Breaking News
light_mode
Trending
Beranda » Penelitian » Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

  • account_circle tentangsehatcom
  • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

Disusun Oleh: Rini Puspasari
Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Dosen Pengampu: Prof. Drs. Tugiyono, M.Si., Ph. D

Abstrak

Air bersih dapat diartikan sebagai kebutuhan bagi kehidupan manusia. Kualitas air yang buruk dan perilaku Masyarakat dalam mengelola air sangat berpengaruh terhadap derajat Kesehatan Masyarakat. Kualitas air dan perilaku Masyarakat merupakan factor utama yang mempengaruhi derajat Kesehatan Masyarakat. Air yang tercemar secara fisik, kimia, maupun mikrobiologi berkontribusi terhadap tingginya prevalensi penyakit berbasis air seperti diare, kolera, hepatitis A, dan demam tifoid. Selain itu, perilaku Masyarakat dalam mengelola air, seperti kebiasaan mencuci tangan, penyimpanan air minum yang higienis serta pengelolaan limbah cair yang baik, memainkan peran krusial dalam mencegah penularan penyakit. Berbagai studi menunjukkan bahwa intervensi pada kualitas air dan perubahan perilaku higienis secara signifikan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit berbasis air. Oleh karena itu, Upaya perbaikan infrastruktur air bersih, edukasi sanitasi, dan pemberdayaan Masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan derajat Kesehatan secara berkelanjutan. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin untuk mengelola kualitas air dan perilaku Masyarakat dalam rangka mencapai Masyarakat yang sehat dan Sejahtera. Sehingga pada artikel ini membahas bagaimana hubungan antara kualitas air, perilaku Masyarakat, dan dampaknya terhadap Kesehatan. Dengan pendekatan kajian literatur dan studi teknis, makalah ini mengidentifikasi prasyarat serta kondisi ideal yang diperlukan untuk meningkatkan Kesehatan Masyarakat melalui pengelolaan air yang baik.

Kata kunci : Kualitas air, Perilaku higienis, Derajat Kesehatan, sanitasi, air bersih

I. PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, pasal 31 menyatakan bahwa penyehatan dilakukan terhadap madia lingkungan berupa air, udara, tanah, pangan, serta sarana dan bangunan. Pengaturan Kesehatan lingkungan bertujuan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi maupun sosial.  Agar setiap orang memungkinkan untuk mencapai derajat Kesehatan yang setinggi – tingginya, oleh karena itu adanya penyehatan lingkungan perlu diawali dari masyarakatnya terlebih dahulu. (Annisa & Susilawati, 2022)

Air merupakan komponen vital dalam kehidupan sehari – hari. Menurut WHO (2017) dan (Haque et al., 2024), sekitar 850 juta orang orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke air minum dan air bersih. Air yang terkontaminasi bertanggung jawab atas sekitar 80% penyakit di negara berkembang disebabkan oleh konsumsi air yang tercemar. Banyak wilayah di Indonesia, akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan besar, diperparah dengan perilaku Masyarakat yang kurang memperhatikan sanitasi dan pengelolaan air. Akibatnya berbagai penyakit air seperti diare, kolera dan hepatitis A tetap menjadi ancaman utama.

Menurut (Oktavianisya et al., 2020) program penyehatan air, salah satunya bagian integral adalah penggunaan air bersih secara menyeluruh bagi semua Masyarakat di Indonesia. Program penyehatan air yaitu merencanakan kebutuhan air bersih dan meratanya penggunaan air bersih bagi kebutuhan penduduk pedesaan dan perkotaan. Selain kualitas air pada sumber air berkurang yang disebabkan oleh pencemaran, tidak terpenuhinya kuantitas air bersih yang layak konsumsi sehingga meningkatkan penyakit seperti diare, kudis, dan trachoma. Perilaku atau kebiasaan penggunaan air bersih, buang sampah dan buang air besar sembarangan serta pembuangan limbah berkaitan erat dengan factor lingkungan (fisik, biologi, dan sosio kultural). Hal tersebut berdampak terhadap kualitas air di daerah itu dan Masyarakat akan rentan terhadap penyakit – penyakit menular yang disebabkan oleh air.

