Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

  • account_circle tentangsehatcom
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 259
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang.

Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan intervensi gizi spesifik, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Artikel ini bertujuan menganalisis potensi PMT bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris) sebagai inovasi pangan lokal dalam mendukung pencegahan stunting.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi daun kelor dan kacang merah dapat meningkatkan kandungan protein dan mikronutrien penting seperti zat besi dan vitamin A, sehingga berpotensi mendukung pertumbuhan optimal anak balita.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurut World Health Organization, stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi (<-2 SD) dari standar pertumbuhan anak.

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Di Indonesia, pencegahan stunting menjadi prioritas nasional melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan rutin, edukasi gizi keluarga, serta pemberian PMT bagi balita berisiko gizi kurang. Posyandu berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan program ini di tingkat masyarakat.

Peran Strategis Posyandu dalam Pencegahan Stunting

Posyandu memiliki tiga fungsi utama dalam pencegahan stunting:

  1. Pemantauan pertumbuhan rutin
  2. Edukasi dan konseling gizi
  3. Intervensi gizi spesifik melalui PMT

Inovasi PMT berbasis pangan lokal menjadi strategi yang dianjurkan karena lebih berkelanjutan dan mudah diterapkan di masyarakat.

Potensi Gizi Daun Kelor dan Kacang Merah

1. Daun Kelor (Moringa oleifera)

Moringa oleifera dikenal memiliki kandungan protein, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan kalsium yang tinggi.

Studi dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa suplementasi kelor berkontribusi dalam peningkatan kadar hemoglobin dan status gizi anak.

Kandungan zat besi dan vitamin A pada daun kelor mendukung:

  • Pencegahan anemia
  • Peningkatan imunitas
  • Pertumbuhan jaringan tubuh

Baca Juga: Sulawesi Barat dan Mimpi Besar Menghapus Stunting

2. Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)

Phaseolus vulgaris merupakan sumber protein nabati dan energi yang baik, serta mengandung zat besi dan serat pangan.

Kombinasi protein kacang merah dengan karbohidrat dari tepung beras dalam bubur sumsum dapat meningkatkan kualitas protein melalui keseimbangan asam amino.

Inovasi PMT Bubur Sumsum berbasis Daun Kelor dan Kacang Merah

Bubur sumsum secara tradisional berbahan dasar tepung beras dan santan, yang dominan mengandung karbohidrat dan lemak.

Penambahan daun kelor dan kacang merah memberikan beberapa keunggulan:

  • Menambah kandungan protein
  • Menambah kandungan zat besi dan vitamin A
  • Meningkatkan kepadatan energi
  • Memanfaatkan bahan lokal yang ekonomis

Dari perspektif program, inovasi ini selaras dengan pedoman PMT berbasis pangan lokal yang dianjurkan oleh Kemenkes, yaitu menggunakan bahan mudah diperoleh, bernilai gizi tinggi, dan dapat diterima anak.

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Analisis Dampak terhadap Pencegahan Stunting

Stunting berkaitan erat dengan defisit protein dan mikronutrien jangka panjang. Intervensi melalui PMT berkualitas dapat:

  • Mendukung pertumbuhan linear anak
  • Mengurangi risiko anemia defisiensi besi
  • Meningkatkan kecukupan energi harian

Namun, keberhasilan intervensi sangat dipengaruhi oleh:

  • Konsistensi kunjungan Posyandu
  • Kepatuhan keluarga
  • Daya terima anak terhadap inovasi pangan

Posyandu memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, dan pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal.

Bubur sumsum berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris) merupakan inovasi yang berpotensi meningkatkan asupan protein dan mikronutrien penting bagi balita.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan nasional pencegahan stunting dan mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi dan berkelanjutan.


Penulis: Graciella Valerie Chen, S.Gz.
Mahasiswa Prodi Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Sumber

Cahyaningsih, O., Retnaningrum, O. T. D., & Zulaika, C. (2025). The utilization of moringa leaves (Moringa oleifera) as a nutritional supplement in preventing stunting in toddlers: Nutrition study and the impact of routine consumption.Indonesian Journal of Global Health Research, 7(1), 849–856. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i1.4401

Ihlas, I., & Hikmah, H. (2025). Preventing stunting in early childhood through the utilization of local food Moringa oleifera in Dompu. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. (Early publication). 

