Community-based Healthcare: Jalan Mencapai Inklusivisme bagi ODHA
- account_circle TentangSehat.com
- calendar_month Rab, 17 Des 2025
- visibility 347
- comment 0 komentar

Community-based Healthcare: Jalan Mencapai Inklusivisme bagi ODHA. Sumber: MMI.
Penyediaan layanan kesehatan yang efektif dan inklusif bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah menjadi agenda dan prioritas yang ingin dicapai oleh berbagai kalangan sejak lama.
Layanan kesehatan bagi ODHA adalah bagian integral dari strategi penanggulangan HIV/AIDS. Segala upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sudah barang tentu melibatkan peran layanan kesehatan.
Namun, salah satu hal yang masih menjadi PR dalam penyelenggaraan layanan kesehatan bagi ODHA adalah masih adanya stigma dan stereotip terhadap mereka, tak terkecuali di sektor layanan kesehatan. Tenaga medis dan pekerja yang berkecimpung di sektor kesehatan juga tak luput dari sentimen semacam ini.
Laporan Jaringan Indonesia Positif pada 2024, berdasarkan data dari 1.400 responden, menyebutkan bahwa 20% penyandang ODHA menerima stigma di layanan kesehatan yang spesifik menangani HIV/AIDS, sementara 16% menerimanya di layanan kesehatan non-HIV/AIDS.
Lebih jauh, laporan tersebut juga menyatakan bahwa 58% populasi kunci belum mengambil perawatan antiretroviral—perawatan yang menjadi kunci utama dalam penanggulangan HIV—karena berbagai kekhawatiran dalam mengungkapkan status penyandang HIV yang mereka miliki.
Data tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan layanan kesehatan yang memadai bagi ODHA dan inklusivisme terhadap mereka adalah dua komponen yang bersifat integral, sinergis, dan saling mendukung dalam penanggulangan HIV.
Baca Juga: Dari Stigma ke Pemahaman: Mengenal Skizofrenia dengan Cara yang Lebih Tepat
Berfokus pada kapabilitas teknis layanan kesehatan dalam menanggulangi HIV, tetapi mengabaikan faktor inklusivisme dan awareness masyarakat justru kontraproduktif, tidak efisien, dan bertentangan dengan strategi dan rancangan besar dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Salah satu solusi yang dapat diambil untuk mencapai inklusivisme bagi ODHA dalam layanan kesehatan adalah melalui community-based healthcare.
Sesuai namanya, model layanan kesehatan yang satu ini berorientasi pada masyarakat sebagai agen utamanya, berkebalikan dengan layanan kesehatan yang institution-oriented seperti rumah sakit. Model layanan kesehatan ini menempatkan masyarakat sebagai penyedia utama layanan kesehatan bagi ODHA.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan di Era Perubahan Cuaca yang Ekstrem
Mereka yang terlibat dalam skema ini adalah masyarakat di mana ODHA juga turut menjadi bagian dari, sehingga berbagai layanan yang diberikan, mulai dari diagnosis, perawatan, hingga pendampingan dapat menjadi lebih intim, humanis, dan berdampak bagi ODHA.
Pada gilirannya, layanan kesehatan menjadi lebih inklusif dan terbuka, meningkatkan efektivitas dan efisiensinya. Para ODHA tak lagi ragu-ragu untuk memeriksakan dirinya dan memperoleh penanganan dini dari masyarakat, meningkatkan harapan mereka untuk hidup sehat dan menjalani kehidupan sebagaimana mestinya.
Penulis: Juan Cerwyn Casimira
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
- Penulis: TentangSehat.com

Saat ini belum ada komentar