Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

  • account_circle tentangsehatcom
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 311
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang.

Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan intervensi gizi spesifik, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Artikel ini bertujuan menganalisis potensi PMT bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris) sebagai inovasi pangan lokal dalam mendukung pencegahan stunting.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi daun kelor dan kacang merah dapat meningkatkan kandungan protein dan mikronutrien penting seperti zat besi dan vitamin A, sehingga berpotensi mendukung pertumbuhan optimal anak balita.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurut World Health Organization, stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi (<-2 SD) dari standar pertumbuhan anak.

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Di Indonesia, pencegahan stunting menjadi prioritas nasional melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan rutin, edukasi gizi keluarga, serta pemberian PMT bagi balita berisiko gizi kurang. Posyandu berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan program ini di tingkat masyarakat.

Peran Strategis Posyandu dalam Pencegahan Stunting

Posyandu memiliki tiga fungsi utama dalam pencegahan stunting:

  1. Pemantauan pertumbuhan rutin
  2. Edukasi dan konseling gizi
  3. Intervensi gizi spesifik melalui PMT

Inovasi PMT berbasis pangan lokal menjadi strategi yang dianjurkan karena lebih berkelanjutan dan mudah diterapkan di masyarakat.

Potensi Gizi Daun Kelor dan Kacang Merah

1. Daun Kelor (Moringa oleifera)

Moringa oleifera dikenal memiliki kandungan protein, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan kalsium yang tinggi.

Studi dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa suplementasi kelor berkontribusi dalam peningkatan kadar hemoglobin dan status gizi anak.

Kandungan zat besi dan vitamin A pada daun kelor mendukung:

  • Pencegahan anemia
  • Peningkatan imunitas
  • Pertumbuhan jaringan tubuh

Baca Juga: Sulawesi Barat dan Mimpi Besar Menghapus Stunting

2. Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)

Phaseolus vulgaris merupakan sumber protein nabati dan energi yang baik, serta mengandung zat besi dan serat pangan.

Kombinasi protein kacang merah dengan karbohidrat dari tepung beras dalam bubur sumsum dapat meningkatkan kualitas protein melalui keseimbangan asam amino.

Inovasi PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

Bubur sumsum secara tradisional berbahan dasar tepung beras dan santan, yang dominan mengandung karbohidrat dan lemak.

Penambahan daun kelor dan kacang merah memberikan beberapa keunggulan:

  • Menambah kandungan protein
  • Menambah kandungan zat besi dan vitamin A
  • Meningkatkan kepadatan energi
  • Memanfaatkan bahan lokal yang ekonomis

Dari perspektif program, inovasi ini selaras dengan pedoman PMT berbasis pangan lokal yang dianjurkan oleh Kemenkes, yaitu menggunakan bahan mudah diperoleh, bernilai gizi tinggi, dan dapat diterima anak.

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Analisis Dampak terhadap Pencegahan Stunting

Stunting berkaitan erat dengan defisit protein dan mikronutrien jangka panjang. Intervensi melalui PMT berkualitas dapat:

  • Mendukung pertumbuhan linear anak
  • Mengurangi risiko anemia defisiensi besi
  • Meningkatkan kecukupan energi harian

Namun, keberhasilan intervensi sangat dipengaruhi oleh:

  • Konsistensi kunjungan Posyandu
  • Kepatuhan keluarga
  • Daya terima anak terhadap inovasi pangan

Posyandu memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal.

Bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris) merupakan inovasi yang berpotensi meningkatkan asupan protein dan mikronutrien penting bagi balita.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan nasional pencegahan stunting dan mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi dan berkelanjutan.


