Cegah Overweight pada Balita dengan Edukasi Permainan Engklek
- account_circle tentangsehatcom
- calendar_month Sel, 23 Des 2025
- visibility 258
- comment 0 komentar

Foto: Dok. MMI
Masalah gizi pada balita merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia.
Saat ini, masalah gangguan gizi tidak hanya kekurangan gizi, tetapi kelebihan berat badan (overweight) pada balita juga menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai.
Mengapa Overweight pada Balita Terjadi?
Kelebihan berat badan terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran energi (energy expenditures) sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Kondisi ini disebabkan oleh dua faktor:
- Tingginya paparan terhadap makanan dengan nilai gizi rendah, seperti makanan tinggi kalori namun rendah zat gizi.
- Rendahnya tingkat aktivitas fisik anak, sehingga asupan energi yang berlebih tidak seimbang dengan pengeluarannya.
Tantangan terbesar bagi tenaga kesehatan khususnya ahli gizi dalam memberikan edukasi adalah bagaimana menyampaikan edukasi gizi dengan cara yang menarik, interaktif dan mudah diterapkan.
Baca Juga: Mengapa Berat Badan Balita Tidak Naik? Kenali Penyebab dan Solusinya
Metode ceramah sering kali membuat ibu balita bosan dan sulit menerapkan ke dalam praktik sehari-hari di rumah.
Permainan engklek hadir sebagai solusi kreatif yang mengubah penyampaian materi menjadi lebih interaktif.
Ibu tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi bisa sekaligus mengajak balita bergerak aktif melalui setiap tahapan lompatan engklek.
Manfaat Edukasi Menggunakan Permainan Engklek
1. Melatih Kekuatan Fisik
Permainan engklek ini dilakukan dengan cara melompat dengan menggunakan otot-otot besar, dimana otot-otot tersebut digunakan untuk menggerakkan tubuh agar berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya.
2. Meningkatkan Hubungan dengan Teman Sebaya
Permainan ini memungkinkan anak untuk lebih mudah bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungan sekitar, memperkuat hubungan.
3. Mempermudah Penyerapan Informasi
Dalam setiap kotak permainan engklek berisi informasi zat gizi dan aktivitas fisik lengkap dengan manfaatnya. Hal ini membantu ibu lebih mudah mengingat materi yang disampaikan.
4. Peningkatan Perkembangan Kognitif Anak
Melalui permainan engklek, anak diberikan kesempatan untuk berpikir strategis dalam usaha memperoleh petak, yang merangsang perkembangan kognitif dan meningkatkan kecerdasan berpikir mereka.

Foto: Dok. MMI
Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi
Tujuan Edukasi Menggunakan Permainan Engklek
- Meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait dampak overweight.
- Meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pemilihan dan porsi makan sesuai dengan usia.
- Meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait dampak jajanan yang tidak sehat.
Keberhasilan Program KOPAS
Kegiatan penyuluhan ini dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul melalui program bernama KOPAS (Kontrol Asupan Porsi Anak Sehat).
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025, di Posyandu Sakura wilayah kerja Puskesmas Gembor, Kota Tangerang.
Sebanyak 20 ibu balita beserta balitanya yang memiliki status gizi overweight mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi:
- Pengisian presensi
- Pengisian pre-test
- Pemaparan materi berisi tentang dampak dari overweight pada balita, bahan makanan yang dianjurkan dan dibatasi untuk balita khususnya balita overweight, porsi makan balita sesuai usia, pentingnya aktivitas fisik pada balita dan dampak jajanan tidak sehat pada balita.
- Bermain permainan engklek
- Pengisian post-test
Pada pelaksanaannya, balita aktif berpartisipasi mengikuti game engklek, setiap balita berbaris untuk melempar batu ke kotak permainan, lalu melompat menuju kota tersebut.
Keunikan dari program ini terletak pada tantangan bagi ibu balita, sebelum balita melanjutkan lompatan sampai kotak finish, ibu balita harus menjawab pertanyaan sesuai dengan di kotak mana batu itu jatuh.
Hasilnya, sebagian besar ibu balita mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Data pre-test dan post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.
Hal ini membuktikan bahwa penyuluhan menggunakan media permainan engklek sangat efektif untuk dilakukan sebagai media dalam penyuluhan.
Baca Juga: Fakta atau Menyesatkan: Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak
Kesimpulan
Melalui program KOPAS, membuktikan bahwa edukasi gizi dapat dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Dengan menggunakan permainan tradisional, seperti engklek, edukasi gizi menjadi lebih efektif dan interaktif.
Perpaduan antara edukasi dan aktivitas fisik melalui permainan engklek tidak hanya meningkatkan pengetahuan ibu balita, tetapi juga menjadi media untuk melakukan aktivitas fisik pada balita.
Penulis: Suci Ramadhani, S.Gz.
Mahasiswa Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul
Dosen Pengampu: Yuni Pradilla Fitri, S.P., M.Si.
Clinical Instructor: Ari Lestari, S.Gz.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Putri, F. A., & Zega, R. F. W. (2024). Meningkatkan Kesehatan Mental Generasi Alpha Melalui Permainan Engklek. Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 2(2), 156-167.
Aulia, M., Fadila, S., Solehah, E., & Sari, I. P. (2023). Menstimulus Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Engklek dl Kober Miftahul Fallah. Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini, 2(2), 171-185.
Budiwiarti, Y. E., Asikin, A., Santosa, A., Ratnawati, A., Ruliandari, D., dkk. (2025). Penuntun Diet Dan Terapi Gizi Pada Anak. Penerbit Buku Kedokteran EGC
- Penulis: tentangsehatcom

Saat ini belum ada komentar