Breaking News
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

  • account_circle tentangsehatcom
  • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang.

Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan intervensi gizi spesifik, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Artikel ini bertujuan menganalisis potensi PMT bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris) sebagai inovasi pangan lokal dalam mendukung pencegahan stunting.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi daun kelor dan kacang merah dapat meningkatkan kandungan protein dan mikronutrien penting seperti zat besi dan vitamin A, sehingga berpotensi mendukung pertumbuhan optimal anak balita.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurut World Health Organization, stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi (<-2 SD) dari standar pertumbuhan anak.

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Di Indonesia, pencegahan stunting menjadi prioritas nasional melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan rutin, edukasi gizi keluarga, serta pemberian PMT bagi balita berisiko gizi kurang. Posyandu berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan program ini di tingkat masyarakat.

Peran Strategis Posyandu dalam Pencegahan Stunting

Posyandu memiliki tiga fungsi utama dalam pencegahan stunting:

  1. Pemantauan pertumbuhan rutin
  2. Edukasi dan konseling gizi
  3. Intervensi gizi spesifik melalui PMT

Inovasi PMT berbasis pangan lokal menjadi strategi yang dianjurkan karena lebih berkelanjutan dan mudah diterapkan di masyarakat.

Potensi Gizi Daun Kelor dan Kacang Merah

1. Daun Kelor (Moringa oleifera)

Moringa oleifera dikenal memiliki kandungan protein, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan kalsium yang tinggi.

Studi dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa suplementasi kelor berkontribusi dalam peningkatan kadar hemoglobin dan status gizi anak.

Kandungan zat besi dan vitamin A pada daun kelor mendukung:

  • Pencegahan anemia
  • Peningkatan imunitas
  • Pertumbuhan jaringan tubuh

Baca Juga: Sulawesi Barat dan Mimpi Besar Menghapus Stunting

2. Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)

Phaseolus vulgaris merupakan sumber protein nabati dan energi yang baik, serta mengandung zat besi dan serat pangan.

Kombinasi protein kacang merah dengan karbohidrat dari tepung beras dalam bubur sumsum dapat meningkatkan kualitas protein melalui keseimbangan asam amino.

Inovasi PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

Bubur sumsum secara tradisional berbahan dasar tepung beras dan santan, yang dominan mengandung karbohidrat dan lemak.

Penambahan daun kelor dan kacang merah memberikan beberapa keunggulan:

  • Menambah kandungan protein
  • Menambah kandungan zat besi dan vitamin A
  • Meningkatkan kepadatan energi
  • Memanfaatkan bahan lokal yang ekonomis

Dari perspektif program, inovasi ini selaras dengan pedoman PMT berbasis pangan lokal yang dianjurkan oleh Kemenkes, yaitu menggunakan bahan mudah diperoleh, bernilai gizi tinggi, dan dapat diterima anak.

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Analisis Dampak terhadap Pencegahan Stunting

Stunting berkaitan erat dengan defisit protein dan mikronutrien jangka panjang. Intervensi melalui PMT berkualitas dapat:

  • Mendukung pertumbuhan linear anak
  • Mengurangi risiko anemia defisiensi besi
  • Meningkatkan kecukupan energi harian

Namun, keberhasilan intervensi sangat dipengaruhi oleh:

  • Konsistensi kunjungan Posyandu
  • Kepatuhan keluarga
  • Daya terima anak terhadap inovasi pangan

Posyandu memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal.

Bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris) merupakan inovasi yang berpotensi meningkatkan asupan protein dan mikronutrien penting bagi balita.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan nasional pencegahan stunting dan mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi dan berkelanjutan.


Penulis: Graciella Valerie Chen, S.Gz.
Mahasiswa Prodi Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Sumber

Cahyaningsih, O., Retnaningrum, O. T. D., & Zulaika, C. (2025). The utilization of moringa leaves (Moringa oleifera) as a nutritional supplement in preventing stunting in toddlers: Nutrition study and the impact of routine consumption.Indonesian Journal of Global Health Research, 7(1), 849–856. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i1.4401

Ihlas, I., & Hikmah, H. (2025). Preventing stunting in early childhood through the utilization of local food Moringa oleifera in Dompu. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. (Early publication). 

