Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Cegah Komplikasi: Kenali Cara Mengontrol Hipertensi pada Lansia

Cegah Komplikasi: Kenali Cara Mengontrol Hipertensi pada Lansia

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 528
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. World Heart Organization (WHO) memperkirakan penderita hipertensi di seluruh dunia sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada usia 65 – 74 tahun yaitu 57,8% dan usia >75 tahun sebesar 64%. Hipertensi ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg.

Beberapa gejala yang dapat muncul saat tekanan darah tinggi diantaranya yaitu sakit kepala terutama di bagian belakang kepala, nyeri dada, jantung berdebar, gelisah, pandangan kabur, dan mudah lelah.

 

Mengapa Lansia Rentan Terkena Hipertensi?

Seiring bertambahnya usia, arteri kehilangan elastisitasnya sehingga perlahan menyempit dan menjadi kaku. Pembuluh darah yang kaku membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga meningkatkan tekanan darah.

Selain faktor usia, beberapa faktor lain meliputi riwayat keluarga dengan hipertensi, gaya hidup kurang sehat sejak muda seperti merokok dan kurang aktivitas fisik, kegemukan, pola makan tinggi garam, tinggi lemak dan rendah serat, serta stress berkepanjangan.

 

Komplikasi Akibat Hipertensi Tidak Dikontrol

Hipertensi dijuluki sebagai “the silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala, sehingga penderita tidak menyadari mengidap hipertensi hingga akhirnya ditemukan adanya penyakit penyulit atau komplikasi akibat hipertensi. Jika tidak dikontrol dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, penyakit jantung, stroke, gangguan saraf, gangguan serebral, dan retinopati (kerusakan retina).

Baca juga: Cara Mengatasi Hipertensi dengan Obat yang Ampuh dan Efektif

 

Pengendalian Hipertensi dengan Prinsip PATUH

Agar tekanan darah tetap stabil dan risiko komplikasi bisa dicegah, lansia dan keluarganya perlu menerapkan prinsip PATUH. Berikut adalah prinsip PATUH:

P: Periksa Kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter

Pemantauan tekanan darah secara berkala penting untuk memantau perubahan dan respons terhadap pengobatan

A: Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur

Minum obat sesuai aturan dan tidak menghentikan pengobatan tanpa konsultasi, karena disiplin dalam minum obat membantu menjaga tekanan darah tetap terkontrol.

T: Tetap diet dengan gizi seimbang

Penerapan pola makan sehat penting dalam mengendalikan hipertensi. Konsumsi makanan rendah garam, rendah lemak jenuh, dan tinggi serat seperti buah dan sayuran dapat membantu menstabilkan tekanan darah.

U: Upayakan aktivitas fisik dengan aman

Aktivitas ringan seperti jalan kaki, senam lansia, atau peregangan dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kesehatan jantung, namun tetap disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

H: Hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya

Zat berbahaya pada rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dapat menyebabkan penyempitan dan merusak pembuluh darah. Oleh karena itu, menghindari asap rokok dan zat karsinogenik merupakan langkah penting dalam mengendalikan hipertensi.

 

Diet DASH

Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) bertujuan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Diet DASH dapat menurunkan tekanan darah 8 – 14 mmHg. Diet DASH adalah diet yang menyarankan konsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol, dan lemak total, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur dengan jumlah porsi 4-5 porsi/hari, produk susu tanpa atau rendah lemak, gandum utuh, dan kacang-kacangan.

 

Syarat dan Prinsip Diet DASH

  1. Energi cukup, jika berat badan 115% dari BB ideal disarankan untuk diet rendah kalori dan olahraga.
  2. Protein, karbohidrat, dan lemak cukup. Batasi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol.
  3. Asupan natrium dibatasi <2300 mg/hari, jika penurunan tekanan darah belum tercapai batasi hingga 1500 mg/hari
  4. Konsumsi kalium 4700 mg/hari
  5. Kalsium >800 mg/hari
  6. Jika memiliki penyakit penyerta seperti penyakit ginjal kronik atau sirosis hati, maka syarat dan prinsip diet dimodifikasi sesuai dengan kondisi penyakit.

 

Bahan Makanan yang dianjurkan dan Tidak dianjurkan

1. Makanan yang Dianjurkan

Untuk mengontrol tekanan darah, dianjurkan mengonsumsi makanan yang alami dan segar. Berikut contoh makanan yang dianjurkan:

  • Karbohidrat: gandum utuh, oat, beras, kentang, singkong
  • Protein hewani: Ikan, daging ungags tanpa kulit, telur maksimal 1 btr/hari
  • Protein nabati: Kacang-kacangan segar
  • Sayuran: Semua sayuran segar
  • Buah-buahan: Semua buah segar
  • Lemak: Minyak kelapa sawit, margarin dan mentega tanpa garam
  • Minuman: Teh dan jus buah dengan pembatasan gula, air putih, susu rendah lemak
  • Bumbu: Rempah-rempah, bumbu segar, garam dapur dengan penggunaan yang terbatas

