Program Inovasi “PEPET SI DIA” (Pemantauan Penderita Hipertensi dan Diabetes dengan Kartu Merah Muda) di Puskesmas Patikraja
- account_circle Salwa Alifah Yusrina
- calendar_month Ming, 22 Mar 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar

Ilustrasi Pemeriksaan Lansia (Sumber: MMI)
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan prevalensi hipertensi (HT) di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 30,8% dan prevalensi diabetes melitus (DM) sebesar 1,7%.
Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% pada usia 18 tahun ke atas, sedangkan prevalensi DM meningkat dari 6,9% menjadi 10,9% pada usia ≥ 15 tahun. Dari data program PTM di Puskesmas Patikraja menunjukkas kasus HT dan DM terus mengalami kenaikan.
Tabel 1. Kasus HT dan DM di wilayah Kecamatan Patikraja.
| Tahun | Hipertensi | Diabetes Mellitus |
| 2023 | 5.422 | 704 |
| 2024 | 5.488 | 744 |
| 2025 | 5.670 | 789 |
Belum meratanya penderita HT DM yang mendapatkan pelayanan sesuai standar, rendahnya kepatuhan penderita untuk kontrol, belum terjangkaunya akses penderita HT dan DM untuk mendapat pengobatan, angka rujukan HT dan DM masih tinggi, angka komplikasi HT dan DM masih tinggi, dan edukasi pentingnya pemantauan dan pengobatan HT DM belum maksimal.
Dari semua masalah tersebut diatas, maka Tim PTM di Puskesmas mulai memikirkan dan mencari solusi agar masalah tersebut dapat diatasi yakni dengan membuat Kartu Inovasi PEPET SI DIA.
Inovasi ini mulai dilaksanakn sejak 10 juni 2025 (8 bulan). Dilakukan tahap uji coba sampai 20 juni 2025. Sasaran inovasi ini adalah semua penderita HT DM yang tidak terdaftar PRB Prolanis.
Baca juga: Mengenal LIMA KENDALI: Inovasi Edukasi Hipertensi dengan Foldable Bag dan Lagu Hipertensi
Dengan adanya Kartu PEPET SI DIA, penderita HT dan DM dapat terlayani sesuai standar. Penderita HT dan DM mendapat pengobatan selama 15 hari, penderita HT dan DM diberi kartu PEPET SI DIA, dan kartu diserahkan kepada penderita, dan dibawa tiap kali berkunjung ke Puskesmas. .
Inovasi ini memberikan manfaat terutama untuk penderita HT dan DM agar mendapatkan pelayanan sesuai standar, meningkatan pemantauan dan pencatatan angka kunjungan, meningkatan pemahaman pasien tentang pentingnya pengobatan HT dan DM, meningkatan akses layanan HT DM, menurunan jumlah rujukan HT DM, dan menurunan angka komplikasi HT DM.
Penulis: Dewi Setyawati
Mahasiswa Pendidikan Dokter, Universitas Islam Malang
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
- Penulis: Salwa Alifah Yusrina

Saat ini belum ada komentar