Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Cegah Overweight pada Balita dengan Edukasi Permainan Engklek

Cegah Overweight pada Balita dengan Edukasi Permainan Engklek

  • account_circle tentangsehatcom
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 424
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalah gizi pada balita merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia.

Saat ini, masalah gangguan gizi tidak hanya kekurangan gizi, tetapi kelebihan berat badan (overweight) pada balita juga menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai.

Mengapa Overweight pada Balita Terjadi?

Kelebihan berat badan terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran energi (energy expenditures) sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Kondisi ini disebabkan oleh dua faktor:

  1. Tingginya paparan terhadap makanan dengan nilai gizi rendah, seperti makanan tinggi kalori namun rendah zat gizi.
  2. Rendahnya tingkat aktivitas fisik anak, sehingga asupan energi yang berlebih tidak seimbang dengan pengeluarannya.

Tantangan terbesar bagi tenaga kesehatan khususnya ahli gizi dalam memberikan edukasi adalah bagaimana menyampaikan edukasi gizi dengan cara yang menarik, interaktif dan mudah diterapkan.

Baca Juga: Mengapa Berat Badan Balita Tidak Naik? Kenali Penyebab dan Solusinya

Metode ceramah sering kali membuat ibu balita bosan dan sulit menerapkan ke dalam praktik sehari-hari di rumah.

Permainan engklek hadir sebagai solusi kreatif yang mengubah penyampaian materi menjadi lebih interaktif.

Ibu tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi bisa sekaligus mengajak balita bergerak aktif melalui setiap tahapan lompatan engklek.

Manfaat Edukasi Menggunakan Permainan Engklek

1. Melatih Kekuatan Fisik

Permainan engklek ini dilakukan dengan cara melompat dengan menggunakan otot-otot besar, dimana otot-otot tersebut digunakan untuk menggerakkan tubuh agar berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

2. Meningkatkan Hubungan dengan Teman Sebaya

Permainan ini memungkinkan anak untuk lebih mudah bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungan sekitar, memperkuat hubungan.

3. Mempermudah Penyerapan Informasi

Dalam setiap kotak permainan engklek berisi informasi zat gizi dan aktivitas fisik lengkap dengan manfaatnya. Hal ini membantu ibu lebih mudah mengingat materi yang disampaikan.

4. Peningkatan Perkembangan Kognitif Anak

Melalui permainan engklek, anak diberikan kesempatan untuk berpikir strategis dalam usaha memperoleh petak, yang merangsang perkembangan kognitif dan meningkatkan kecerdasan berpikir mereka.

overweight pada balita

Foto: Dok. MMI

Baca Juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Tujuan Edukasi Menggunakan Permainan Engklek

  1. Meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait dampak overweight.
  2. Meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pemilihan dan porsi makan sesuai dengan usia.
  3. Meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait dampak jajanan yang tidak sehat.

Keberhasilan Program KOPAS

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul melalui program bernama KOPAS (Kontrol Asupan Porsi Anak Sehat).

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025, di Posyandu Sakura wilayah kerja Puskesmas Gembor, Kota Tangerang.

Sebanyak 20 ibu balita beserta balitanya yang memiliki status gizi overweight mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi:

  • Pengisian presensi
  • Pengisian pre-test
  • Pemaparan materi berisi tentang dampak dari overweight pada balita, bahan makanan yang dianjurkan dan dibatasi untuk balita khususnya balita overweight, porsi makan balita sesuai usia, pentingnya aktivitas fisik pada balita dan dampak jajanan tidak sehat pada balita.
  • Bermain permainan engklek
  • Pengisian post-test

Pada pelaksanaannya, balita aktif berpartisipasi mengikuti game engklek, setiap balita berbaris untuk melempar batu ke kotak permainan, lalu melompat menuju kota tersebut.

Keunikan dari program ini terletak pada tantangan bagi ibu balita, sebelum balita melanjutkan lompatan sampai kotak finish, ibu balita harus menjawab pertanyaan sesuai dengan di kotak mana batu itu jatuh.

Hasilnya, sebagian besar ibu balita mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Data pre-test dan post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.

Hal ini membuktikan bahwa penyuluhan menggunakan media permainan engklek sangat efektif untuk dilakukan sebagai media dalam penyuluhan.

Baca Juga: Fakta atau Menyesatkan: Konsumsi Susu 2 Liter per Hari Baik untuk Tinggi Anak

Kesimpulan

Melalui program KOPAS, membuktikan bahwa edukasi gizi dapat dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan.

