Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Cegah Overweight pada Balita dengan Edukasi Permainan Engklek

Cegah Overweight pada Balita dengan Edukasi Permainan Engklek

  • account_circle tentangsehatcom
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 416
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalah gizi pada balita merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia.

Saat ini, masalah gangguan gizi tidak hanya kekurangan gizi, tetapi kelebihan berat badan (overweight) pada balita juga menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai.

Mengapa Overweight pada Balita Terjadi?

Kelebihan berat badan terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran energi (energy expenditures) sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Kondisi ini disebabkan oleh dua faktor:

  1. Tingginya paparan terhadap makanan dengan nilai gizi rendah, seperti makanan tinggi kalori namun rendah zat gizi.
  2. Rendahnya tingkat aktivitas fisik anak, sehingga asupan energi yang berlebih tidak seimbang dengan pengeluarannya.

Tantangan terbesar bagi tenaga kesehatan khususnya ahli gizi dalam memberikan edukasi adalah bagaimana menyampaikan edukasi gizi dengan cara yang menarik, interaktif dan mudah diterapkan.

Baca Juga: Mengapa Berat Badan Balita Tidak Naik? Kenali Penyebab dan Solusinya

Metode ceramah sering kali membuat ibu balita bosan dan sulit menerapkan ke dalam praktik sehari-hari di rumah.

Permainan engklek hadir sebagai solusi kreatif yang mengubah penyampaian materi menjadi lebih interaktif.

Ibu tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi bisa sekaligus mengajak balita bergerak aktif melalui setiap tahapan lompatan engklek.

Manfaat Edukasi Menggunakan Permainan Engklek

1. Melatih Kekuatan Fisik

Permainan engklek ini dilakukan dengan cara melompat dengan menggunakan otot-otot besar, dimana otot-otot tersebut digunakan untuk menggerakkan tubuh agar berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

2. Meningkatkan Hubungan dengan Teman Sebaya

Permainan ini memungkinkan anak untuk lebih mudah bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungan sekitar, memperkuat hubungan.

3. Mempermudah Penyerapan Informasi

Dalam setiap kotak permainan engklek berisi informasi zat gizi dan aktivitas fisik lengkap dengan manfaatnya. Hal ini membantu ibu lebih mudah mengingat materi yang disampaikan.

4. Peningkatan Perkembangan Kognitif Anak

Melalui permainan engklek, anak diberikan kesempatan untuk berpikir strategis dalam usaha memperoleh petak, yang merangsang perkembangan kognitif dan meningkatkan kecerdasan berpikir mereka.

overweight pada balita

Foto: Dok. MMI

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Tujuan Edukasi Menggunakan Permainan Engklek

  1. Meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait dampak overweight.
  2. Meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pemilihan dan porsi makan sesuai dengan usia.
  3. Meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait dampak jajanan yang tidak sehat.

Keberhasilan Program KOPAS

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul melalui program bernama KOPAS (Kontrol Asupan Porsi Anak Sehat).

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025, di Posyandu Sakura wilayah kerja Puskesmas Gembor, Kota Tangerang.

Sebanyak 20 ibu balita beserta balitanya yang memiliki status gizi overweight mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi:

  • Pengisian presensi
  • Pengisian pre-test
  • Pemaparan materi berisi tentang dampak dari overweight pada balita, bahan makanan yang dianjurkan dan dibatasi untuk balita khususnya balita overweight, porsi makan balita sesuai usia, pentingnya aktivitas fisik pada balita dan dampak jajanan tidak sehat pada balita.
  • Bermain permainan engklek
  • Pengisian post-test

Pada pelaksanaannya, balita aktif berpartisipasi mengikuti game engklek, setiap balita berbaris untuk melempar batu ke kotak permainan, lalu melompat menuju kota tersebut.

Keunikan dari program ini terletak pada tantangan bagi ibu balita, sebelum balita melanjutkan lompatan sampai kotak finish, ibu balita harus menjawab pertanyaan sesuai dengan di kotak mana batu itu jatuh.

Hasilnya, sebagian besar ibu balita mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Data pre-test dan post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.

Hal ini membuktikan bahwa penyuluhan menggunakan media permainan engklek sangat efektif untuk dilakukan sebagai media dalam penyuluhan.

Baca Juga: Fakta atau Menyesatkan: Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak

Kesimpulan

Melalui program KOPAS, membuktikan bahwa edukasi gizi dapat dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan.