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah program khusus dari pemerintah Indonesia. Program ini mempunyai tujuan meningkatkan kualitas Kesehatan Masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Program ini dijalankan melalui proses edukasi kepada Masyarakat, tiap individu diharapkan menjadi sadar Kesehatan dan mampu menjalankan perilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari – hari. Terdapat lima tatanan perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu PHBS di rumah tangga, sekolah, tempat kerja, sarana Kesehatan dan tempat umum. PHBS adalah perilaku Kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang Kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas Masyarakat. Perilaku hidup bersih sehat pada dasarnya merupakan sebuah Upaya untuk menularkan pengalaman mengenai pola hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun Masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi (Susianti, n.d.)

b. Fokus Masalah

  1. Bagaimana pengaruh kualitas air terhadap Kesehatan Masyarakat?
  2. Sejauh mana perilaku Masyarakat dalam mengelola air mempengaruhi Tingkat Kesehatan?
  3. Apa Upaya yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kualitas air dan perilaku terkait air di Masyarakat?

c. Tujuan

  1. Menganalisis hubungan antara kualitas air dan derajat Kesehatan Masyarakat.
  2. Mengidentifikasi perilaku Masyarakat yang berdampak terhadap pengelolaan air.
  3. Menyusun rekomendasi untuk meningkatkan kualitas air dan perilaku higienis di Masyarakat.

II. LANDASAN TEORI

a. Kualitas Air terhadap Kesehatan Masayarakat

Menurut White, Bradley, dan White (2002), kualitas air dipengaruhui factor fisika, kimia dan biologis yang menentukan kesesuaiannya untuk dikonsumsi. Teori perilaku Kesehatan seperti Health Belief Model (Becker, 1974) menerangkan bahwa kesadaran individu terhadap risiko Kesehatan mempengaruhi perilaku preventif, termasuk perilaku menjaga kebersihan air. Karena air yang tidak memenuhi standar Kesehatan dapat menjadi media penularan penyakit (WHO, 2017), sedangkan perubahan perilaku Masyarakat terhadap penggunaan dan pengelolaan air yang benar dapat secara signifikan menurunkan angka kesakitan.

Sumber air bersih dan aman yang diperuntukkan bagi konsumsi manusia harus berasal dari sumber yang bersih dan aman. Batasan – Batasan sumber air yang bersih dan aman tersebut, antara lain:

  • Bebass dari kontaminasi kuman dan bibit penyakit
  • Bebas dari substansi kimia yang berbahaya dan beracun
  • Tidak berasa dan tidak bau
  • Dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan domestic dan rumah tangga
  • Memenuhi standar minimal yang ditentukan oleh WHO atau Departemen Kesehatan RI

Penyediaan sarana air bersih merupakan salah satu Upaya yang dapat dilakukan dalam memperbaiki derajat Kesehatan Masyarakat. Air yang berkualitas baik perlu disediakan sebagai pemenuhan dasar bagi kebutuhan hidup manusia. Karena air yang tidak bersih dapat menularkan berbagai penyakit seperti water disease atau penyakit yang ditularkan melalui air. (Annisa & Susilawati, 2022).

b. Kajian Teknis

Beberapa pengaruh kualitas air terhadap Kesehatan Masyarakat diantaranya:

1. Kualitas Air yang Buruk Meningkatkan Risiko Penyakit Menular

Menurut WHO (2017) dalam Guidelines for Drinking Quality, sekitar 80% penyakit di negara berkembang terkait langsung dengan air minum terkontaminasi. Penyakit utama meliputi : Diare, Kolera, Disentri, Hepatitis A, Demam tifoid. Studo WHO juga menjelaskan bahwa konsumsi air tercemar pathogen bakteri, virus, dan parasite adalah penyebab utama meningkatnya angka kematian bayi dan anak.

2. Parameter Kualitas Air dan Parameter Fisikokimia dan Biologis Air Mempengaruhi Kesehatan

Menurut permenkes RI No. 32 Tahun 2017, kualitas air dinilai dari parameter fisik (warna, bau, rasa, kekeruhan), kimia (pH, kandungan logam berat), dan mikrobiologis (keberadaan E.coli dan bakteri pathogen). Pada penelitian Pruss-Ustun et al. (2019) (International Journal of Hygiene and Environmental Health) menerangkan bahwa kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), total Dissolved Solid (TDS), serta keberadaan coliform dan E.coli dalam air, bila melebihi standar WHO, sangat berkolerasi dengan : Infeksi saluran cerna, Infeksi saluran pernapasan, Keracunan logam berat (seperti timbal, arsen, dan merkuri).

