Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Opini » Campak Lebih Menular daripada COVID-19

Campak Lebih Menular daripada COVID-19

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • visibility 464
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saat ini publik dikejutkan dengan wabah campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura. Wabah ini telah merengut nyawa 17 anak dan menginfeksi hampir 2.000 lainnya selama delapan bulan terakhir, terhitung dari bulan Agustus 2025. Akibat lonjakan kasus yang signifikan ini, otoritas setempat mengklasifikasikannya menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa).

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa campak bisa menular jauh lebih pesat bahkan empat hingga lima kali lipat dibandingkan dengan COVID-19.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A, Subs.IPT(K) mengatakan bahwa risiko penularan campak sebesar 12-18, sedangkan untuk COVID-19 sebesar 8-10.

Hal tersebut bisa diartikan bahwa jika satu orang terkena campak, ia berisiko menularkannya kepada 12 hingga 18 orang. Sementara itu, jika satu orang terkena COVID-19, ia beresiko menularkannya kepada delapan hingga 10 orang.

Campak itu sendiri adalah penyakit virus akut yang disebabkan oleh RNA virus genus Morbillivirus, famili Paramyxoviridae. Penyakit ini mudah menular melalui sistem pernapasan akibat droplet yang terhirup dari penderita. Masa inkubasi penyakit campak antara 7-18 hari.1

Campak memiliki tiga tahapan klinis. Stadium pertama adalah prodromal yang berlangsung sekitar 2-4 hari, ditandai demam tinggi hingga 39,5°C, malaise, batuk, coryza, serta mata merah.

Pada fase ini juga dapat muncul Koplik Spots yaitu bintik merah kecil dengan pusat putih keabu-abuan tetapi hanya tampak sebentar (sekitar 12 jam).

Selanjutnya masuk ke stadium eksantem, ditandai ruam makulopapular khas dengan pola menyebar dari belakang telinga ke wajah, leher, dada, lengan, bokong, hingga estremitas bawah.

Ruam ini bertahan 6-7 hari, dengan demam yang biasanya mencapai puncaknya (sekitar 40°C) pada hari ke-2 hingga ke-3 setelah ruam muncul. Jika demam tetap tinggi setelah hari ke-3 atau ke-4, biasanya menandakan adanya komplikasi.

Tahap terakhir adalah stadium penyembuhan (konvalesens), di mana dalam 3-4 hari ruam mulai menghilang. Ruam kemudian berubah kecoklatan dan akan menghilang sepenuhnya dalam 7-10 hari.2

Tidak hanya di Kabupaten Sumenep saja, peningkatan kasus campak juga terjadi di Jakarta. Pada tahun 2023 terjadi peningkatan kasus campak 10 kali lipat di Jakarta. Insiden rate suspek campak di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2023 adalah 32.1 per 100.000 penduduk.3

Baca Juga: Menjaga Kesehatan: Investasi Jangka Panjang untuk Hidup Berkualitas

Fakta ini membuat kita bertanya-tanya bagaimana mungkin penyakit lama yang bisa dicegah vaksin masih jadi ancaman besar di era modern?

Terdapat faktor-faktor yang memengaruhi kasus campak di Indonesia. Faktor pertama, yaitu rendahnya cakupan imunisasi. Menurut data Kemenkes, cakupan imunisasi sempat mencapai 92%, namun pada tahun 2018 menjadi 87,8% pada 2023.

Penurunan ini cukup untuk melemahkan herd immunity (kekebalan komunitas) yang akan sangat memengaruhi penyebaran wabah campak tersebut. Campak sangat mudah menular, sehingga membutuhkan cakupan imunisasi setidaknya 95% untuk mempertahankan kekebalan komunitas.4

Faktor kedua, yaitu pengetahuan ibu. Pengetahuan ibu mengenai imunisasi anak berpengaruh secara signifikan terhadap munculnya penyakit yang seharusnya dapat dicegah melalui vaksinasi, termasuk penyakit campak.

Seorang ibu yang memiliki pengetahuan yang memadai akan benar-benar memastikan anak-anaknya mendapatkan perlindungan melalui pemberian imunisasi campak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. 5

Baca Juga: Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

Faktor ketiga, yaitu kontak penderita dalam keluarga. Hal ini wajar, mengingat virus campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Seseorang yang tinggal serumah dengan penderita campak hampir pasti akan terinfeksi jika belum memiliki kekebalan, baik dari vaksinasi maupun dari riwayat infeksi sebelumnya.

Penularan terjadi melalui percikan ludah (droplet) saat batuk atau bersin dan virus dapat bertahan di udara hingga dua jam, sehingga kontak tidak harus selalu langsung.

Dengan demikian, solusi untuk menurunkan peningkatan dan penyebaran kasus campak harus diselesaikan secara komprehensif dan berkelanjutan. Solusinya bisa seperti peningkatan cakupan imunisasi di seluruh daerah secara merata untuk anak-anak.