Oksidriyani, S. (2023). Moringa oleifera and undernutrition: A narrative review. Jurnal EduHealth. (Review focusing on malnutrition and stunting contexts). 

Sadohara, R., Wiesinger, J. A., Thompson, H. J., Glahn, R. P., & Cichy, K. (2024). Yellow bean (Phaseolus vulgaris L.) germplasm with less dietary fiber have shorter cooking times and more bioavailable iron. Current Research in Food Science, 10, 100942. https://doi.org/10.1016/j.crfs.2024.100847

Mbiu, J., Assefa, T., Mukankusi, C., Rubyogo, J. C., & Philipo, M. (2025). Consumer traits of common beans: A global and regional perspective on protein and mineral content. Frontiers in Nutrition, 12, 1658338. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1658338

  • Penulis: tentangsehatcom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emotional Exhaustion

    Ketika Jiwa Lelah: Memahami Apa itu Emotional Exhaustion

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah meningkatnya tuntutan hidup, pekerjaan yang semakin padat, serta tekanan untuk terus meningkatkan produktivitas di dunia kerja, individu dewasa modern sering kali terjebak dalam peran ganda sebagai pekerja, orang tua, pasangan, dan anggota sosial. Selain itu, hiruk-pikuk dunia digital yang membuat setiap orang terhubung tanpa henti semakin menambah beban. Semua faktor ini berkontribusi […]

  • cara mengelola stres

    10 Cara Mengelola Stres yang Ampuh dan Mudah

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Stres adalah reaksi alami tubuh terhadap tekanan atau tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun bisa menjadi dorongan untuk menghadapi situasi yang menantang, stres yang berkepanjangan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental kita. Nah mari kita cari tahu cara mengelola stres pada artikel berikut. Jadi penting untuk mengelola stres dengan cara yang […]

  • Cara Alami Menurunkan Kolesterol Tinggi baru

    Cara Alami Menurunkan Kolesterol Tinggi yang Terbukti Efektif untuk

    • calendar_month Jum, 29 Sep 2023
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Kolesterol tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali diabaikan, padahal dampaknya sangat besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Mengingat pentingnya menjaga kadar kolesterol dalam tubuh, Anda perlu mengetahui cara alami menurunkan kolesterol tinggi yang efektif dan aman. Pada artikel ini, kami akan membahas 7 tips terbukti ampuh untuk menurunkan kolesterol tinggi dengan […]

  • Cara Mengobati Diabetes dengan Obat Herbal

    7 Cara Mengobati Diabetes secara Alami dengan Obat Herbal yang Efektif

    • calendar_month Sel, 10 Des 2024
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Diabetes melitus adalah penyakit yang semakin banyak dialami oleh masyarakat di seluruh dunia. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan cukup atau tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang sangat penting untuk mengatur kadar gula darah. Salah satu cara untuk mengelola diabetes adalah dengan menggunakan obat herbal. Selanjutnya, mari […]

  • Strategi Efektif Mengobati Depresi Menurut Dokter untuk Pemulihan Optimal

    10 Cara Ampuh Mengobati Depresi Menurut Dokter untuk Pemulihan Optimal

    • calendar_month Rab, 7 Des 2022
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Depresi adalah salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum dan serius di dunia saat ini. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 264 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi setiap tahunnya. Nah, maka dari itu, kita perlu mengetahui cara ampuh mengobati depresi menurut dokter. Di Indonesia sendiri, angka ini terus meningkat […]

  • dr. Faisal Lukman Bawanong

    Sulawesi Barat dan Mimpi Besar Menghapus Stunting

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Sulawesi Barat saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam hal gizi anak. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023, prevalensi stunting di provinsi ini masih berkisar 35 persen, tertinggi kedua secara nasional. Angka tersebut jauh di atas ambang batas yang direkomendasikan WHO, yaitu di bawah 20 persen. Stunting bukan sekadar persoalan fisik anak yang pendek, […]

expand_less