3. Sanitasi Air dan Pencegahan Penyakit

Sancho et al. (2021) menarangkan bahwa pengelolaan limbah cair radioaktif rumah sakit (AIMS Environmental Science) menunjukkan bahwa pengolahan air limbah yang tidak tepat dapat menyebarkan agen biologis bahaya, meningkatkan risiko penyakit nosocomial (infeksi di rumah sakit) dan kontaminasi komunitas.

4. Perilaku Masyarakat

Studi oleh Pruss-Ustun et al. (2019) menerangkan tentang mencuci tangan demngan sabun, pengelolaan limbah domestic yang benar, dan penyimpanan air yang aman dapat mengurangi risiko penyakit hingga 40%

5. Air Limbah Industri dan Ancaman Jangka Panjang

Ghurye (2021) menerangkan pengelolaan air limbah minyak dan gas (Water) memperingatkan bahwa air limbah yang mengandung garam tinggi, logam berat, dan hidrokarbon dapat mencemari air tanah, menyebabkan : Risiko kanker akibat paparan senyawa organic volatile, akumulasi logam berat dalam tubuh manusia yang memicu penyakit ginjal, hati dan neurologis.

6. Dampak Langsung di Lingkungan Perkotaan

Pada jurnal Ouattara et al. (2023) (Frontiers in Water) yang menelitu system pembuangan limbah yang rusak di Abidjan menemukan : Air limbah domestic yang tidak dikelola menyebabkan konsentrasi tinggi nitrogen BOD, COD dan TDS, ini berkorelasi langsung dengan tingginya kasus malaria (84,5%), infeksi pernapasan (61%), diare (48,6%), dan demam tifoid (28,8%) pada populasi setempat.

7. Dampak Terhadap Kesehatan

Data WHO (2022) memperlihatkan bahwa lebih dari 1,7 miliar kasus diare per tahun terkait dengan air minum yang tidak aman, sanitasi buruk, dan kebersihan tangan yang tidak memadai

c. Perilaku Masyarakat dalam Mengelola Air

1. Hubungan Erat antara Perilaku Air dan Kesehatan Masyarakat

Menurut Pruss-Ustun et al. (2019) (International Journal of Hygiene and Environmental Health) menyatakan bahwa 60% penurunan angka penyakit diare pada negara berkembang bisa dicapai dengan : meningkatkan perilaku mencuci tangan, mengelola air bersih dengan benar, memisahkan sumber air dari limbah domestic. Dengan perilaku hihienis seperti menyimpan air minum dalam wadah tertutup dan tidak mencampur air limbah dengan air bersih sangat berkontribusi pada penurunan risiko infeksi. Syarat air bersih secara fisik itu dapat dibedakan melalui Indera antara lain dapat dilihat, dirasa, dicium dan diraba. Misalkan air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya. (Putri et al., 2023)

2. Intervensi Perilaku Mengubah Status Kesehatan

Sancho et al. (2021) (AIMS Environmental Science) menunjukkan bahwa di rumah sakit terdapat perubahan perilaku pengelolaan air limbah radioaktif (seperti penyaringan dan penyimpanan) mengurangi risiko kontaminasi silang dan memperbaiki Kesehatan pekerja serta pasien. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku sederhana dalam pengelolaan air (missal : disiplin pemisahan air bersih dan kotor) dapat membawa perbaikan signifikan dalam Kesehatan Masyarakat.

3. Perilaku Konsumen Air dan Penyakit Non-Menular

Menurut WHO (2017) dan (Putri et al., 2023)perilaku seperti memasak air minum sampai mendidih bila ingin diminum, karena air yang terlihat bersih belum tentu terbebas dari kuman sedangkan kuman penyakit dalam air akan mati pada suhu 100 derajat celcius (saat mendidih) atau menggunakan filter rumah tangga sederhana, atau penyimpanan air yang benar mampu :

  • Menurunkan risiko penyakit gastrointestinal (saluran cerna)
  • Mengurangi angka hospitalisasi anak – anak di bawah 5 tahun hingga 40%

d. Kondisi yang diperlukan untuk Memperbaiki Kualitas Air dan Perilaku di Masyarakat

