Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Cegah Komplikasi: Kenali Cara Mengontrol Hipertensi pada Lansia

Cegah Komplikasi: Kenali Cara Mengontrol Hipertensi pada Lansia

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 535
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. World Heart Organization (WHO) memperkirakan penderita hipertensi di seluruh dunia sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada usia 65 – 74 tahun yaitu 57,8% dan usia >75 tahun sebesar 64%. Hipertensi ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg.

Beberapa gejala yang dapat muncul saat tekanan darah tinggi diantaranya yaitu sakit kepala terutama di bagian belakang kepala, nyeri dada, jantung berdebar, gelisah, pandangan kabur, dan mudah lelah.

 

Mengapa Lansia Rentan Terkena Hipertensi?

Seiring bertambahnya usia, arteri kehilangan elastisitasnya sehingga perlahan menyempit dan menjadi kaku. Pembuluh darah yang kaku membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga meningkatkan tekanan darah.

Selain faktor usia, beberapa faktor lain meliputi riwayat keluarga dengan hipertensi, gaya hidup kurang sehat sejak muda seperti merokok dan kurang aktivitas fisik, kegemukan, pola makan tinggi garam, tinggi lemak dan rendah serat, serta stress berkepanjangan.

 

Komplikasi Akibat Hipertensi Tidak Dikontrol

Hipertensi dijuluki sebagai “the silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala, sehingga penderita tidak menyadari mengidap hipertensi hingga akhirnya ditemukan adanya penyakit penyulit atau komplikasi akibat hipertensi. Jika tidak dikontrol dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, penyakit jantung, stroke, gangguan saraf, gangguan serebral, dan retinopati (kerusakan retina).

Baca juga: Cara Mengatasi Hipertensi dengan Obat yang Ampuh dan Efektif

 

Pengendalian Hipertensi dengan Prinsip PATUH

Agar tekanan darah tetap stabil dan risiko komplikasi bisa dicegah, lansia dan keluarganya perlu menerapkan prinsip PATUH. Berikut adalah prinsip PATUH:

P: Periksa Kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter

Pemantauan tekanan darah secara berkala penting untuk memantau perubahan dan respons terhadap pengobatan

A: Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur

Minum obat sesuai aturan dan tidak menghentikan pengobatan tanpa konsultasi, karena disiplin dalam minum obat membantu menjaga tekanan darah tetap terkontrol.

T: Tetap diet dengan gizi seimbang

Penerapan pola makan sehat penting dalam mengendalikan hipertensi. Konsumsi makanan rendah garam, rendah lemak jenuh, dan tinggi serat seperti buah dan sayuran dapat membantu menstabilkan tekanan darah.

U: Upayakan aktivitas fisik dengan aman

Aktivitas ringan seperti jalan kaki, senam lansia, atau peregangan dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kesehatan jantung, namun tetap disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

H: Hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya

Zat berbahaya pada rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dapat menyebabkan penyempitan dan merusak pembuluh darah. Oleh karena itu, menghindari asap rokok dan zat karsinogenik merupakan langkah penting dalam mengendalikan hipertensi.

 

Diet DASH

Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) bertujuan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Diet DASH dapat menurunkan tekanan darah 8 – 14 mmHg. Diet DASH adalah diet yang menyarankan konsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol, dan lemak total, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur dengan jumlah porsi 4-5 porsi/hari, produk susu tanpa atau rendah lemak, gandum utuh, dan kacang-kacangan.

 

Syarat dan Prinsip Diet DASH

  1. Energi cukup, jika berat badan 115% dari BB ideal disarankan untuk diet rendah kalori dan olahraga.
  2. Protein, karbohidrat, dan lemak cukup. Batasi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol.
  3. Asupan natrium dibatasi <2300 mg/hari, jika penurunan tekanan darah belum tercapai batasi hingga 1500 mg/hari
  4. Konsumsi kalium 4700 mg/hari
  5. Kalsium >800 mg/hari
  6. Jika memiliki penyakit penyerta seperti penyakit ginjal kronik atau sirosis hati, maka syarat dan prinsip diet dimodifikasi sesuai dengan kondisi penyakit.

 

Bahan Makanan yang dianjurkan dan Tidak dianjurkan

1. Makanan yang Dianjurkan

Untuk mengontrol tekanan darah, dianjurkan mengonsumsi makanan yang alami dan segar. Berikut contoh makanan yang dianjurkan:

  • Karbohidrat: gandum utuh, oat, beras, kentang, singkong
  • Protein hewani: Ikan, daging ungags tanpa kulit, telur maksimal 1 btr/hari
  • Protein nabati: Kacang-kacangan segar
  • Sayuran: Semua sayuran segar
  • Buah-buahan: Semua buah segar
  • Lemak: Minyak kelapa sawit, margarin dan mentega tanpa garam
  • Minuman: Teh dan jus buah dengan pembatasan gula, air putih, susu rendah lemak
  • Bumbu: Rempah-rempah, bumbu segar, garam dapur dengan penggunaan yang terbatas

2. Makanan yang Tidak Dianjurkan

Beberapa jenis makanan dapat memperburuk kondisi hipertensi jika dikonsumsi berlebihan. Makanan tersebut umumnya tingga garam, lemak jenuh dan mengandung pengawet seperti:

  • Makanan yang diawetkan: ikan asin, dendeng
  • Makanan kalengan: sarden, kornet, buah dan sayur kaleng
  • Makanan cepat saji dan kemasan: mi instan, nugget, sosis
  • Asinan dan manisan
  • Bumbu instan, saus, kecap, mayonnaise, dan vetsin

Hipertensi pada lansia dapat dicegah komplikasinya dengan menerapkan prinsip PATUH, diet DASH, dan pemilihan bahan makanan yang tepat. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan juga diperlukan agar lansia dapat menjalani pola hidup sehat dan berkualitas.