Oksidriyani, S. (2023). Moringa oleifera and undernutrition: A narrative review. Jurnal EduHealth. (Review focusing on malnutrition and stunting contexts). 

Sadohara, R., Wiesinger, J. A., Thompson, H. J., Glahn, R. P., & Cichy, K. (2024). Yellow bean (Phaseolus vulgaris L.) germplasm with less dietary fiber have shorter cooking times and more bioavailable iron. Current Research in Food Science, 10, 100942. https://doi.org/10.1016/j.crfs.2024.100847

Mbiu, J., Assefa, T., Mukankusi, C., Rubyogo, J. C., & Philipo, M. (2025). Consumer traits of common beans: A global and regional perspective on protein and mineral content. Frontiers in Nutrition, 12, 1658338. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1658338

  • Penulis: tentangsehatcom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencegahan Penyakit Degeneratif

    Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Lansia melalui Edukasi Kesehatan Terpadu di Desa Lidah Tanah Serdang Begadai

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Ringkasan Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia merupakan fenomena demografis yang terus berkembang seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat. Perubahan struktur usia penduduk ini membawa konsekuensi terhadap meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif yang berkaitan dengan proses penuaan, seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, osteoartritis, gangguan keseimbangan, serta penurunan fungsi gerak dan mobilitas. Penyakit degeneratif bersifat kronis, progresif, […]

  • Obat alami untuk Alergi Kulit dengan Obat Alami yang Terbukti Efektif

    7 Obat Alami untuk Alergi Kulit yang Terbukti Efektif

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Alergi kulit merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. Gejalanya, seperti gatal, kemerahan, dan bengkak, dapat mengganggu kualitas hidup. Ternyata ada banyak obat alami untuk alergi kulit yang bisa kamu gunakan. Pengobatan untuk alergi kulit dengan obat alami semakin populer sebagai alternatif yang lebih aman dan minim efek samping dibandingkan dengan […]

  • tips memanfaatkan barang bekas

    Inovatif! Mahasiswa KKN Memanfaatkan Barang Bekas menjadi Taman TOGA di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Pekalongan menghadirkan inovasi kreatif di Dusun Wonokeri, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 3 dan 4 Januari 2026. Melihat potensi lahan kosong dan isu sampah plastik, para mahasiswa ini menyulap barang-barang bekas menjadi Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga) […]

  • ADHD Dewasa

    “Kamu Cuma Malas!”: Stigma yang Menyakitkan di Balik ADHD Dewasa

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Kamu tahu ada yang berbeda sejak kecil. Guru bilang kamu “perlu belajar fokus”. Orang tua bilang kamu “punya energi melimpah”. Bos bilang kamu “perlu lebih terorganisir”. Teman bilang kamu “pelupa”. Pasangan bilang kamu “sering teralihkan”. Dan kamu bertanya-tanya. Kenapa hal-hal yang terlihat mudah bagi orang lain terasa begitu menantang? Kenapa kamu sudah berusaha sekuat tenaga, […]

  • Emotional Exhaustion

    Ketika Jiwa Lelah: Memahami Apa itu Emotional Exhaustion

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah meningkatnya tuntutan hidup, pekerjaan yang semakin padat, serta tekanan untuk terus meningkatkan produktivitas di dunia kerja, individu dewasa modern sering kali terjebak dalam peran ganda sebagai pekerja, orang tua, pasangan, dan anggota sosial. Selain itu, hiruk-pikuk dunia digital yang membuat setiap orang terhubung tanpa henti semakin menambah beban. Semua faktor ini berkontribusi […]

  • hubungan religiusitas dan kesehatan mental

    Ketika Iman Tidak Menghapus Penderitaan: Memahami Religiusitas dan Kesehatan Mental

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sebuah laporan dari Pusat Penelitian Pew Research Center menunjukkan bahwa mayoritas orang Indonesia menganggap agama sangat penting dalam hidup mereka, dan Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang sangat religius di seluruh dunia. Lebih dari 90% orang Indonesia yang menjawab menyatakan bahwa agama sangat penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dan jika dibandingkan dengan negara lain tingkat […]

expand_less