1. Penyediaan infrastruktur air bersih dan sanitas

Menurut WHO (2017) dan Pruss-Ustun et al. (2019) menerangkan :

  • pembangunan system distribusi air bersih seperti pipa air bersih, sumur terlindungi, dan fasilitas cuci tangan umum.
  • Rutin melakukan uji kualitas air terhadap parameter fisik, kimia dan mikrobiologis
  • Pembangunan instalasi pengolahan air sederhana di Tingkat komunitas seperti filtrasi pasir lambat atau chlorination untuk air minum rumah tangga dengan tujuan mengurangi konsumsi air yang tercemar

2. Pengelolaan Limbah Cair yang Baik

Berdasarkan jurnal Ouattara et al. (2023) menerangkan bahwa :

  • Membangun system saluran pembuangan tertutup untuk limbah domestic dan industry
  • Menggunakan teknologi desentralisasi seperti biofilter atau constructed wetlands di daerah yang belum memiliki system pengolahan dengan tujuan mengurangi pencemaran sumber air permukaan dan tanah

3. Program edukasi Masyarakat tentang pentingnya air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Dari laporan WHO (2017) dan penelitian Sancho et al. (2021) menerangkan :

  • Kampanye cuci tangan pakai sabun
  • Pelatihan penyimpanan air bersih dalam wadah tertutup
  • Sosialisasi tentang pentingnya memasak atau menyaring air sebelum diminum
  • Diharapkan meningkatkan kesadaran Masyarakat terhadap hubungan air bersih dan Kesehatan.

4. Regulasi dan pengawasan kualitas air yang ketat oleh pemerintah

Mengacu pada Permenkes RI No. 32 Tahun 2017 dengan hasil :

  • Pemerintah daerah harus secara rutin memantau kualitas air minum, termasuk parameter mikrobiologi (E.coli) dan kimia (nitrit, logam berat)
  • Penegakan sanksi terhadap pencemaran oleh pelaku usaha atau industry yang membuang limbah cair tanpa pengolahan
  • Hal tersebut dengan tujuan menjamin air yang dikonsumsi Masyarakat memenuhi standar kesehatan

5. Pemberdayaan Masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sumber daya air.

Menurut Gayani Karunasena et al. (2024) menerangkan bahwa :

  • Melibatkan Masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan sumber air, misalnya membentuk kelompok pengelola air.
  • Partisipatif monitoring Masyarakat dilatih untuk memeriksa sendiri kondisi air
  • Diharapkan dapat membangun rasa tanggungjawab Bersama terhadap sumber daya air

e. Hubungan Kualitas Air dan Derajat Kesehatan Masyarakat

1. Kualitas Air sebagai Faktor Penentu Kesehatan

Air merupakan komponen vital bagi kehidupan manusia. Kualitas air sangat ditentukan oleh factor fisik, kimia dan biologis dengan berpengaruh pada Tingkat Kesehatan Masyarakat. Menurut WHO (2017), air yang terkontaminasi pathogen mikrobiologis, logam berat atau bahan kimia berbahaya merupakan factor risiko utrama untuk berbagai penyakit. Contoh pengaruh langsung :

  • coli → menyebabkan diare akut
  • Nitrat tinggi → memicu methemoglobinemia (“blue baby syndrome”) pada bayi
  • Arsenik →menyebabkan kanker kulit, paru – paru dan kandungan kemih

2. Dampak Buruk Kualitas Air terhadap Derajat Kesehatan

Menurut penelitian Pruss-Ustun et al. (2019) (International Journal of Hygiene and Environmental Health) menyatakan :

  • Sekitar 1,7 juta kematian per tahun disebabkan oleh penyakit terkait air yang tidak bersih
  • Penyakit seperti diare, kolera, hepatitis A dan polio dominan di daerah dengan sanitasi dan kualitas air buruk

Dengan demikian kualitas air yang rendah memperburuk derajat Kesehatan Masyarakat, diukur dari : Tingkat morbiditas (angka kesakitan tinggi), Tingkat mortalitas (kematian dini akibat penyakit berbasis air), beban ekonomi karena meningkatnya biaya kesehatan.

