Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Opini » Community-based Healthcare: Jalan Mencapai Inklusivisme bagi ODHA

Community-based Healthcare: Jalan Mencapai Inklusivisme bagi ODHA

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
  • visibility 549
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penyediaan layanan kesehatan yang efektif dan inklusif bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah menjadi agenda dan prioritas yang ingin dicapai oleh berbagai kalangan sejak lama.

Layanan kesehatan bagi ODHA adalah bagian integral dari strategi penanggulangan HIV/AIDS. Segala upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sudah barang tentu melibatkan peran layanan kesehatan.

Namun, salah satu hal yang masih menjadi PR dalam penyelenggaraan layanan kesehatan bagi ODHA adalah masih adanya stigma dan stereotip terhadap mereka, tak terkecuali di sektor layanan kesehatan. Tenaga medis dan pekerja yang berkecimpung di sektor kesehatan juga tak luput dari sentimen semacam ini.

Laporan Jaringan Indonesia Positif pada 2024, berdasarkan data dari 1.400 responden, menyebutkan bahwa 20% penyandang ODHA menerima stigma di layanan kesehatan yang spesifik menangani HIV/AIDS, sementara 16% menerimanya di layanan kesehatan non-HIV/AIDS.

Lebih jauh, laporan tersebut juga menyatakan bahwa 58% populasi kunci belum mengambil perawatan antiretroviral—perawatan yang menjadi kunci utama dalam penanggulangan HIV—karena berbagai kekhawatiran dalam mengungkapkan status penyandang HIV yang mereka miliki.

Data tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan layanan kesehatan yang memadai bagi ODHA dan inklusivisme terhadap mereka adalah dua komponen yang bersifat integral, sinergis, dan saling mendukung dalam penanggulangan HIV.

Baca Juga: Dari Stigma ke Pemahaman: Mengenal Skizofrenia dengan Cara yang Lebih Tepat

Berfokus pada kapabilitas teknis layanan kesehatan dalam menanggulangi HIV, tetapi mengabaikan faktor inklusivisme dan awareness masyarakat justru kontraproduktif, tidak efisien, dan bertentangan dengan strategi dan rancangan besar dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Salah satu solusi yang dapat diambil untuk mencapai inklusivisme bagi ODHA dalam layanan kesehatan adalah melalui community-based healthcare.

Sesuai namanya, model layanan kesehatan yang satu ini berorientasi pada masyarakat sebagai agen utamanya, berkebalikan dengan layanan kesehatan yang institution-oriented seperti rumah sakit. Model layanan kesehatan ini menempatkan masyarakat sebagai penyedia utama layanan kesehatan bagi ODHA.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan di Era Perubahan Cuaca yang Ekstrem

Mereka yang terlibat dalam skema ini adalah masyarakat di mana ODHA juga turut menjadi bagian dari, sehingga berbagai layanan yang diberikan, mulai dari diagnosis, perawatan, hingga pendampingan dapat menjadi lebih intim, humanis, dan berdampak bagi ODHA.

Pada gilirannya, layanan kesehatan menjadi lebih inklusif dan terbuka, meningkatkan efektivitas dan efisiensinya. Para ODHA tak lagi ragu-ragu untuk memeriksakan dirinya dan memperoleh penanganan dini dari masyarakat, meningkatkan harapan mereka untuk hidup sehat dan menjalani kehidupan sebagaimana mestinya.

Penulis: Juan Cerwyn Casimira
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    7 Obat Tradisional untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi yang Terbukti Ampuh

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Di Indonesia, sekitar 1 dari 3 orang dewasa mengalami hipertensi, namun banyak yang belum menyadari gejalanya. Untungnya, ada beberapa obat tradisional yang terbukti efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Artikel ini akan membahas 7 […]

  • berhenti membandingkan diri

    Kalau Dia Bisa, Kenapa Kamu Nggak: Menemukan Rasa Berharga di Tengah Dunia yang Menuntut Keseragaman

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Banyak dari kita seringkali mendengar kalimat ini “kalau dia bisa kenapa kamu nggak” banyak orang tua, motivator, teman atau lingkungan menggunakan kalimat ini dengan tujuan untuk memotivasi dan berbagai media sosial mengulanginya setiap hari dalam bentuk lain. Tentang teman yang berhasil mendapatkan pekerjaan impiannya, mereka yang sukses diusia yang masih muda, mereka yang terlihat aktif, […]

  • Deteksi Dini Kanker Payudara

    Deteksi Dini Kanker Payudara: Langkah Sederhana yang Dapat Menyelamatkan Nyawa

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kanker Payudara Masih Menjadi Ancaman bagi Perempuan Indonesia Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, terdapat sekitar 66.271 kasus baru atau sekitar 30,1% dari seluruh kasus kanker di Indonesia. Sayangnya, sebagian besar pasien baru datang berobat ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut sehingga peluang kesembuhan menjadi […]

  • cara mengatasi flu

    7 Cara Mengatasi Flu dengan Obat Herbal yang Ampuh dan Terbukti Efektif

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Flu adalah salah satu penyakit yang paling umum menyerang setiap tahunnya. Gejalanya seperti demam, pilek, sakit kepala, dan tubuh lemas bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang mencari solusi alami untuk mengatasi flu dengan obat herbal. Yuk! Mari kita bahas cara mengatasi flu dengan obat herbal yang aman dan efektif berdasarkan data dan penelitian terbaru. Mengapa […]

  • Hipertensi dan Diabetes

    Program Inovasi “PEPET SI DIA” (Pemantauan Penderita Hipertensi dan Diabetes dengan Kartu Merah Muda) di Puskesmas Patikraja

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan prevalensi hipertensi (HT) di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 30,8% dan prevalensi diabetes melitus (DM) sebesar 1,7%. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% pada usia 18 tahun ke atas, sedangkan prevalensi DM meningkat dari 6,9% menjadi 10,9% pada usia ≥ 15 tahun. Dari data program […]

  • Gizi Seimbang

    Kenalkan Gizi Seimbang Sejak Dini, Mahasiswa UTM Ajak Anak TK Belajar Makanan Sehat Lewat Permainan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Bangkalan, MMI – Di tengah maraknya konsumsi makanan cepat saji dan jajanan instan pada anak-anak, edukasi mengenai pola makan sehat menjadi hal yang semakin penting. Berangkat dari kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan bertema “Mengenal Makanan Bergizi dan Bahaya Junk Food” di […]

expand_less