Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Opini » Community-based Healthcare: Jalan Mencapai Inklusivisme bagi ODHA

Community-based Healthcare: Jalan Mencapai Inklusivisme bagi ODHA

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
  • visibility 394
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penyediaan layanan kesehatan yang efektif dan inklusif bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah menjadi agenda dan prioritas yang ingin dicapai oleh berbagai kalangan sejak lama.

Layanan kesehatan bagi ODHA adalah bagian integral dari strategi penanggulangan HIV/AIDS. Segala upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sudah barang tentu melibatkan peran layanan kesehatan.

Namun, salah satu hal yang masih menjadi PR dalam penyelenggaraan layanan kesehatan bagi ODHA adalah masih adanya stigma dan stereotip terhadap mereka, tak terkecuali di sektor layanan kesehatan. Tenaga medis dan pekerja yang berkecimpung di sektor kesehatan juga tak luput dari sentimen semacam ini.

Laporan Jaringan Indonesia Positif pada 2024, berdasarkan data dari 1.400 responden, menyebutkan bahwa 20% penyandang ODHA menerima stigma di layanan kesehatan yang spesifik menangani HIV/AIDS, sementara 16% menerimanya di layanan kesehatan non-HIV/AIDS.

Lebih jauh, laporan tersebut juga menyatakan bahwa 58% populasi kunci belum mengambil perawatan antiretroviral—perawatan yang menjadi kunci utama dalam penanggulangan HIV—karena berbagai kekhawatiran dalam mengungkapkan status penyandang HIV yang mereka miliki.

Data tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan layanan kesehatan yang memadai bagi ODHA dan inklusivisme terhadap mereka adalah dua komponen yang bersifat integral, sinergis, dan saling mendukung dalam penanggulangan HIV.

Baca Juga: Dari Stigma ke Pemahaman: Mengenal Skizofrenia dengan Cara yang Lebih Tepat

Berfokus pada kapabilitas teknis layanan kesehatan dalam menanggulangi HIV, tetapi mengabaikan faktor inklusivisme dan awareness masyarakat justru kontraproduktif, tidak efisien, dan bertentangan dengan strategi dan rancangan besar dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Salah satu solusi yang dapat diambil untuk mencapai inklusivisme bagi ODHA dalam layanan kesehatan adalah melalui community-based healthcare.

Sesuai namanya, model layanan kesehatan yang satu ini berorientasi pada masyarakat sebagai agen utamanya, berkebalikan dengan layanan kesehatan yang institution-oriented seperti rumah sakit. Model layanan kesehatan ini menempatkan masyarakat sebagai penyedia utama layanan kesehatan bagi ODHA.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan di Era Perubahan Cuaca yang Ekstrem

Mereka yang terlibat dalam skema ini adalah masyarakat di mana ODHA juga turut menjadi bagian dari, sehingga berbagai layanan yang diberikan, mulai dari diagnosis, perawatan, hingga pendampingan dapat menjadi lebih intim, humanis, dan berdampak bagi ODHA.

Pada gilirannya, layanan kesehatan menjadi lebih inklusif dan terbuka, meningkatkan efektivitas dan efisiensinya. Para ODHA tak lagi ragu-ragu untuk memeriksakan dirinya dan memperoleh penanganan dini dari masyarakat, meningkatkan harapan mereka untuk hidup sehat dan menjalani kehidupan sebagaimana mestinya.

Penulis: Juan Cerwyn Casimira
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sakit campak

    Campak Lebih Menular daripada COVID-19

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Saat ini publik dikejutkan dengan wabah campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura. Wabah ini telah merengut nyawa 17 anak dan menginfeksi hampir 2.000 lainnya selama delapan bulan terakhir, terhitung dari bulan Agustus 2025. Akibat lonjakan kasus yang signifikan ini, otoritas setempat mengklasifikasikannya menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa […]

  • media edukasi kesehatan

    Edukasi Manajemen Nyeri Komplementer Distraksi Audiovisual pada Pasien Rheumatoid Arthritis di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai yang diketahui Bapak Mulidan, S.Kep, Ns, M.Kep selaku Dosen Prodi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan rangkaian acara memberikan penyuluhan berjudul “Penerapan terapi komplementer dengan menggunakan distraksi audiovisual untuk menurunkan intesitas nyeri yang dirasakan oleh pasien rheumatoid arthtritis” pada Kamis (22/01) pukul […]

  • Mahasiswa Kebidanan UM Surabaya mengedukasi edukasi PHBS siswa di SD Bahreisy melalui penyuluhan kesehatan

    Tanamkan PHBS Sejak Dini, Mahasiswa Kebidanan UM Surabaya Edukasi Siswa SD Bahreisy

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SURABAYA – Menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dilakuka nsejak usiadini. Upaya tersebut dilakukan oleh mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan di SD Bahreisy. Kegiatan yang mengangkat tema Kesehatan Diri: Cuci Tangan dan Gosok Gigi itu diikuti siswa dan siswi sekolah dasar […]

  • Manfaat Olahraga

    Manfaat Olahraga bagi Kehidupan Sehari-hari

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Di tengah aktivitas sehari-hari yang sangat padat, masih banyak orang yang melupakan pentingnya melakukan olahraga secara teratur. Padahal dengan memiliki tubuh yang sehat dan bugar dapat membantu manusia untuk melakukan aktivitas nya dengan baik. Salah satu cara agar memiliki tubuh yang sehat dan bugar adalah dengan berolahraga. Olahraga tidak harus dilakukan dengan alat atau tempat yang bagus, […]

  • penyebab adhd anak

    Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Bayangkan seorang anak yang sesungguhnya ingin mendengarkan dan mengikuti arahan. Ia mencoba untuk duduk tenang, tetapi pikirannya bergerak lebih cepat daripada tubuhnya mampu mengikuti. Setiap suara kecil terasa seperti panggilan baru, setiap gerakan di sekelilingnya menarik fokusnya pergi. Ia berusaha berkali-kali untuk kembali memperhatikan, tetapi pikirannya seperti ditiup angin bergerak ke sana kemari tanpa ia […]

  • Peran Mikrobiota Usus

    Ketika Mikroba Mengendalikan Tubuh Kita: Peran Mikrobiota Usus dalam Sistem Imun dan Metabolisme

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kita sering memandang tubuh manusia sebagai sistem biologis yang sepenuhnya dikendalikan oleh sel-sel manusia. Namun di dalam usus besar hidup sekitar 10¹⁴ mikroorganisme dari ratusan hingga ribuan spesies berbeda. Jumlah ini setara, bahkan dapat melebihi, jumlah sel manusia dalam tubuh. Jika dihitung massanya, komunitas mikroba tersebut dapat mencapai 1–2 kilogram. Pertanyaannya: apakah makhluk-makhluk kecil ini […]

expand_less