3. Mekanisme Keterkaitan Kualitas Air dan Kesehatan

Alur keterkaitan adalah : Air tercemar → paparan mikroba/logam berat → infeksi/keracunan → penurunan status gizi, imun tubuh, produktivitas → Turunnya derajat Kesehatan Masyarakat. Pada jurnal Ouattara et al. (2023) menunjukkan komunitas dengan air limbah yang tidak terkelola terjadi : lonjakan malaria, diare kronik, infeksi pernapasan dan demam tifoid.

4. Upaya Intervensi untuk Memperbaiki

WHO (2017) dan Sancho et al. (2021) menyarankan : peningkatan akses air bersih, sanitasi berbasis komunitas, pendidikan perilaku cuci tangan dan pengelolaan air rumah tangga dan pemantauan kualitas air secara rutin. Karena dengan perbaikan kualitas air, berbagai penelitian menunjukkan bahwa : penurunan kejadian diare hingga 42-50%, peningkatan Kesehatan anak – anak, penurunan biaya Kesehatan hingga 30%, dll.

f. Perilaku Masyarakat yang Berdampak terhadap Pengelolaan Air

1. Pembuangan Limbah Sembarangan

Seperti pembuangan air limbah rumah tangga (grey water) dan limbah padat ke saluran terbuka atau badan air dapat menyebabkan : pencemaran air permukaan dan tanah serta peningkatan BOD, COD, E. coli dalam sumber air.

2. Penyimpanan Air Minum yang Tidak Higienis

Seperti menyimpan air dalam wadah terbuka atau tanpa tutup meningkatkan risiko : kontaminasi mikrobiologis (E. coli, Salmonella) dan Penyakit diare dan kolera

3. BAB Sembarangan

Jamban merupakan salah satu sarana sanitasi dasar yang harus dipenuhi dalam tatanan rumah tangga, sehingga merupakan salah satu indicator utama Kesehatan personal pada keluarga. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), jamban sehat adalah suatu fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit. Salah satu pilar yang ada dalam STBM yaitu Stop Buang air besar Sembarangan (SBS).(Annisa & Susilawati, 2022)

4. Kurangnya Kebiasaan Cuci Tangan

Tidak mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar, sebelum makan atau sebelum mengelola air minum dapat menyebabkan penyebaran penyakit berbasis air seperti diare, hepatitis A dan tifoid

5. Over-eksploitasi Sumber Air

Seperti mengambil air tanah secara berlebihan untuk kebutuhan domestic dan industry tanpa pengelolaan dapat menyebabkan penurunan muka air tanah, intrusi air laut dan penurunan kualitas air

6. Kurangnya Kesadaran Terhadap Perlindungan Sumber Air

Dengan tidak menjaga lingkungan sekitar sumber air (sumur, mata air dan Sungai). Contohnya : membiarkan sumber air tercemar oleh limbah domestic, sampah dan kegiatan pertanian berbahan kimia tinggi

7. Penggunaan Bahan Kimia Rumah Tangga Tanpa Kontrol

Seperti deterjen, pestisida dan disinfektan yang berlebihan dapat meningkatkan beban polutan organic dan anorganik dalam air limbah.

g. Rekomendasi untuk Meningkatkan Kualitas Air dan Perilaku Higienis di Masyarakat

1. Penyediaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Air Bersih

  • Membangun sumber air aman seperti sumur terlindungi, jaringan air perpipaan dan menara penampungan air
  • Rutin melakukan uji kualitas air terhadap parameter fisik, kimia dan mikrobiologis

2. Implementasi Teknologi Pengolahan Air Skala Rumah Tangga

  • Mempromosikan penggunaan :
  • Filter sederhana (biosand filter, ceramic filter)
  • Disinfeksi air dengan metode solar disinfection (SODIS) atau chlorination hygiene

3. Pendidikan dan Kampanye Perubahan Perilaku higienis

  • Menyelenggarakan program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) berbasis komunitas dengan melakukan :
  • Cuci tangan pakai sabun di lima waktu penting
  • Menyimpan air dalam wadah tertutup
  • Membuang air limbah domestic ke tempat yang aman
  • Menggunakan media sosial, sekolah dan posyandu untuk kampanye berkelanjutan

4. Penguatan Sistem Sanitasi dan Manajemen Limbah Cair

  • Mendorong pembangunan septic tank individual, sumur resapan limbah grey water, dan system sanitasi komunal
  • Menerapkan program pengolahan limbah cair berbasis komunitas (community based wastewater treatment)

5. Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan

  • Membentuk tim pemantau kualitas air di Tingkat desa/kelurahan
  • Melakukan audit perilaku higienis di Masyarakat secara periodic (missal :checklist sanisati rumah)

6. Penguatan Kebijakan dan Regulasi

  • Meningkatkan penegak hukum terhadap pencemaran air oleh industry dan rumah tangga
  • Memberikan insentif kepada Masyarakat atau komunitas yang berhasil mengelola air bersih secara mandiri.

