Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Esai » Di Balik Teknologi Modern Rumah Sakit: Pentingnya Empati dan Spiritual Care bagi Pasien Kronis

Di Balik Teknologi Modern Rumah Sakit: Pentingnya Empati dan Spiritual Care bagi Pasien Kronis

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perkembangan pelayanan kesehatan membawa banyak kemajuan mulai dari teknologi medis semakin canggih hingga sistem pelayanan yang lebih modern. Namun, di balik kemajuan tersebut, kedekatan emosional antara tenaga kesehatan dan pasien perlahan mulai memudar.

Pelayanan kesehatan sering kali terlalu berfokus pada tindakan medis dan hasil klinis, padahal pasien tidak hanya datang dengan keluhan fisik, tetapi juga membawa rasa takut, cemas, bingung, bahkan kehilangan harapan. Kondisi ini semakin terlihat pada pasien dengan penyakit kronis seperti Impetigo Herpetiformis yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

Impetigo Herpetiformis merupakan penyakit autoimun langka yang biasanya muncul pada masa kehamilan. Penyakit ini ditandai dengan pustula atau luka bernanah pada kulit disertai demam, nyeri, tubuh lemas, dan gangguan kondisi tubuh lainnya.

Meskipun jarang ditemukan, penyakit ini dapat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Risiko yang dapat terjadi meliputi persalinan prematur, gangguan pertumbuhan janin, hingga kematian janin. Pada beberapa kasus, kondisi kulit pasien memburuk dengan cepat sehingga menimbulkan rasa panas, perih, gatal hebat, dan nyeri berkepanjangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Keluhan fisik tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis pasien. Pasien sering mengalami gangguan tidur, kecemasan berat, emosi yang tidak stabil, hingga rasa takut kehilangan bayinya. Kehamilan yang seharusnya membahagiakan menjadi fase penuh ketidakpastian.

Selain karena penyakit ini tergolong langka, proses diagnosis dan terapi sering kali menjadi tantangan. Pasien harus menjalani berbagai pemeriksaan seperti biopsi kulit, pemeriksaan imunologi, dan laboratorium guna memberikan terapi yang tepat dari hal ini dapat menambah rasa nyeri dan ketidaknyamanan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Impetigo Herpetiformis bukan sekadar penyakit kulit biasa, melainkan penyakit kronis kompleks yang membutuhkan perhatian multidimensional. Namun, pelayanan kesehatan saat ini masih lebih banyak berfokus pada masalah fisik dan dokumentasi, sementara kondisi psikologis pasien belum menjadi perhatian utama. Padahal pasien membutuhkan seseorang yang mampu mendengarkan, menenangkan, dan mendampingi mereka menghadapi rasa takut serta ketidakpastian.

Dalam situasi ini, peran nurse educator menjadi penting, tidak hanya bertugas memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi pendamping emosional pasien selama proses pengobatan. Perawat perlu menjelaskan kondisi penyakit dengan bahasa sederhana agar pasien tidak semakin cemas.

Baca juga: Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Lansia melalui Edukasi Kesehatan Terpadu di Desa Lidah Tanah Serdang Begadai

Selain itu, komunikasi terapeutik yang menenangkan seperti memberikan dukungan dan meyakinkan pasien bahwa dirinya tidak sendirian dapat menjadi kekuatan besar bagi pasien. Sayangnya, tingginya beban kerja dan budaya pelayanan yang terlalu administratif sering membuat pendekatan emosional dan humanis terabaikan.

Pendekatan holistik juga dikaitkan dengan aspek spiritual. Dalam Islam, sakit dipandang sebagai ujian yang mengajarkan kesabaran dan keteguhan hati. Nilai spiritual ini dapat membantu pasien menemukan ketenangan di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.

Pendekatan Islamic-spiritual dapat dilakukan melalui tindakan sederhana seperti mendampingi pasien berdoa, mengingatkan untuk berdzikir, serta membantu pasien memaknai penyakit sebagai bagian dari perjalanan hidup yang memiliki hikmah.

Beberapa intervensi spiritual yang dapat diterapkan antara lain guided spiritual reflection, guided dzikir therapy, therapeutic prayer support, spiritual presence, dan spiritual journaling berbasis refleksi Islami. Pendekatan tersebut membantu pasien menurunkan kecemasan, meningkatkan harapan hidup, membangun resiliensi, serta memperkuat hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Kehadiran perawat yang mendengarkan tanpa menghakimi sering kali menjadi bentuk dukungan emosional yang paling bermakna bagi pasien.

Selain pasien, keluarga juga memerlukan edukasi dan pendampingan karena turut mengalami ketakutan terhadap kondisi ibu dan janin. Oleh karena itu, nurse educator perlu melibatkan keluarga sebagai bagian dari pelayanan agar mampu memberikan dukungan emosional dan spiritual yang tepat kepada pasien.

Pada kasus ini, pelayanan kolaboratif juga sangat dibutuhkan. Penanganan pasien memerlukan kerja sama dokter, perawat, bidan, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya.

Dalam hal ini, perawat berperan sebagai penghubung antarprofesi sekaligus clinical leader yang mampu mengintegrasikan edukasi, koordinasi pelayanan, pendampingan emosional, dan dukungan spiritual pasien secara bersamaan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi dan keberhasilan tindakan medis semata.

Pelayanan kesehatan akan benar-benar bermakna ketika pasien merasa dihargai, dipahami, dan diperlakukan sebagai manusia yang memiliki rasa takut serta harapan.

Oleh karena itu, rumah sakit perlu membangun budaya pelayanan yang lebih humanis, sementara pendidikan keperawatan perlu memperkuat kemampuan komunikasi terapeutik, empati, dan spiritual care agar perawat mampu menghadirkan pelayanan holistik yang penuh kepedulian.