Penulis: Graciella Valerie Chen, S.Gz.
Mahasiswa Prodi Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Sumber

Cahyaningsih, O., Retnaningrum, O. T. D., & Zulaika, C. (2025). The utilization of moringa leaves (Moringa oleifera) as a nutritional supplement in preventing stunting in toddlers: Nutrition study and the impact of routine consumption.Indonesian Journal of Global Health Research, 7(1), 849–856. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i1.4401

Ihlas, I., & Hikmah, H. (2025). Preventing stunting in early childhood through the utilization of local food Moringa oleifera in Dompu. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. (Early publication). 

Oksidriyani, S. (2023). Moringa oleifera and undernutrition: A narrative review. Jurnal EduHealth. (Review focusing on malnutrition and stunting contexts). 

Sadohara, R., Wiesinger, J. A., Thompson, H. J., Glahn, R. P., & Cichy, K. (2024). Yellow bean (Phaseolus vulgaris L.) germplasm with less dietary fiber have shorter cooking times and more bioavailable iron. Current Research in Food Science, 10, 100942. https://doi.org/10.1016/j.crfs.2024.100847

Mbiu, J., Assefa, T., Mukankusi, C., Rubyogo, J. C., & Philipo, M. (2025). Consumer traits of common beans: A global and regional perspective on protein and mineral content. Frontiers in Nutrition, 12, 1658338. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1658338

  • Penulis: tentangsehatcom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • cara mengelola stres

    10 Cara Mengelola Stres yang Ampuh dan Mudah

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Stres adalah reaksi alami tubuh terhadap tekanan atau tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun bisa menjadi dorongan untuk menghadapi situasi yang menantang, stres yang berkepanjangan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental kita. Nah mari kita cari tahu cara mengelola stres pada artikel berikut. Jadi penting untuk mengelola stres dengan cara yang […]

  • Pemeriksaan Kesehatan

    Healthy Village Movement: Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat Desa

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dari Program Studi Akuntansi menggelar sosialisasi bertema “Kegiatan Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat Desa”. Dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 mengenai Good Health and Well-Being, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat melalui program pemeriksaan dan edukasi kesehatan di lingkungan desa. Kegiatan ini […]

  • darurat sampah plastik

    Lingkungan Darurat Sampah: Analisis Krisis, Dampak, dan Solusi

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Abstrak Krisis sampah global, termasuk di Indonesia, semakin memburuk akibat tingginya pola konsumsi dan produksi material sekali pakai, terutama plastik. Artikel ini membahas penyebab utama meningkatnya volume sampah, dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan ekonomi, serta berbagai upaya yang telah dan dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Analisis turut menyoroti kondisi pengelolaan sampah nasional dan […]

  • Dampak Kurang Tidur terhadap Produktivitas

    Dampak Kurang Tidur terhadap Produktivitas

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Kurang tidur merupakan masalah kesehatan yang sering kali diremehkan, padahal konsekuensinya bisa signifikan dan memengaruhi banyak hal. Dalam dunia yang serba sibuk ini orang-orang sering kali memilih mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan pekerjaan, tugas kuliah, atau bermain gawai sampai larut malam. Padahal, tidur merupakan proses alami yang bagus untuk memulihkan tubuh, menjaga keseimbangan hormon dan […]

  • Dampak Kesehatan Karhutla

    Menakar Dampak Kesehatan Masyarakat Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat dalam Kajian Epidemiologi

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat telah menjadi siklus bencana ekologis berulang yang tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan dan perekonomian, tetapi juga dapat meneyebabkan krisis kesehatan masyarakat yang serius, dan hal ini akan menjadi beban kesehatan ke depan pasca Kahutla ini. Dari sudut pandang epidemiologi, asap pekat yang terjadi dari […]

  • Edukasi Hipertensi

    Mengenal LIMA KENDALI: Inovasi Edukasi Hipertensi dengan Foldable Bag dan Lagu Hipertensi

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Tekanan darah tinggi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia dan menjadi sebuah ancaman kesehatan bagi masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan kondisi komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019). Seseorang dapat dikategorikan tekanan darah tinggi ketika mengalami keadaan tekanan darah […]

expand_less