III. KESIMPULAN DAN SARAN

a. Kesimpulan

Kualitas air dan perilaku Masyarakat memainkan peran penting terhadap derajat Kesehatan. Air bersih yang tidak tercemar dan perilaku hidup bersih dapat secara signifikan mengurangi angka kesakitan akibat penyakit berbasis air. Kualitas air dan perilaku Masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dan menentukan terhadap derajat Kesehatan Masyarakat. Air yang terkontaminasi secara fisik, kimia maupun mikrobiologi menjadi media utama penularan berbagai penyakit berbasis air seperti diare, kolera, hepatitis A dan demam tifoid. Buruknya kualitas air, diperparah oleh perilaku Masyarakat seperti pembuangan limbah sembarangan, penyimpanan air tidak higienis serta rendahnya kebiasaan cuci tangan dapat menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian terutama di komunitas berisiko.

Dengan demikian pengelolaan air yang baik serta perilaku higienis seperti pengguanaan air bersih, sanitasi layak dan praktik hidup bersih dan sehat (PHBS) terbukti secara signifikan menurunkan angka kejadian penyakit, meningkatkan produktivitas Masyarakat, dan memperbaiki status Kesehatan secara keseluruhan. Didukung dengan berbagai studi ilmiah bahwa perbaikan kualitas air, disertai perubahan perilaku Masyarakat adalah dengan intervensi kunci untuk mencapai standar Kesehatan yang optimal.

Dengan demikian Upaya kolaboratif antar pemerintah, Masyarakat dan dunia usaha dalam penyediaan infrastruktur air bersih, edukasi sanitasi, pengawasan kualitas air serta pemberdayaan Masyarakat menjadi strategi fundamental untuk meningkatkan derajat Kesehatan Masyarakat secara berkelanjutan.

b. Saran

  1. Pemerintah perlu memperluas akses air bersih dan melakukan pengawasan kualitas air secara rutin
  2. Kampanye Kesehatan Masyarakat tentang pentingnya sanitasi dan higienitas perlu digencarkan
  3. Diperlukan kolaborasi multisector antara pemerintah, Masyarakat, dan organisasi non-pemerintah untuk menjaga kualitas air.

IV. DAFTAR PUSTAKA

  1. Annisa, C., & Susilawati. (2022). Gambaran Sanitasi Lingkungan Terhadap Sarana Air Bersih dan Jamban Keluarga di Kelurahan Sukaraja.
  2. Becker, M. H. (1974). The Health Belief Model and Personal Health Behavior. Health Education Monographs.
  3. Gayani Karunasena, et al. (2024). Liquid Waste Management in the Construction Sector: A Systematic Literature Review.
  4. Haque, M. A., Khatun, B., Jewel, M. A. S., Ara, J., Islam Kazal, M. S., & Hasan, J. (2024). Penilaian Kualitas Air dan Indeks Logam Berat di Perairan Tropis Sungai Air Tawar untuk Kehidupan Akuatik dan Standar Kesehatan Masyarakat. Ecological Indicators, 169. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2024.112862
  5. Ghurye, G. (2021). Approach to Desalination for the Management of Unconventional Oil and Gas Produced Waters. Water.
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene dan Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua dan Pemandian Umum.
  7. Oktavianisya, N., Aliftitah, S., & Hasanah, L. (2020). Pemberdayaan Masyarakat dalam Penggunaan Air Bersih dan Air Minum di Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng. In Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) (Vol. 5, Issue 2).
  8. Ouattara, A. D., et al. (2023). Assessment of Solid and Liquid Waste Management and Health Impacts. Frontiers in Water.
  9. Putri, A., Larasati Hasibuan, I., Syaibah Nasution, N., Chairani, N., Sagala, R., Safira Maulia, S., Rahma Ujung, S., Munthe, S., zulaika, T., Kinanti, W., & Anta Syahri, Y. (2023). Mengelola Perilaku Pola Hidup Sehat Masyarakat Pesisir Di Daerah Belawan Provinsi Sumatera Utara. JurnalKesehatanTambusai.
  10. Pruss – Ustun, A., Bartram, J., Clasen, T., et al. (2019). Burden of disease from inadequate water, sanitation and hygiene for selected adverse health outcomes: An updated analysis with a focus on low- and middle-income countries. International Journal of Hygiene and Environmental Health, 222(5).
  11. Sancho, M., et al. (2021). Management of radioactive liquid waste from hospitals. AIMS Environmental Science.
  12. Susianti, R. W. W. I. Z. R. (n.d.). Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Rumah Tangga di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Jurnalpengabdianmasyarakatruwaijurai.
  13. White, G. F., Bradley, D. J., & White, A. U. (2002). Drawers of Water: Domestic Water Use in East Africa. University of Chicago Press.
  14. World Health Organization (WHO). (2017). Guidelines for Drinking-water Quality: Fourth Edition Incorporating the First Addendum. Geneva: WHO.
  15. World Health Organization (WHO). (2022). Drinking-Water. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/drinking-water.

