Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Mengapa Berat Badan Balita Tidak Naik? Kenali Penyebab dan Solusinya

Mengapa Berat Badan Balita Tidak Naik? Kenali Penyebab dan Solusinya

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 669
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, balita, remaja usia subur dan lansia. Penimbangan balita merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam pemantauan pertumbuhan.

Pemantauan pertumbuhan setiap bulan bertujuan sebagai deteksi dini untuk mencegah terjadinya gagal tumbuh kembang pada balita.

Semakin cepat ditemukan, kasus gizi kurang atau gizi buruk akan semakin cepat ditangani (Kemenkes RI, 2012). Persentase rata-rata balita umur 6-59 bulan yang ditimbang di Indonesia pada tahun 2019 adalah 73,86% anak per bulan (Kemenkes RI, 2020).

Penurunan stunting merupakan program pemerintah yang ingin dicapai. Salah satu kebijakan paling penting adalah Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Peraturan Presiden ini menetapkan target nasional yang jelas untuk menurunkan prevalensi stunting secara signifikan, dengan sasaran mencapai angka 14% pada tahun 2029. Status gizi anak balita diukur berdasarkan usia meliputi : Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB). BB anak balita ditimbang menggunakan timbangan dan TB diukur menggunakan alat ukur tinggi badan (KPPPA, 2019).

Baca Juga: Sobat Gemas Beraksi: Menularkan Semangat Makan Sehat Melalui Edukasi Kreatif

Dalam rangka menerapkan upaya pedoman gizi seimbang, setiap keluarga harus mampu mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarganya.

Upaya yang dilakukan yaitu dengan cara menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan, menu makanan yang bervariasi, menggunakan garam beryodium, dan pemberian suplemen gizi sesuai anjuran petugas kesehatan (Kemenkes RI, 2020).

Pertambahan berat badan adalah salah satu indikator utama dalam menilai kesehatan dan tumbuh kembang balita. Namun, tak sedikit orang tua yang merasa cemas karena berat badan anaknya tidak naik secara signifikan dari bulan ke bulan.

Penyebab Umum Berat Badan Balita Tidak Naik

Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan atau ketidakseimbangan asupan gizi. Artikel ini akan membahas penyebab umum mengapa berat badan balita tidak naik, serta solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

⁠1. Asupan Gizi Tidak Cukup

Balita yang tidak mendapatkan kalori, protein, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan umurnya, berisiko mengalami perlambatan pertumbuhan. Ini bisa terjadi karena:

  •         Pola makan yang tidak teratur
  •         Porsi makan terlalu sedikit
  •         Nasfu makan rendah
  •         Anak memilih-milih makanan (picky eater)
  •         Keterbatasan ekonomi keluarga
  •         Makanan tidak seimbang (misalnya tinggi karbohidrat, tapi rendah protein, vitamin dan mineral)

2. Penyakit Infeksi atau Gangguan Pencernaan

Infeksi saluran cerna, cacingan, diare kronis, atau tuberkulosis (TBC), bisa menyebabkan anak sulit menyerap nutrisi, sehingga berat badan tidak bertambah meski sudah makan cukup.

Baca Juga: Fakta atau Menyesatkan: Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak

3.⁠ ⁠Stimulasi Makan yang Tidak Optimal

Cara penyajian makanan, suasana makan yang kurang menyenangkan, atau tekanan saat makan bisa membuat anak menolak makan. Balita butuh pendekatan lembut dan sabar agar tidak trauma terhadap waktu makan.

4.⁠ ⁠Masalah Psikososial dan Lingkungan

Stres dalam keluarga, kurangnya perhatian, atau kondisi lingkungan yang kurang bersih juga bisa memengaruhi nafsu makan dan daya tahan tubuh anak.

5.⁠ ⁠Gangguan Tumbuh Kembang anak atau Kondisi Medis Khusus

Beberapa balita memiliki kebutuhan khusus atau kelainan metabolik yang membuat berat badannya sulit naik, meski makan banyak. Kondisi seperti alergi makanan, malabsorpsi, atau kelainan genetik bisa menjadi faktor.

Baca Juga: 10 Cara Mengelola Stres yang Ampuh dan Mudah

Solusi untuk Mengatasi Berat Badan Balita yang Tidak Naik

1. Evaluasi Pola Makan Anak

  •         Pastikan anak makan 3 kali makanan utama dan 2 kali camilan sehat setiap hari.
  •         Gunakan bahan makanan sumber protein hewani seperti telur, tempe, ikan, daging.
  •         Sajikan makanan dengan variasi rasa, warna, dan jenis makanan untuk meningkatkan selera makan
  •         Sesuaikan tekstur makanan dengan usia anak

2. Perhatikan Kebersihan dan Kesehatan Anak

  •         Berikan imunisasi dan vitamin sesuai jadwal.
  •         Rutin minum obat cacingan setiap 6 bulan sekali.
  •         Segera periksakan anak jika ada gejala infeksi atau keluhan pencernaan.
  •         Biasakan mencuci tangan

3. Lakukan Pemantauan Berat Badan Rutin

  •         Timbang berat badan anak setiap bulan di posyandu atau puskesmas.
  •         Gunakan KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk memantau grafik pertumbuhan.
  •         Jika berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.

4. Bangun Kebiasaan Makan Positif

  •         Hindari memaksa anak makan.
  •         Makan bersama keluarga dalam suasana menyenangkan.
  •         Jadikan waktu makan sebagai momen yang hangat dan rutin.

5. Konsultasi dengan Tenaga Ahli

Jika setelah melakukan perbaikan pola makan dan gaya hidup berat badan anak tetap tidak naik, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi untuk evaluasi lebih lanjut.

