Breaking News
light_mode
Trending
Beranda » Opini » Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Lansia melalui Edukasi Kesehatan Terpadu di Desa Lidah Tanah Serdang Begadai

Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Lansia melalui Edukasi Kesehatan Terpadu di Desa Lidah Tanah Serdang Begadai

  • account_circle Salwa Alifah Yusrina
  • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Ringkasan

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia merupakan fenomena demografis yang terus berkembang seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat. Perubahan struktur usia penduduk ini membawa konsekuensi terhadap meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif yang berkaitan dengan proses penuaan, seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, osteoartritis, gangguan keseimbangan, serta penurunan fungsi gerak dan mobilitas.

Penyakit degeneratif bersifat kronis, progresif, dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup lansia, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Apabila tidak dilakukan upaya pencegahan yang efektif, kondisi tersebut dapat meningkatkan ketergantungan lansia terhadap keluarga dan tenaga kesehatan, serta menambah beban sistem pelayanan kesehatan.

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit degeneratif adalah rendahnya literasi kesehatan pada kelompok lansia. Banyak lansia yang belum memahami secara menyeluruh mengenai faktor risiko, tanda awal penyakit, serta strategi pencegahan melalui perubahan gaya hidup sehat.

Kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, kebiasaan hidup sedentari, serta pengelolaan stres yang kurang optimal merupakan faktor yang mempercepat terjadinya penurunan fungsi tubuh. Selain itu, keterbatasan akses terhadap edukasi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan menyebabkan lansia kurang memperoleh informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Lingkungan institusi pendidikan kesehatan memiliki potensi strategis sebagai pusat edukasi dan promosi kesehatan masyarakat. Desa Lidah Tanah serdang Begadai sebagai institusi pendidikan di bidang kesehatan memiliki sumber daya manusia dan keilmuan yang memadai untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis edukasi kesehatan.

Melalui pendekatan edukasi kesehatan terpadu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan lansia dalam mencegah penyakit degeneratif melalui perubahan perilaku hidup sehat.

Edukasi kesehatan terpadu dipilih sebagai strategi utama karena pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga melibatkan aspek praktik langsung dan partisipasi aktif peserta.

Metode edukasi yang bersifat interaktif memungkinkan lansia memahami materi secara lebih mendalam serta mengaitkan informasi dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini juga memberikan ruang bagi lansia untuk mengemukakan permasalahan kesehatan yang mereka alami sehingga solusi yang diberikan dapat lebih relevan dan kontekstual.

Pendekatan edukasi kesehatan terpadu terbukti mampu meningkatkan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Lansia menunjukkan antusiasme dalam mengikuti penyuluhan dan praktik aktivitas fisik.

Partisipasi aktif ini menjadi indikator penting bahwa metode edukasi yang digunakan mampu menjangkau kebutuhan peserta secara efektif. Selain itu, suasana belajar yang interaktif dan komunikatif menciptakan lingkungan yang nyaman bagi lansia untuk bertanya dan berdiskusi secara terbuka.

Kata Kunci: Penyakit degeneratif; Lansia; Edukasi kesehatan terpadu; Fisioterapi geriatri; Promosi kesehatan; Pencegahan penyakit; Aktivitas fisik lansia; Healthy aging.

 

Pendahuluan

Proses penuaan merupakan proses biologis alami yang ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis berbagai sistem tubuh, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit kronis dan degeneratif.

Penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, osteoartritis, dan osteoporosis merupakan masalah kesehatan utama pada kelompok lansia karena bersifat progresif, berlangsung lama, serta berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan kemandirian lansia. Jumlah penduduk lansia di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup.

Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa proporsi penduduk lanjut usia terus bertambah setiap tahun, yang berdampak pada meningkatnya beban penyakit degeneratif dan kebutuhan layanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif (Badan Pusat Statistik, 2023). Kondisi ini menuntut adanya strategi pencegahan yang efektif dan berkelanjutan di tingkat komunitas.

Penyakit degeneratif pada lansia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi juga oleh gaya hidup yang kurang sehat, seperti pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, serta pengelolaan stres yang tidak optimal. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat timbulnya penyakit degeneratif.

Lingkungan di Desa Lidah Tanah Serdang Begadai memiliki potensi strategis sebagai pusat edukasi dan promosi kesehatan, baik bagi civitas akademika maupun masyarakat sekitar, termasuk kelompok lansia. Namun demikian, edukasi kesehatan yang terintegrasi dan terfokus pada pencegahan penyakit degeneratif pada lansia masih belum dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.