Poin Poin Artikel

  • Penulis: tentangsehatcom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    7 Obat Tradisional untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi yang Terbukti Ampuh

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Di Indonesia, sekitar 1 dari 3 orang dewasa mengalami hipertensi, namun banyak yang belum menyadari gejalanya. Untungnya, ada beberapa obat tradisional yang terbukti efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Artikel ini akan membahas 7 […]

  • gaya hidup sehat

    Kesehatan: Investasi Jangka Panjang untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Abstrak Kesehatan merupakan aspek penting yang mencakup kondisi fisik, mental, dan sosial yang seimbang. Perubahan gaya hidup modern, seperti meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, serta tingginya tekanan psikologis berdampak signifikan terhadap meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran pola makan sehat, aktivitas fisik, dan kesehatan mental dalam menjaga […]

  • Cara Mengatasi Hipertensi dengan Obat

    Cara Mengatasi Hipertensi dengan Obat yang Ampuh & Efektif

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang tidak dapat dianggap sepele. Meskipun sering kali tidak menunjukkan gejala, hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh seperti jantung, ginjal, dan otak. Hipertensi dapat dikelola dengan penggunaan obat-obatan yang tepat untuk mengatasi hipertensi. Artikel ini akan mengulas berbagai cara mengatasi hipertensi dengan […]

  • Tugas Dokter Orthopedi

    10 Tugas Dokter Orthopedi dalam Menangani Berbagai Kondisi Kesehatan

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Dalam dunia medis, tugas dokter orthopedi dalam menangani berbagai kondisi kesehatan sangat vital untuk menjaga kualitas hidup pasien. Orthopedi adalah spesialisasi yang fokus pada diagnosis, pengobatan, pencegahan, dan rehabilitasi masalah muskuloskeletal. Apakah kamu pernah mengalami cedera tulang atau nyeri sendi? Dokter orthopedi adalah profesional yang tepat untuk membantu kamu kembali aktif dan sehat. Berikut adalah […]

  • Cara Efektif Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih dengan Obat Medis dan Tradisional

    7 Cara Efektif Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih dengan Obat Medis dan Tradisional

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh banyak orang, terutama wanita. Kamu mungkin pernah merasakan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau rasa tidak nyaman di daerah perut bagian bawah. Untungnya, ada berbagai pengobatan untuk infeksi saluran kemih dengan obat medis dan tradisional yang […]

  • Sewa AC Standing

    Rekomendasi Sewa AC Standing Terbaik: Harga, Kapasitas & Penggunaan

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 373
    • 6Komentar

    Saat kamu merencanakan acara di ruangan tertutup atau tenda outdoor, kenyamanan tamu adalah prioritas utama. Salah satu solusi yang tidak bisa dilewatkan adalah sewa AC standing. Selain praktis dan efisien, AC jenis ini juga mudah dipindahkan dan cocok untuk berbagai kebutuhan acara. Artikel ini akan membahas secara lengkap rekomendasi, kapasitas, hingga harga sewa AC standing […]

expand_less