Breaking News
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

  • account_circle tentangsehatcom
  • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang.

Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan intervensi gizi spesifik, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Artikel ini bertujuan menganalisis potensi PMT bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris) sebagai inovasi pangan lokal dalam mendukung pencegahan stunting.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi daun kelor dan kacang merah dapat meningkatkan kandungan protein dan mikronutrien penting seperti zat besi dan vitamin A, sehingga berpotensi mendukung pertumbuhan optimal anak balita.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurut World Health Organization, stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi (<-2 SD) dari standar pertumbuhan anak.

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Di Indonesia, pencegahan stunting menjadi prioritas nasional melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan rutin, edukasi gizi keluarga, serta pemberian PMT bagi balita berisiko gizi kurang. Posyandu berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan program ini di tingkat masyarakat.

Peran Strategis Posyandu dalam Pencegahan Stunting

Posyandu memiliki tiga fungsi utama dalam pencegahan stunting:

  1. Pemantauan pertumbuhan rutin
  2. Edukasi dan konseling gizi
  3. Intervensi gizi spesifik melalui PMT

Inovasi PMT berbasis pangan lokal menjadi strategi yang dianjurkan karena lebih berkelanjutan dan mudah diterapkan di masyarakat.

Potensi Gizi Daun Kelor dan Kacang Merah

1. Daun Kelor (Moringa oleifera)

Moringa oleifera dikenal memiliki kandungan protein, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan kalsium yang tinggi.

Studi dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa suplementasi kelor berkontribusi dalam peningkatan kadar hemoglobin dan status gizi anak.

Kandungan zat besi dan vitamin A pada daun kelor mendukung:

  • Pencegahan anemia
  • Peningkatan imunitas
  • Pertumbuhan jaringan tubuh

Baca Juga: Sulawesi Barat dan Mimpi Besar Menghapus Stunting

2. Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)

Phaseolus vulgaris merupakan sumber protein nabati dan energi yang baik, serta mengandung zat besi dan serat pangan.

Kombinasi protein kacang merah dengan karbohidrat dari tepung beras dalam bubur sumsum dapat meningkatkan kualitas protein melalui keseimbangan asam amino.

Inovasi PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

Bubur sumsum secara tradisional berbahan dasar tepung beras dan santan, yang dominan mengandung karbohidrat dan lemak.

Penambahan daun kelor dan kacang merah memberikan beberapa keunggulan:

  • Menambah kandungan protein
  • Menambah kandungan zat besi dan vitamin A
  • Meningkatkan kepadatan energi
  • Memanfaatkan bahan lokal yang ekonomis

Dari perspektif program, inovasi ini selaras dengan pedoman PMT berbasis pangan lokal yang dianjurkan oleh Kemenkes, yaitu menggunakan bahan mudah diperoleh, bernilai gizi tinggi, dan dapat diterima anak.

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Analisis Dampak terhadap Pencegahan Stunting

Stunting berkaitan erat dengan defisit protein dan mikronutrien jangka panjang. Intervensi melalui PMT berkualitas dapat:

  • Mendukung pertumbuhan linear anak
  • Mengurangi risiko anemia defisiensi besi
  • Meningkatkan kecukupan energi harian

Namun, keberhasilan intervensi sangat dipengaruhi oleh:

  • Konsistensi kunjungan Posyandu
  • Kepatuhan keluarga
  • Daya terima anak terhadap inovasi pangan

Posyandu memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal.

Bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris) merupakan inovasi yang berpotensi meningkatkan asupan protein dan mikronutrien penting bagi balita.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan nasional pencegahan stunting dan mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi dan berkelanjutan.


Penulis: Graciella Valerie Chen, S.Gz.
Mahasiswa Prodi Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Sumber

Cahyaningsih, O., Retnaningrum, O. T. D., & Zulaika, C. (2025). The utilization of moringa leaves (Moringa oleifera) as a nutritional supplement in preventing stunting in toddlers: Nutrition study and the impact of routine consumption.Indonesian Journal of Global Health Research, 7(1), 849–856. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i1.4401

Ihlas, I., & Hikmah, H. (2025). Preventing stunting in early childhood through the utilization of local food Moringa oleifera in Dompu. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. (Early publication). 