Keluarga berperan penting dalam memotivasi lansia untuk rutin minum obat, menerapkan pola makan yang sehat, melakukan aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Selain itu, lingkungan keluarga yang suportif dapat membantu lansia merasa lebih nyaman dan termotivasi dalam menjaga kesehatannya.

 

Penulis: Mutiara Irmansyah, S.Gz
Mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul

 

Referensi

Kementerian Kesehatan. 2022. Kendalikan Hipertensi dengan gerakan PATUH. https://ayosehat.kemkes.go.id/kendalikan-hipertensi-dengan-gerakan-patuh

Mutmainnah, B., Djalal, D., & Suyuti, A. (2021). Edukasi Bahaya Hipertensi, “The Silent Killer” dan Cara Pemeriksaan Tekanan Darah pada Mahasiswa FIK UNM. Seminar Nasiolnal 2021: Prosiding Edisi 3.

Oktarina, A., & Ayu, M. S. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Puskesmas Amplas Kota Medan. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 23(2).

Persagi & AsDI. 2019. Penuntun Diet dan Terapi Gizi, Edisi 4. Jakarta: EGC

Kementerian Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 Dalam Angka.

WHO. (2023). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online 100% Terbit

    Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online: 100% Terbit

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Cara kirim artikel tentang kesehatan ke media online menjadi strategi efektif menyebarkan informasi bermanfaat ke publik. Dalam dunia digital saat ini, kebutuhan akan konten kesehatan yang akurat dan edukatif semakin tinggi. Kamu bisa membantu masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dengan menulis dan menyebarkan artikel. Menulis artikel kesehatan bukan hanya soal berbagi ilmu, tapi juga […]

  • Para pemateri dan Ketua AJI Pontianak berfoto bersama usai penyerahan sertifikat dalam diskusi Dampak Konsumsi Rokok

    AJI Jakarta dan AJI Pontianak Bahas Dampak Rokok terhadap Kesehatan dan Ekonomi Lewat Film “Di Balik Ilusi Tembakau”

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pontianak – Upaya meningkatkan pemahaman publik mengenai dampak konsumsi rokok dilakukan melalui pemutaran film dokumenter Di Balik Ilusi Tembakau yang diselenggarakan AJI Jakarta bersama AJI Pontianak di Pontianak, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan diskusi yang menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan pemerintah, akademisi, pegiat pengendalian tembakau, hingga insan pers. Ketua AJI Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi, […]

  • Permasalahan Sampah di Indonesia

    Menanggulangi Permasalahan Sampah di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara terluas di dunia dengan peringkat ke 15 berdasarkan perhitungan dari jumlah wilayah darat dan laut. Luas negara Indonesia mencapai 1,9 juta km² untuk wilayah daratannya. Sebagaimana luasnya wilayah suatu negara, maka jumlah penduduk Indonesia pun sangat tinggi. Penduduk Indonesia di tahun 2026 diperkirakan menembus 287-288 juta jiwa. Meningkatnya jumlah populasi di Indonesia […]

  • Kualitas Tidur Mahasiswa

    Dampak Doomscrolling terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi membuat penggunaan media sosial semakin meningkat, terutama pada kalangan mahasiswa. Media sosial digunakan untuk hiburan, komunikasi, dan mencari informasi sehingga banyak mahasiswa menghabiskan waktu cukup lama menggunakan gadget setiap hari. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan kebiasaan doomscrolling, yaitu aktivitas melihat media sosial atau berita negatif […]

  • ADHD Dewasa

    “Kamu Cuma Malas!”: Stigma yang Menyakitkan di Balik ADHD Dewasa

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Kamu tahu ada yang berbeda sejak kecil. Guru bilang kamu “perlu belajar fokus”. Orang tua bilang kamu “punya energi melimpah”. Bos bilang kamu “perlu lebih terorganisir”. Teman bilang kamu “pelupa”. Pasangan bilang kamu “sering teralihkan”. Dan kamu bertanya-tanya. Kenapa hal-hal yang terlihat mudah bagi orang lain terasa begitu menantang? Kenapa kamu sudah berusaha sekuat tenaga, […]

  • Peran Mahasiswa Kedokteran

    Vaksinasi Media Sosial: Peran Mahasiswa Kedokteran Melawan Infodemik Kesehatan di Era Digital

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Di Tengah Ledakan Informasi Kesehatan Di era digital yang serba cepat, media sosial telah menjadi sumber utama masyarakat dalam mencari informasi kesehatan. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan. Mulai dari berita tentang “obat ajaib”, teori konspirasi tentang vaksin, hingga tips diet ekstrem tanpa dasar ilmiah—semuanya menyebar dengan cepat tanpa penyaring yang memadai. Fenomena […]

expand_less