Breaking News
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Mengenal LIMA KENDALI: Inovasi Edukasi Hipertensi dengan Foldable Bag dan Lagu Hipertensi

Mengenal LIMA KENDALI: Inovasi Edukasi Hipertensi dengan Foldable Bag dan Lagu Hipertensi

  • account_circle Salwa Alifah Yusrina
  • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
  • visibility 365
  • comment 0 komentar

Tekanan darah tinggi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia dan menjadi sebuah ancaman kesehatan bagi masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan kondisi komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019).

Seseorang dapat dikategorikan tekanan darah tinggi ketika mengalami keadaan tekanan darah sistolik sama dengan atau diatas 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik sama dengan atau diatas 90 mmHg (PERSAGI & AsDI, 2019).

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2023) memperkirakan lebih dari 1,3 miliar orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi, dengan prevalensi mencapai sekitar 33% atau sekitar 1 dari 3 orang dewasa.

Pada Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai rata-rata 30,8%. Khususnya di Provinsi Banten, prevalensinya juga cukup tinggi, yaitu 28,5% (Kemenkes BKPK, 2023). Di Kota Tangerang, prevalensi hipertensi mencapai 7,1% atau 166.750 dari 2.333.621 orang (Dinas Kesehatan Provinsi Banten, 2023).

Di Puskesmas Cipadu, prevalensi hipertensi mencapai 31% per Mei 2025 , melebihi target SDGs 2027 sebesar 25%. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Pedoman Gizi Seimbang dan makanan yang dianjurkan atau dihindari bagi penderita hipertensi.

Banyak penderita hipertensi juga masih mengonsumsi makanan tinggi lemak (seperti gorengan dan makanan bersantan) serta makanan tinggi garam (seperti ikan asin dan crackers).

Untuk mengatasi masalah ini, diadakanlah program edukasi “LIMA KENDALI” (Lindungi Masa Tua dengan Kenali dan Kendalikan Hipertensi). Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya kelompok usia produktif hingga lansia, tentang pentingnya mengenali dan mengendalikan hipertensi.

Baca juga: Cegah Komplikasi: Kenali Cara Mengontrol Hipertensi pada Lansia

 

Media Implementasi yang Inovatif

LIMA KENDALI menggunakan media edukasi yang inovatif dan mudah diingat, yaitu tas belanja lipat (foldable bag) dan lagu hipertensi, media edukasi ini dapat diakses juga melalui link berikut https://bit.ly/KendalikanHipertensi.

1. Tas Belanja Lipat (Foldable Bag)

Tas ini tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi, tetapi juga sebagai alat yang praktis untuk digunakan sehari-hari. Di dalam tas ini, terdapat materi-materi penting seperti Gerakan Patuh, Pedoman Isi Piringku, daftar makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan, serta batasan konsumsi gula, garam, dan lemak harian. Media ini dibagikan setelah peserta menyelesaikan tes awal (pre-test).

2. Lagu Hipertensi

Lagu ini berbentuk audio yang bertujuan agar masyarakat lebih mudah mengingat informasi penting seputar hipertensi. Lagu ini diperdengarkan kepada peserta saat mengisi daftar hadir dan sebelum pembagian media edukasi. Peserta terbukti mampu mengingat beberapa kata dari lagu yang diputar sebanyak tiga kali.

Program LIMA KENDALI dilaksanakan pada 23 Juli 2025 di Posyandu Lansia Nanas Cipadu. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan.

Hasil ini membuktikan bahwa program LIMA KENDALI, dengan media inovatifnya, berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Kehadiran peserta juga mencapai target, yaitu 20 orang. Dengan demikian, program ini berhasil mencapai indikator keberhasilannya.

Diharapkan peserta tetap mengunjungi posyandu lansia/ILP agar tekanan darahnya terus terpantau dan edukasi yang telah diberikan tas belanja lipat (foldable bag) dapat terus dipakai, sehingga dapat terus dilihat dan ingat pesan edukasinya, serta lagu hipertensi dapat terus diputar dan didengarkan agar pesan dari lagu tersebut mudah diingat dan diterapkan.