Oksidriyani, S. (2023). Moringa oleifera and undernutrition: A narrative review. Jurnal EduHealth. (Review focusing on malnutrition and stunting contexts). 

Sadohara, R., Wiesinger, J. A., Thompson, H. J., Glahn, R. P., & Cichy, K. (2024). Yellow bean (Phaseolus vulgaris L.) germplasm with less dietary fiber have shorter cooking times and more bioavailable iron. Current Research in Food Science, 10, 100942. https://doi.org/10.1016/j.crfs.2024.100847

Mbiu, J., Assefa, T., Mukankusi, C., Rubyogo, J. C., & Philipo, M. (2025). Consumer traits of common beans: A global and regional perspective on protein and mineral content. Frontiers in Nutrition, 12, 1658338. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1658338

  • Penulis: tentangsehatcom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengobatan Penyakit Jantung Alami Tanpa Obat

    8 Pengobatan Penyakit Jantung Alami Tanpa Obat yang Ampuh

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Penyakit jantung tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Meskipun kemajuan dalam pengobatan medis telah memberikan banyak pilihan untuk pengelolaan penyakit jantung, banyak orang mulai mencari cara alternatif yang lebih alami dan minim efek samping dengan pengobatan penyakit jantung alami tanpa obat. Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah pengobatan penyakit jantung […]

  • cara mencegah cacing

    Cacing dan Gotong Royong

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Ulasan Umum Secara umum, prevalensi infeksi kecacingan di Indonesia mencapai 60-70%, terutama terjadi pada anak usia sekolah dasar (5-14 tahun) yang mencapai 21%. Prevalensi ini dipengaruhi oleh kondisi iklim tropis, kelembapan tinggi, serta sanitasi dan kebersihan yang buruk. Wilayah dengan prevalensi tinggi termasuk Nusa Tenggara Barat (83,6%), Sumatera Barat (82,3%), dan Sumatera Utara (60,4%). Secara […]

  • Penyebab Berat Badan Balita susah Naik

    Mengapa Berat Badan Balita Tidak Naik? Kenali Penyebab dan Solusinya

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, balita, remaja usia subur dan lansia. Penimbangan balita merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam pemantauan pertumbuhan. Pemantauan pertumbuhan setiap […]

  • ciri-ciri bakteri clostridium botulinum

    Mengenal Bakteri Clostridium botulinum: Ancaman di Balik Kaleng Rusak dan Cara Ampuh Menginaktivasinya

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda saat berkunjung ke swalayan melihat makanan kaleng yang penyok atau bahkan berkarat? Waspadalah karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa produk telah mengalami penurunan mutu loh. Di balik kemasan yang rusak itu, tersembunyi ancaman besar dari salah satu bakteri paling mematikan di dunia, yaitu Clostridium botulinum. Bakteri ini bukan hanya sekadar kuman biasa […]

  • Tugas Dokter Orthopedi

    10 Tugas Dokter Orthopedi dalam Menangani Berbagai Kondisi Kesehatan

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Dalam dunia medis, tugas dokter orthopedi dalam menangani berbagai kondisi kesehatan sangat vital untuk menjaga kualitas hidup pasien. Orthopedi adalah spesialisasi yang fokus pada diagnosis, pengobatan, pencegahan, dan rehabilitasi masalah muskuloskeletal. Apakah kamu pernah mengalami cedera tulang atau nyeri sendi? Dokter orthopedi adalah profesional yang tepat untuk membantu kamu kembali aktif dan sehat. Berikut adalah […]

  • Kampanye GEMAS

    Sobat Gemas Beraksi: Menularkan Semangat Makan Sehat Melalui Edukasi Kreatif

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Bekasi, 9 Juni 2025 – Dalam upaya meningkatkan program pola konsumsi sehat sejak usia sekolah kampanye “GEMAS” (Gerakan Makan Sehat) secara resmi meluncurkan sebagai kampanye edukatif yang menargetkan anak-anak usia sekolah dasar (SD) di wilayah Perumahan Villa Bekasi Indah 2 Blok E RT. 06/RW.047. Kampanye ini bersifat berkelanjutan dengan menerapkan pendekatan kreatif dan menyenangkan agar […]

expand_less