Dengan menggunakan permainan tradisional, seperti engklek, edukasi gizi menjadi lebih efektif dan interaktif.

Perpaduan antara edukasi dan aktivitas fisik melalui permainan engklek tidak hanya meningkatkan pengetahuan ibu balita, tetapi juga menjadi media untuk melakukan aktivitas fisik pada balita.


Penulis: Suci Ramadhani, S.Gz.
Mahasiswa Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul


Dosen Pengampu: Yuni Pradilla Fitri, S.P., M.Si.


Clinical Instructor: Ari Lestari, S.Gz.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Daftar Pustaka

Putri, F. A., & Zega, R. F. W. (2024). Meningkatkan Kesehatan Mental Generasi Alpha Melalui Permainan Engklek. Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 2(2), 156-167.

Aulia, M., Fadila, S., Solehah, E., & Sari, I. P. (2023). Menstimulus Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Engklek dl Kober Miftahul Fallah. Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini, 2(2), 171-185.

Budiwiarti, Y. E., Asikin, A., Santosa, A., Ratnawati, A., Ruliandari, D., dkk. (2025). Penuntun Diet Dan Terapi Gizi Pada Anak. Penerbit Buku Kedokteran EGC

  • Penulis: tentangsehatcom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kesehatan reproduksi lansia

    Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi pada Lansia melalui Edukasi dan Konseling di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kualitas hidup setiap individu, termasuk pada kelompok lanjut usia (lansia). Namun, isu kesehatan reproduksi pada lansia masih sering dianggap sebagai hal yang kurang penting sehingga banyak lansia belum memiliki pengetahuan dan perilaku yang optimal dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Kegiatan ini ketuai oleh Bd. Ramadhani Syafitri Nasution, SST, MKM, PhD. […]

  • Digigit Anjing Ini Pertolongan Pertama yang Tepat dan Kapan Harus ke Dokter

    Digigit Anjing? Ini Pertolongan Pertama yang Tepat dan Kapan Harus ke Dokter

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Digigit anjing merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Meski luka terlihat kecil, gigitan anjing dapat menyebabkan perdarahan, kerusakan jaringan, infeksi bakteri, hingga meningkatkan risiko penularan rabies apabila berasal dari hewan yang terinfeksi. Oleh karena itu, setiap luka akibat gigitan anjing memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Langkah pertolongan […]

  • strategi pencegahan stunting

    Determinan Politik Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Stunting di Wilayah Pelayanan Puskesmas Dinoyo, Kota Malang pada Tahun 2025

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Stunting merupakan kondisi di mana seorang anak memiliki postur tubuh yang lebih pendek dibandingkan dengan standar usia anak tersebut yang disebabkan oleh kekurangan gizi. WHO mendefinisikan stunting sebagai perawakan pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau berulang. Selain itu, stunting berhubungan dengan kondisi ekonomi dan sosial yang buruk, kesehatan serta gizi ibu hamil yang […]

  • Dampak Kurang Minum Air Putih

    Dampak Buruk Kurangnya Minum Air Putih bagi Tubuh

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Pendahuluan Air putih merupakan kebutuhan utama bagi tubuh manusia karena berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan, membantu proses metabolisme, serta menjaga fungsi organ tubuh agar tetap optimal. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang sering melupakan kebiasaan sederhana ini. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat dan pola makan seimbang, konsumsi air putih justru sering […]

  • Inovasi PMT

    Manis Alami dari Pangan Lokal: Inovasi PMT Puding Lapis Kacang Hijau dan Ubi Ungu

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Masalah gizi buruk pada balita masih menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Di tingkat nasional, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Survei Status Gizi Indonesia (2022), prevalensi stunting tercatat sebesar 21,6%, underweight 17,1%, dan wasting 7,7% pada balita. Meskipun angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, prevalensi masalah gizi pada balita masih tergolong […]

  • Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak

    Fakta atau Menyesatkan: Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Kepala BGN Dr. Ir. Dadan Hindaya, menyatakan bahwa konsumsi susu 2 liter setiap hari efektif untuk meningkatkan tinggi badan anak, dibuktikan dengan tinggi kedua anaknya lebih dari 180 cm. Pernyataan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan umum dan tenaga kesehatan. Apakah benar konsumsi susu 2 liter per hari baik untuk pertumbuhan atau justru membahayakan […]

expand_less