Edukasi kesehatan terpadu merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam upaya pencegahan penyakit degeneratif pada lansia. Edukasi yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta disampaikan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik lansia, terbukti mampu meningkatkan perilaku hidup sehat dan menurunkan risiko penyakit kronis (Notoatmodjo, 2014; World Health Organization, 2021).

Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada upaya pencegahan penyakit degeneratif pada lansia melalui edukasi kesehatan terpadu. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian lansia dalam menjaga kesehatannya, khususnya di lingkungan Di Desa Lidah Tanah serdang Begadai.

 

Analisa Situasi

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia merupakan fenomena demografis yang terjadi secara global maupun nasional. Seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup, jumlah lansia terus bertambah dan membawa konsekuensi terhadap meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan penyakit kronis dan degeneratif.

Lansia mengalami perubahan fisiologis alami berupa penurunan fungsi sistem muskuloskeletal, kardiovaskular, metabolik, serta sistem saraf, yang berdampak pada meningkatnya risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, osteoartritis, nyeri kronis, dan gangguan mobilitas. Kondisi tersebut mempengaruhi kualitas hidup dan kemandirian lansia apabila tidak diimbangi dengan upaya promotif dan preventif yang memadai.

Di lingkungan masyarakat sekitar institusi pendidikan kesehatan, lansia merupakan kelompok yang membutuhkan edukasi kesehatan berkelanjutan. Namun dalam praktiknya, kegiatan edukasi kesehatan yang terstruktur dan terintegrasi belum dilakukan secara rutin.

Sebagian besar lansia memperoleh informasi kesehatan secara sporadis dari lingkungan sosial atau media umum yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan individu. Kurangnya pendekatan edukasi yang sistematis menyebabkan pemahaman lansia tentang pencegahan penyakit degeneratif masih terbatas.

Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa sebagian lansia belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai pentingnya aktivitas fisik ringan, pengelolaan stres, dan pola hidup sehat sebagai bagian dari pencegahan penyakit kronis.

Lansia cenderung berfokus pada pengobatan setelah munculnya keluhan, bukan pada upaya pencegahan. Selain itu, terdapat persepsi bahwa aktivitas fisik pada usia lanjut berisiko menimbulkan cedera, sehingga sebagian lansia memilih mengurangi gerak dan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan edukasi kesehatan lansia dan ketersediaan program edukasi yang aplikatif.

Edukasi kesehatan yang hanya bersifat ceramah satu arah sering kali kurang efektif dalam mendorong perubahan perilaku. Lansia membutuhkan pendekatan yang partisipatif, komunikatif, dan disertai praktik langsung agar mampu memahami serta menerapkan materi yang diberikan.

Lingkungan institusi pendidikan kesehatan memiliki potensi strategis sebagai pusat edukasi kesehatan berbasis komunitas. Keberadaan tenaga kesehatan, mahasiswa, dan fasilitas edukasi memungkinkan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang terarah dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, kegiatan edukasi kesehatan terpadu dipandang sebagai solusi yang relevan untuk meningkatkan literasi kesehatan lansia serta mendukung proses penuaan sehat (healthy aging).

 

Permasalahan Pasien

Permasalahan utama yang dihadapi lansia adalah rendahnya tingkat pengetahuan mengenai pencegahan penyakit degeneratif. Banyak lansia belum memahami faktor risiko yang dapat mempercepat timbulnya penyakit kronis, seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta kebiasaan hidup sedentari.

Kurangnya pemahaman ini berdampak pada rendahnya kesadaran untuk melakukan tindakan pencegahan secara mandiri. Selain itu, lansia sering mengalami keterbatasan dalam memahami informasi kesehatan yang bersifat teknis.

Bahasa medis yang kompleks dan metode penyampaian yang kurang interaktif membuat lansia sulit menyerap materi edukasi. Hal ini menyebabkan informasi kesehatan yang seharusnya bermanfaat menjadi tidak efektif dalam meningkatkan perubahan perilaku.

Permasalahan lain yang muncul adalah rendahnya kepercayaan diri lansia dalam melakukan aktivitas fisik. Sebagian lansia menganggap bahwa aktivitas fisik berpotensi menimbulkan cedera atau memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.

Persepsi ini menyebabkan lansia cenderung menghindari gerakan fisik dan memilih gaya hidup pasif. Padahal, aktivitas fisik ringan yang terarah justru berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh dan mencegah penurunan mobilitas.

Kurangnya pendampingan praktis juga menjadi hambatan. Lansia sering kali menerima informasi teoritis tanpa mendapatkan contoh praktik yang jelas. Akibatnya, lansia tidak memiliki gambaran konkret mengenai bagaimana menerapkan latihan fisik sederhana atau teknik relaksasi yang aman di rumah. Keterbatasan ini mengurangi efektivitas edukasi kesehatan yang diberikan sebelumnya.