Dengan menggunakan permainan tradisional, seperti engklek, edukasi gizi menjadi lebih efektif dan interaktif.

Perpaduan antara edukasi dan aktivitas fisik melalui permainan engklek tidak hanya meningkatkan pengetahuan ibu balita, tetapi juga menjadi media untuk melakukan aktivitas fisik pada balita.


Penulis: Suci Ramadhani, S.Gz.
Mahasiswa Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul


Dosen Pengampu: Yuni Pradilla Fitri, S.P., M.Si.


Clinical Instructor: Ari Lestari, S.Gz.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Daftar Pustaka

Putri, F. A., & Zega, R. F. W. (2024). Meningkatkan Kesehatan Mental Generasi Alpha Melalui Permainan Engklek. Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 2(2), 156-167.

Aulia, M., Fadila, S., Solehah, E., & Sari, I. P. (2023). Menstimulus Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Engklek dl Kober Miftahul Fallah. Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini, 2(2), 171-185.

Budiwiarti, Y. E., Asikin, A., Santosa, A., Ratnawati, A., Ruliandari, D., dkk. (2025). Penuntun Diet Dan Terapi Gizi Pada Anak. Penerbit Buku Kedokteran EGC

  • Penulis: tentangsehatcom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dr. Faisal Lukman Bawanong

    Sulawesi Barat dan Mimpi Besar Menghapus Stunting

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Sulawesi Barat saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam hal gizi anak. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023, prevalensi stunting di provinsi ini masih berkisar 35 persen, tertinggi kedua secara nasional. Angka tersebut jauh di atas ambang batas yang direkomendasikan WHO, yaitu di bawah 20 persen. Stunting bukan sekadar persoalan fisik anak yang pendek, […]

  • Digigit Anjing Ini Pertolongan Pertama yang Tepat dan Kapan Harus ke Dokter

    Digigit Anjing? Ini Pertolongan Pertama yang Tepat dan Kapan Harus ke Dokter

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Digigit anjing merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Meski luka terlihat kecil, gigitan anjing dapat menyebabkan perdarahan, kerusakan jaringan, infeksi bakteri, hingga meningkatkan risiko penularan rabies apabila berasal dari hewan yang terinfeksi. Oleh karena itu, setiap luka akibat gigitan anjing memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Langkah pertolongan […]

  • Fakta MSG

    Mengenal MSG Lebih Dekat: Penguat Rasa yang Sering disalahpahami

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Monosodium Glutamate atau lebih dikenal sebagai MSG atau vetsin merupakan salah satu bahan tambahan pangan (BTP) golongan penguat rasa. Bahan tambahan pangan ini telah lama digunakan oleh masyarakat untuk menghadirkan karakteristik cita rasa gurih atau umami pada berbagai masakan, baik dari tingkat industri pangan maupun dapur rumah tangga. Secara kimia, Monosodium Glutamate memiliki rumus kimia […]

  • Kerapuhan Mental

    Generasi Scroll: Antara Koneksi Digital dan Kerapuhan Mental

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Saat ini, hampir semua aktivitas manusia tidak bisa lepas dari ponsel dan media sosial. Coba bayangkan bangun tidur membuka Instagram, sebelum tidur scroll TikTok, bahkan ketika berkumpul dengan teman pun masih sibuk dengan layar ponsel. Bahkan media sosial pun dijadikan sebagai tempat adu flexing, setiap unggahan harus terkesan bergaya hanya untuk mendapatkan attention orang lain. […]

  • media edukasi kesehatan

    Edukasi Manajemen Nyeri Komplementer Distraksi Audiovisual pada Pasien Rheumatoid Arthritis di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Lidah Tanah Serdang Bedagai yang diketahui Bapak Mulidan, S.Kep, Ns, M.Kep selaku Dosen Prodi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan rangkaian acara memberikan penyuluhan berjudul “Penerapan terapi komplementer dengan menggunakan distraksi audiovisual untuk menurunkan intesitas nyeri yang dirasakan oleh pasien rheumatoid arthtritis” pada Kamis (22/01) pukul […]

  • gaya hidup sehat

    Kesehatan: Investasi Jangka Panjang untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Abstrak Kesehatan merupakan aspek penting yang mencakup kondisi fisik, mental, dan sosial yang seimbang. Perubahan gaya hidup modern, seperti meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, serta tingginya tekanan psikologis berdampak signifikan terhadap meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran pola makan sehat, aktivitas fisik, dan kesehatan mental dalam menjaga […]

expand_less