 

Penulis: Uci Amelinda Akta Wiani, S.Gz
Mahasiswa Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul

 

Referensi

Dinas Kesehatan Provinsi Banten. (2023). PROFIL KESEHATAN PROVINSI BANTEN TAHUN 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Kemenkes BKPK. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. https://drive.google.com/file/d/1rjNDG_f8xG6-Y9wmhJUnXhJ-vUFevVJC/view?usp=sharing&usp=embed_facebook

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Infodatin Hipertensi [Https://www.scribd.com/document/473019517/infodatin-hipertensi-si-pembunuh-senyap-2019-pdf]. Hipertensi Si Pembunuh Senyap.

PERSAGI & AsDI. (2019). Penuntun Diet dan Terapi Gizi. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

WHO. (2023). First WHO report details devastating impact of hypertension and ways to stop it. https://www.who.int/news/item/19-09-2023-first-who-report-details-devastating-impact-of-hypertension-and-ways-to-stop-it

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: Salwa Alifah Yusrina

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hipertensi dan Diabetes

    Program Inovasi “PEPET SI DIA” (Pemantauan Penderita Hipertensi dan Diabetes dengan Kartu Merah Muda) di Puskesmas Patikraja

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle Salwa Alifah Yusrina
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan prevalensi hipertensi (HT) di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 30,8% dan prevalensi diabetes melitus (DM) sebesar 1,7%. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% pada usia 18 tahun ke atas, sedangkan prevalensi DM meningkat dari 6,9% menjadi 10,9% pada usia ≥ 15 tahun. Dari data program […]

  • gaya hidup sehat

    Kesehatan: Investasi Jangka Panjang untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Abstrak Kesehatan merupakan aspek penting yang mencakup kondisi fisik, mental, dan sosial yang seimbang. Perubahan gaya hidup modern, seperti meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, serta tingginya tekanan psikologis berdampak signifikan terhadap meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran pola makan sehat, aktivitas fisik, dan kesehatan mental dalam menjaga […]

  • Hipertensi pada Lansia

    Cegah Komplikasi: Kenali Cara Mengontrol Hipertensi pada Lansia

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Salwa Alifah Yusrina
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. World Heart Organization (WHO) memperkirakan penderita hipertensi di seluruh dunia sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada usia 65 – 74 […]

  • Strategi Efektif Mengobati Depresi Menurut Dokter untuk Pemulihan Optimal

    10 Cara Ampuh Mengobati Depresi Menurut Dokter untuk Pemulihan Optimal

    • calendar_month Rab, 7 Des 2022
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Depresi adalah salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum dan serius di dunia saat ini. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 264 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi setiap tahunnya. Nah, maka dari itu, kita perlu mengetahui cara ampuh mengobati depresi menurut dokter. Di Indonesia sendiri, angka ini terus meningkat […]

  • mengenal skizofrenia

    Dari Stigma ke Pemahaman: Mengenal Skizofrenia dengan Cara yang Lebih Tepat

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Banyak orang mengenal skizofrenia lewat gambaran yang salah. Istilah ini sering dianggap menakutkan, dikaitkan dengan “kegilaan”, atau bahkan mitos yang tidak berdasar. Akibatnya, penyandang skizofrenia sering disalahpahami dan distigmatisasi sebelum orang benar benar tahu apa yang sebenarnya terjadi. Padahal dengan pengobatan yang tepat dan dukungan lingkungan, banyak penyandang skizofrenia dapat hidup stabil dan berfungsi kembali. […]

  • Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

    Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Disusun Oleh: Rini Puspasari Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Dosen Pengampu: Prof. Drs. Tugiyono, M.Si., Ph. D Abstrak Air bersih dapat diartikan sebagai kebutuhan bagi kehidupan manusia. Kualitas air yang buruk dan perilaku Masyarakat dalam mengelola air sangat berpengaruh terhadap derajat Kesehatan Masyarakat. Kualitas air dan perilaku Masyarakat merupakan factor utama yang […]

expand_less