Permasalahan sosial juga turut mempengaruhi kondisi kesehatan lansia. Sebagian lansia memiliki keterbatasan dukungan keluarga atau lingkungan dalam menjalankan gaya hidup sehat.

Tanpa dukungan sosial yang memadai, motivasi lansia untuk mempertahankan perubahan perilaku cenderung menurun. Oleh karena itu, pendekatan edukasi perlu mempertimbangkan aspek sosial dan emosional peserta.

Selain itu, lansia sering kali mengalami kebingungan dalam memilih informasi kesehatan yang benar karena banyaknya informasi yang beredar. Tanpa bimbingan tenaga kesehatan, lansia berisiko mengikuti praktik kesehatan yang tidak sesuai dengan kondisi fisik mereka. Permasalahan ini memperkuat kebutuhan akan kegiatan edukasi kesehatan terpadu yang disampaikan oleh tenaga profesional dengan pendekatan yang mudah dipahami.

 

Solusi Permasalahan

Solusi yang diberikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelaksanaan edukasi kesehatan terpadu yang menggabungkan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan praktis. Pendekatan ini bertujuan tidak hanya meningkatkan pemahaman lansia tetapi juga mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan.

Edukasi kesehatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif mengenai penyakit degeneratif, faktor risiko, serta strategi pencegahan berbasis gaya hidup sehat. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh lansia. Metode ceramah interaktif memungkinkan peserta untuk bertanya langsung sehingga terjadi komunikasi dua arah.

Sebagai bentuk penguatan, kegiatan dilengkapi dengan demonstrasi aktivitas fisik ringan yang aman. Latihan peregangan, keseimbangan, dan teknik pernapasan diajarkan secara bertahap agar peserta dapat mengikuti dengan nyaman.

Praktik langsung memberikan pengalaman nyata bagi lansia dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam melakukan aktivitas fisik. Diskusi kelompok juga menjadi bagian penting dari solusi yang diberikan. Melalui diskusi, lansia dapat berbagi pengalaman dan memperoleh dukungan sosial dari sesama peserta. Pendekatan partisipatif ini membantu membangun rasa kebersamaan dan meningkatkan motivasi dalam menerapkan gaya hidup sehat.

 

Hasil dan Luaran yang dicapai

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan keterlibatan aktif peserta selama pelaksanaan. Peserta mengikuti sesi edukasi dan praktik dengan antusias serta menunjukkan minat terhadap materi yang disampaikan. Interaksi antara pelaksana dan peserta berjalan dengan baik, menciptakan suasana belajar yang nyaman.

Luaran kegiatan meliputi terselenggaranya penyuluhan kesehatan terpadu, pelaksanaan praktik aktivitas fisik lansia, serta penyebaran media edukasi berupa leaflet kesehatan. Dokumentasi kegiatan juga tersedia sebagai bahan publikasi dan pelaporan kepada pihak terkait.

Selain luaran fisik, kegiatan menghasilkan perubahan sikap peserta terhadap pentingnya pencegahan penyakit degeneratif. Lansia menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai peran aktivitas fisik dan pola hidup sehat dalam menjaga kesehatan jangka panjang

 

Manfaat yang dicapai

Manfaat langsung yang dirasakan peserta adalah meningkatnya pemahaman mengenai kesehatan lansia dan pencegahan penyakit degeneratif. Lansia memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri, seperti latihan peregangan dan teknik relaksasi sederhana.

Secara tidak langsung, kegiatan ini memperkuat hubungan antara institusi pendidikan kesehatan dan masyarakat. Program pengabdian menjadi sarana transfer ilmu sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan. Selain itu, kegiatan mendorong terbentuknya komunitas lansia yang lebih aktif dan peduli terhadap kesehatan.

 

Faktor Penghambat dan Dukungan

Faktor penghambat yang ditemui meliputi perbedaan tingkat pemahaman peserta serta kebutuhan penyesuaian jadwal kegiatan. Beberapa lansia memerlukan penjelasan berulang agar materi dapat dipahami dengan baik. Selain itu, kondisi fisik yang beragam memerlukan pendekatan individual dalam praktik aktivitas fisik.

Faktor pendukung meliputi antusiasme peserta, dukungan pihak mitra, serta kesiapan tim pelaksana. Metode penyuluhan yang komunikatif dan praktik langsung menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung.

 

Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi latihan fisik, serta praktik langsung. Materi disusun berdasarkan kebutuhan lansia dan disampaikan dengan bahasa yang sederhana.

Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap partisipasi peserta dan pemahaman materi selama kegiatan. Pendekatan ini memungkinkan tim pelaksana menyesuaikan metode penyampaian secara fleksibel sesuai kebutuhan peserta.

 

Hasil dan Kesimpulan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksana dengan baik dan sesuai tujuan. Peserta menunjukkan keterlibatan aktif serta mampu mengikuti praktik aktivitas fisik yang diberikan. Edukasi kesehatan terpadu terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya pencegahan penyakit degeneratif.

Program ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan lansia dan menjadi dasar pengembangan kegiatan pengabdian berkelanjutan di masa mendatang. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup dan kemandirian lansia secara berkelanjutan.

 

Lampiran 1

Lampiran 2

 


Penulis:

  1. Sri Wahyuni Lase (2401061024)
  2. Arianti (2401061024)

Dosen Pengampu:

  1. Heri Saputra SST.FT.,M.Fis (0104068804)
  2. Riani Baiduri Siregar S.FT,M.FIS (0105018902)

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

World Health Organization. (2015). World Report on Ageing and Health. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2020). Integrated Care for Older People Guidelines. Geneva: WHO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia di Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

American College of Sports Medicine. (2018). ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription. Philadelphia: Wolters Kluwer.

Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Healthy Aging and Physical Activity Recommendations. Atlanta: CDC.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Panduan Aktivitas Fisik bagi Lansia. Jakarta: Kemenkes RI.

World Health Organization. (2018). Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. Geneva: WHO.

 

 

  • Penulis: Salwa Alifah Yusrina

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mammografi untuk Mencegah Kanker Payudara

    Pentingnya Mammografi untuk Mencegah Kanker Payudara

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker paling umum yang menyerang wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, angka kejadian kanker payudara terus meningkat setiap tahunnya. Namun, dengan deteksi dini melalui mammografi, angka kematian akibat kanker payudara dapat ditekan secara signifikan. Apa itu Mammografi? Mammografi adalah prosedur pencitraan medis menggunakan sinar-X dosis rendah untuk memeriksa jaringan […]

  • Fakta MSG

    Mengenal MSG Lebih Dekat: Penguat Rasa yang Sering disalahpahami

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Salwa Alifah Yusrina
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Monosodium Glutamate atau lebih dikenal sebagai MSG atau vetsin merupakan salah satu bahan tambahan pangan (BTP) golongan penguat rasa. Bahan tambahan pangan ini telah lama digunakan oleh masyarakat untuk menghadirkan karakteristik cita rasa gurih atau umami pada berbagai masakan, baik dari tingkat industri pangan maupun dapur rumah tangga. Secara kimia, Monosodium Glutamate memiliki rumus kimia […]

  • media edukasi kesehatan

    Edukasi Manajemen Nyeri Komplementer Distraksi Audiovisual pada Pasien Rheumatoid Arthritis di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai yang diketahui Bapak Mulidan, S.Kep, Ns, M.Kep selaku Dosen Prodi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan rangkaian acara memberikan penyuluhan berjudul “Penerapan terapi komplementer dengan menggunakan distraksi audiovisual untuk menurunkan intesitas nyeri yang dirasakan oleh pasien rheumatoid arthtritis” pada Kamis (22/01) pukul […]

  • Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

    Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Disusun Oleh: Rini Puspasari Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Dosen Pengampu: Prof. Drs. Tugiyono, M.Si., Ph. D Abstrak Air bersih dapat diartikan sebagai kebutuhan bagi kehidupan manusia. Kualitas air yang buruk dan perilaku Masyarakat dalam mengelola air sangat berpengaruh terhadap derajat Kesehatan Masyarakat. Kualitas air dan perilaku Masyarakat merupakan factor utama yang […]

  • Overweight pada balita

    Cegah Overweight pada Balita dengan Edukasi Permainan Engklek

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Masalah gizi pada balita merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia. Saat ini, masalah gangguan gizi tidak hanya kekurangan gizi, tetapi kelebihan berat badan (overweight) pada balita juga menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai. Mengapa Overweight pada Balita Terjadi? Kelebihan berat badan terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran energi (energy expenditures) […]

  • Cara Efektif Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih dengan Obat Medis dan Tradisional

    7 Cara Efektif Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih dengan Obat Medis dan Tradisional

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh banyak orang, terutama wanita. Kamu mungkin pernah merasakan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau rasa tidak nyaman di daerah perut bagian bawah. Untungnya, ada berbagai pengobatan untuk infeksi saluran kemih dengan obat medis dan tradisional yang […]

expand_less