Imunisasi ini disesuaikan dengan jadwal imunisasi rekomendasi IDAI tahun 2014, yaitu vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan dan selanjutnya vaksin penguat pada usia 2 tahun.

Peningkatan cakupan ini tidak hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga membangun herd immunity yang penting untuk mencegah wabah di masyarakat.

Selain itu, di era serba digital saat ini, masyarakat sangat rentan terhadap berita hoaks mengenai vaksin, yang sering menimbulkan misinformasi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tepat, baik melalui media sosial maupun seminar luring agar dapat menjawab keraguan masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi.

Edukasi ini sebaiknya mencakup penjelasan manfaat vaksin, risiko penyakit campak, serta keamanan dan efektivitas vaksin yang telah terbukti secara ilmiah.

Penulis: Salwa Ridwan
Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR)

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  1. Oktaviasari KE. Relationship of Measles Immunization with Measles in East Java. J Berk Epidemiol. 2018;6(2):166. doi:10.20473/jbe.v6i22018.166-173
  2. Halim RG. Tinjauan Pustaka Campak Pada Anak. 2021;43(3):186-189.
  3. Kendarti SF, Adnan N, Henderawati R. Analisis Situasi: Peningkatan Kasus Campak di Provinsi DKI Jakarta. J Teknol Kesehat Borneo. 2024;5(2):111-118. doi:10.30602/jtkb.v5i2.363
  4. Pandey A, Galvani AP. Exacerbation of measles mortality by vaccine hesitancy worldwide. Lancet Glob Heal. 2023;11(4):e478-e479. doi:10.1016/S2214-109X(23)00063-3
  5. RIANTINA A, NAJMAH N, SITORUS RJ. Analisis Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Campak Di Indonesia: Literatur Review. J Nurs Public Heal. 2024;12(1):122-132. doi:10.37676/jnph.v12i1.6349

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    7 Obat Tradisional untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi yang Terbukti Ampuh

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Di Indonesia, sekitar 1 dari 3 orang dewasa mengalami hipertensi, namun banyak yang belum menyadari gejalanya. Untungnya, ada beberapa obat tradisional yang terbukti efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Artikel ini akan membahas 7 […]

  • Mammografi untuk Mencegah Kanker Payudara

    Pentingnya Mammografi untuk Mencegah Kanker Payudara

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker paling umum yang menyerang wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, angka kejadian kanker payudara terus meningkat setiap tahunnya. Namun, dengan deteksi dini melalui mammografi, angka kematian akibat kanker payudara dapat ditekan secara signifikan. Apa itu Mammografi? Mammografi adalah prosedur pencitraan medis menggunakan sinar-X dosis rendah untuk memeriksa jaringan […]

  • cara aman minum teh

    Kebiasaan Minum Teh di Indonesia dan Kaitannya dengan Zat Tanin sebagai Faktor Risiko Anemia

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 450
    • 1Komentar

    Pendahuluan Teh merupakan salah satu minuman yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Minuman ini tidak hanya dikonsumsi sebagai pelepas dahaga, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya sosial dan kebiasaan sehari-hari. Teh sering disajikan di pagi hari, saat bersantai di sore hari, maupun sebagai pelengkap hidangan setelah makan. Kebiasaan minum teh ini diwariskan secara […]

  • Sewa AC Standing

    Rekomendasi Sewa AC Standing Terbaik: Harga, Kapasitas & Penggunaan

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 565
    • 6Komentar

    Saat kamu merencanakan acara di ruangan tertutup atau tenda outdoor, kenyamanan tamu adalah prioritas utama. Salah satu solusi yang tidak bisa dilewatkan adalah sewa AC standing. Selain praktis dan efisien, AC jenis ini juga mudah dipindahkan dan cocok untuk berbagai kebutuhan acara. Artikel ini akan membahas secara lengkap rekomendasi, kapasitas, hingga harga sewa AC standing […]

  • artikel gaya hidup sehat

    Menjaga Kesehatan: Investasi Jangka Panjang untuk Hidup Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam kehidupan. Tanpa tubuh dan pikiran yang sehat, segala pencapaian dalam hidup bisa kehilangan maknanya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya kewajiban pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial. Di era modern saat ini, dimana gaya hidup cenderung serba cepat dan instan, penting bagi setiap individu untuk kembali […]

  • Pengobatan Herbal untuk Penyakit Ginjal

    7 Pengobatan Herbal untuk Penyakit Ginjal yang Terbukti Efektif dan Aman

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Penyakit ginjal menjadi masalah kesehatan yang semakin sering dijumpai, baik pada usia muda maupun lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, pengobatan herbal untuk penyakit ginjal semakin mendapatkan perhatian sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan medis konvensional. Banyak orang yang mencari cara alami untuk mengatasi gangguan ginjal tanpa efek samping yang merugikan. Pada artikel ini, kita akan membahas […]

expand_less