarkat yang sudah dilakukan sangat penting untuk memberikan informasi wawasan serta pengetahuan kepada masyarakat.

Keinginan atau motivasi masyarakat sangat berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya penyampain edukasi ke masing-masing masyarakat dalam mengikuti acara penyuluhan.


Penulis: Mulidan, S.Kep., Ns., M.Kep.
Dosen Keperawatan Institut Kesehatan Helvetia


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diagnosis HIV

    HIV Bukan Akhir dari Segalanya

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Banyak orang masih menganggap HIV sebagai penyakit yang menakutkan dan memalukan. Padahal, HIV adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh dan bisa dialami siapa saja. Kurangnya pengetahuan membuat penderita HIV sering mendapatkan stigma dari masyarakat. Karena itu, penting untuk memahami HIV dengan lebih benar dan tidak langsung menghakimi seseorang. HIV atau Human Immunodeficiency Virus […]

  • Pengobatan Penyakit Jantung Alami Tanpa Obat

    8 Pengobatan Penyakit Jantung Alami Tanpa Obat yang Ampuh

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Penyakit jantung tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Meskipun kemajuan dalam pengobatan medis telah memberikan banyak pilihan untuk pengelolaan penyakit jantung, banyak orang mulai mencari cara alternatif yang lebih alami dan minim efek samping dengan pengobatan penyakit jantung alami tanpa obat. Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah pengobatan penyakit jantung […]

  • Penyebab Berat Badan Balita susah Naik

    Mengapa Berat Badan Balita Tidak Naik? Kenali Penyebab dan Solusinya

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, balita, remaja usia subur dan lansia. Penimbangan balita merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam pemantauan pertumbuhan. Pemantauan pertumbuhan setiap […]

  • kebiasaan begadang

    Tidur Bukanlah Sekadar Istirahat, tapi Kunci Kesehatan

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Saat ini, banyak orang menganggap bahwa tidur adalah hal yang lumrah untuk dikurangi. Kebiasaan tidur larut malam atau begadang seolah sudah menjadi hal yang biasa, terutama di kalangan pelajar dan pekerja lembur. Tidak sedikit pula orang yang tidur terlalu malam hanya karena bermain ponsel atau media sosial tanpa tujuan yang jelas. Padahal, seiring berjalannya waktu, […]

  • hiv aids odha

    Community-based Healthcare: Jalan Mencapai Inklusivisme bagi ODHA

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Penyediaan layanan kesehatan yang efektif dan inklusif bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah menjadi agenda dan prioritas yang ingin dicapai oleh berbagai kalangan sejak lama. Layanan kesehatan bagi ODHA adalah bagian integral dari strategi penanggulangan HIV/AIDS. Segala upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sudah barang tentu melibatkan peran layanan kesehatan. Namun, salah satu hal yang masih […]

  • Permasalahan Sampah di Indonesia

    Menanggulangi Permasalahan Sampah di Indonesia

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara terluas di dunia dengan peringkat ke 15 berdasarkan perhitungan dari jumlah wilayah darat dan laut. Luas negara Indonesia mencapai 1,9 juta km² untuk wilayah daratannya. Sebagaimana luasnya wilayah suatu negara, maka jumlah penduduk Indonesia pun sangat tinggi. Penduduk Indonesia di tahun 2026 diperkirakan menembus 287-288 juta jiwa. Meningkatnya jumlah populasi di Indonesia […]

expand_less