2. Makanan yang Tidak Dianjurkan

Beberapa jenis makanan dapat memperburuk kondisi hipertensi jika dikonsumsi berlebihan. Makanan tersebut umumnya tingga garam, lemak jenuh dan mengandung pengawet seperti:

  • Makanan yang diawetkan: ikan asin, dendeng
  • Makanan kalengan: sarden, kornet, buah dan sayur kaleng
  • Makanan cepat saji dan kemasan: mi instan, nugget, sosis
  • Asinan dan manisan
  • Bumbu instan, saus, kecap, mayonnaise, dan vetsin

Hipertensi pada lansia dapat dicegah komplikasinya dengan menerapkan prinsip PATUH, diet DASH, dan pemilihan bahan makanan yang tepat. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan juga diperlukan agar lansia dapat menjalani pola hidup sehat dan berkualitas.

Keluarga berperan penting dalam memotivasi lansia untuk rutin minum obat, menerapkan pola makan yang sehat, melakukan aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Selain itu, lingkungan keluarga yang suportif dapat membantu lansia merasa lebih nyaman dan termotivasi dalam menjaga kesehatannya.

 

Penulis: Mutiara Irmansyah, S.Gz
Mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul

 

Referensi

Kementerian Kesehatan. 2022. Kendalikan Hipertensi dengan gerakan PATUH. https://ayosehat.kemkes.go.id/kendalikan-hipertensi-dengan-gerakan-patuh

Mutmainnah, B., Djalal, D., & Suyuti, A. (2021). Edukasi Bahaya Hipertensi, “The Silent Killer” dan Cara Pemeriksaan Tekanan Darah pada Mahasiswa FIK UNM. Seminar Nasiolnal 2021: Prosiding Edisi 3.

Oktarina, A., & Ayu, M. S. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Puskesmas Amplas Kota Medan. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 23(2).

Persagi & AsDI. 2019. Penuntun Diet dan Terapi Gizi, Edisi 4. Jakarta: EGC

Kementerian Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 Dalam Angka.

WHO. (2023). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Bebas Stunting

    Barru dan Pertaruhan Generasi Bebas Stunting

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Stunting, Taruhan Masa Depan Stunting bukan sekadar masalah gizi, tetapi taruhan bagi masa depan generasi emas di masa mendatang. Stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data SSGI Kemenkes RI (2024), prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 23,1 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 19,8 persen. Hal […]

  • PMT Bubur Sumsum

    Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang. Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan intervensi gizi spesifik, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Artikel ini bertujuan menganalisis potensi PMT bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) […]

  • Gizi Seimbang

    Kenalkan Gizi Seimbang Sejak Dini, Mahasiswa UTM Ajak Anak TK Belajar Makanan Sehat Lewat Permainan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Bangkalan, MMI – Di tengah maraknya konsumsi makanan cepat saji dan jajanan instan pada anak-anak, edukasi mengenai pola makan sehat menjadi hal yang semakin penting. Berangkat dari kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan bertema “Mengenal Makanan Bergizi dan Bahaya Junk Food” di […]

  • Manfaat Olahraga

    Manfaat Olahraga bagi Kehidupan Sehari-hari

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Di tengah aktivitas sehari-hari yang sangat padat, masih banyak orang yang melupakan pentingnya melakukan olahraga secara teratur. Padahal dengan memiliki tubuh yang sehat dan bugar dapat membantu manusia untuk melakukan aktivitas nya dengan baik. Salah satu cara agar memiliki tubuh yang sehat dan bugar adalah dengan berolahraga. Olahraga tidak harus dilakukan dengan alat atau tempat yang bagus, […]

  • Hipertensi dan Diabetes

    Program Inovasi “PEPET SI DIA” (Pemantauan Penderita Hipertensi dan Diabetes dengan Kartu Merah Muda) di Puskesmas Patikraja

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan prevalensi hipertensi (HT) di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 30,8% dan prevalensi diabetes melitus (DM) sebesar 1,7%. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% pada usia 18 tahun ke atas, sedangkan prevalensi DM meningkat dari 6,9% menjadi 10,9% pada usia ≥ 15 tahun. Dari data program […]

  • Kolaborasi Tenaga Kesehatan

    IPE: Kunci Kolaborasi Tenaga Kesehatan untuk Layanan yang Lebih Baik

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Interprofessional Education bukan sekadar tren akademik—ini adalah fondasi sistem kesehatan masa depan yang lebih aman dan efektif. Bayangkan seorang pasien pasca-operasi yang mengeluhkan nyeri hebat kepada perawat, tetapi dokter yang menanganinya tidak diberitahu secara langsung karena sistem komunikasi antarprofesi yang lemah. Atau seorang apoteker yang menemukan potensi interaksi obat berbahaya, namun ragu menyampaikannya kepada dokter […]

expand_less