Baca Juga: Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat 

Posyandu berperan penting dalam memantau pertumbuhan dan mencegah gangguan gizi pada balita melalui penimbangan rutin dan edukasi kesehatan. Berat badan yang tidak naik dapat menjadi tanda gangguan kesehatan, gizi kurang, atau masalah tumbuh kembang anak.

Penyebab utamanya meliputi asupan gizi yang tidak cukup, infeksi, gangguan pencernaan, hingga faktor psikososial. Untuk mengatasi hal ini, orang tua perlu memperbaiki pola makan anak, menjaga kebersihan, rutin memantau pertumbuhan berat badan di Posyandu, dan berkonsultasi ke tenaga kesehatan jika ditemukan kelainan.

Upaya terpadu antara keluarga dan layanan kesehatan sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang balita yang optimal.

Daftar Pustaka 

Wigati, D. N., & Ekasari, W. U. (2020). Rutinitas kunjungan posyandu terhadap peningkatan berat   badan balita. The Shine Cahaya Dunia Kebidanan, 5(2).

Kemenkes, R. I. (2020). Profil Kesehatan Indonesia. Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

UNICEF. (2020). Improving young children’s diets during the complementary feeding period. UNICEF programming guidance, 76, 118-122.

Margo, A. S. (2022). STRATEGI BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL DALAM PROGRAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH KECAMATAN DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR (Doctoral dissertation, Universitas Nasional).

Maryam, S., Rahman, M. A., & Priliantini, A. (2019). Pengaruh Kampanye Imunisasi Measles Rubella melalui Iklan Layanan Masyarakat oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terhadap Perilaku Masyarakat (The Influence of Rubella Measles Immunization Campaign through Public Service Announcement by the Indonesia Ministry of Health on Community Behavior). JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi), 21(1), 43-57.

 

Penulis: Maria Leticia Cristóvão Gomes, S.Gz.
Mahasiswa Program Studi Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul

Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lembaga Pendidikan Guru TPQ

    Analisis BMC (Business Model Canvas) Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (PGTPQ YAHQI): Transformasi Metode Pembelajaran Kreatif, Inofatif dan Komprehensif

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Pendahuluan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) merupakan salah satu lembaga pendidikan non-formal yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muslim yang mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran sejak dini. Namun, kualitas pembelajaran di TPQ sangat bergantung pada kompetensi para gurunya. Lembaga Pendidikan Guru TPQ hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Lembaga ini dirancang khusus untuk meningkatkan […]

  • Manfaat Kunyit da Jahe

    7 Manfaat Kunyit dan Jahe serta Temulawak yang Mengejutkan!

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Redaksi TentangSehat.com
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Manfaat kunyit dan jahe serta temulawak sudah menjadi rahasia warisan nenek moyang yang kini terbukti secara ilmiah. Kamu yang sedang mencari solusi alami untuk menjaga kesehatan tubuh wajib tahu bagaimana ramuan herbal ini bisa memberikan dampak luar biasa ketika dikonsumsi secara teratur. Senyawa Aktif untuk Perlindungan Maksimal Kunyit mengandung kurkumin, jahe memiliki gingerol, dan temulawak […]

  • tips gaya hidup sehat

    Gaya Hidup Sehat: Pilihan atau Kebutuhan?

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Di era modern saat ini, banyak orang lebih sibuk dengan pekerjaan, pendidikan, dan hiburan daripada menjaga kesehatan mereka. Begadang, kurang berolahraga, dan mengonsumsi makanan cepat saji adalah kebiasaan umum, terutama di kalangan remaja. Padahal, kesehatan adalah faktor penting yang memengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika tubuh tidak dirawat dengan baik, berbagai penyakit dapat muncul dan mengganggu […]

  • Spiritual Care

    Di Balik Teknologi Modern Rumah Sakit: Pentingnya Empati dan Spiritual Care bagi Pasien Kronis

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Perkembangan pelayanan kesehatan membawa banyak kemajuan mulai dari teknologi medis semakin canggih hingga sistem pelayanan yang lebih modern. Namun, di balik kemajuan tersebut, kedekatan emosional antara tenaga kesehatan dan pasien perlahan mulai memudar. Pelayanan kesehatan sering kali terlalu berfokus pada tindakan medis dan hasil klinis, padahal pasien tidak hanya datang dengan keluhan fisik, tetapi juga […]

  • ADHD Dewasa

    “Kamu Cuma Malas!”: Stigma yang Menyakitkan di Balik ADHD Dewasa

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Kamu tahu ada yang berbeda sejak kecil. Guru bilang kamu “perlu belajar fokus”. Orang tua bilang kamu “punya energi melimpah”. Bos bilang kamu “perlu lebih terorganisir”. Teman bilang kamu “pelupa”. Pasangan bilang kamu “sering teralihkan”. Dan kamu bertanya-tanya. Kenapa hal-hal yang terlihat mudah bagi orang lain terasa begitu menantang? Kenapa kamu sudah berusaha sekuat tenaga, […]

  • Sumber Kolagen

    Melirik Potensi Limbah Kulit dan Tulang Ikan sebagai Sumber Kolagen

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Industri pengolahan perikanan di Indonesia tumbuh pesat seiring dengan tingginya permintaan produk perikanan, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor. Namun, seiring pertambahan produksi perikanan, bertambah pula limbah yang dihasilkan. Sekitar 30–40% dari total berat ikan dimanfaatkan sebagai produk utama, sementara sisanya berupa limbah padat seperti kepala, tulang, kulit, sirip, dan sisik. Bagian tulang menyumbang 10–20% […]

expand_less