 


Penulis: Intan Maisaroh Try Yula (202510760110001)
Mahasiswa Magister Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Malang


Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ns. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep.,Sp.Kom.


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Abdelhafez, M. M. A., Ahmed, K. A. M., Mohd Daud, M. N. Bin, Jeffree, M. S., Kadir, F., Baharuddin, D. M. pg, Than, W. W., Hayatti, F., Tay, K. X., & Eldiastey, A. M. (2023). Impetigo herpetiformis: A rare pregnancy-specific dermatosis. In Obstetric Medicine (Vol. 16, Number 1, pp. 5–8). SAGE Publications Inc. https://doi.org/10.1177/1753495X221074610

Al-Rjoub, S., Alsharawneh, A., Alhawajreh, M. J., & Othman, E. H. (2024). Exploring the Impact of Transformational and Transactional Style of Leadership on Nursing Care Performance and Patient Outcomes. Journal of Healthcare Leadership, 16, 557–568. https://doi.org/10.2147/JHL.S496266

Azanaw, Y. G., Woretaw, A. W., Azene, T., Ayele, D. G., Siyoum, T. M., Gebeyehu, T., Bazezew, K., Zeleke, K. A., Alemsht, E., Tsega, S. S., Dessie, M. T., Getahun, A. F., & Bazezew, A. M. (2025). Spiritual care competence and associated factors among nurses: a multi-center cross-sectional study. BMC Nursing, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12912-025-03268-6

Dewi, I. P., Haroen, H., Agustina, H. R., Pahria, T., Arisanti, N., & Keawpimon, P. (2025). Spiritual care competencies among nursing students in the middle East and Asia: a systematic review. BMC Nursing, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12912-025-03047-3

Dirik, H. F., & Seren Intepeler, S. (2024). An authentic leadership training programme to increase nurse empowerment and patient safety: A quasi-experimental study. Journal of Advanced Nursing, 80(4), 1417–1428. https://doi.org/10.1111/jan.15926

Ergün Arslanlı, S., Altundal Duru, H., Ünal, E., & Sheehy, K. (2025). The impact of clinical nurse leadership models on the quality of care at the unit level: a systematic review. BMC Nursing, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12912-025-03520-z

Gebreheat, G., Teame, H., & Costa, E. I. (2023). The Impact of Transformational Leadership Style on Nurses’ Job Satisfaction: An Integrative Review. In SAGE Open Nursing (Vol. 9). SAGE Publications Inc. https://doi.org/10.1177/23779608231197428

Joshi, K. S., Mohammad, S., Acharya, N., & Joshi, S. (2023). Impetigo Herpetiformis Complicating Pregnancy: A Case Report on a Rare Gestational Dermatosis With Constitutional Symptoms. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.47898

Konda, D., Mangla, M., Saisumanth, T., Palo, S., & Kumar, N. (2025). Pustular psoriasis of pregnancy with paradoxical facial involvement: an uncommon presentation-what is your diagnosis? In Journal of the Turkish German Gynecology Association (Vol. 26, Number 1, pp. 62–64). Galenos Publishing House. https://doi.org/10.4274/jtgga.galenos.2024.2024-8-2

Lagziel, T., Sohail, M. M., Koenig, H. G., Janis, J. E., Poteet, S. J., Khoo, K. H., Caffrey, J. A., Lerman, S. F., & Hultman, C. S. (2022). Spiritual Healing: A Triple Scoping Review of the Impact of Spirituality on Burn Injuries, Wounds, and Critical Care. In European Burn Journal (Vol. 3, Number 1, pp. 188–196). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/ebj3010016

Liu, J., Ali, K., Lou, H., Wang, L., & Wu, L. (2022). First-Trimester Impetigo Herpetiformis Leads to Stillbirth: A Case Report. Dermatology and Therapy, 12(5), 1271–1279. https://doi.org/10.1007/s13555-022-00735-9

Mendieta, M., & Buckingham, R. W. (2017). A Review of Palliative and Hospice Care in the Context of Islam: Dying with Faith and Family. Journal of Palliative Medicine, 20(11), 1189–1194. https://doi.org/10.1089/jpm.2017.03

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Membangun Personal Branding sebagai Dokter di Era Media Sosial

    Cara Membangun Personal Branding sebagai Dokter di Era Media Sosial

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Dahulu, seorang dokter dikenal terutama dari rekomendasi pasien, reputasi rumah sakit, jaringan profesional, dan komunikasi dari mulut ke mulut. Sekarang, perjalanan masyarakat mencari informasi tentang dokter telah berubah. Seseorang mungkin mengetahui nama dokter dari video edukasi kesehatan, artikel di internet, podcast, seminar, unggahan Instagram, atau diskusi profesional di LinkedIn. Setelah itu, mereka mencari nama dokter […]

  • Peran Mahasiswa Kedokteran

    Vaksinasi Media Sosial: Peran Mahasiswa Kedokteran Melawan Infodemik Kesehatan di Era Digital

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Di Tengah Ledakan Informasi Kesehatan Di era digital yang serba cepat, media sosial telah menjadi sumber utama masyarakat dalam mencari informasi kesehatan. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan. Mulai dari berita tentang “obat ajaib”, teori konspirasi tentang vaksin, hingga tips diet ekstrem tanpa dasar ilmiah—semuanya menyebar dengan cepat tanpa penyaring yang memadai. Fenomena […]

  • tips gaya hidup sehat

    Gaya Hidup Sehat: Pilihan atau Kebutuhan?

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Di era modern saat ini, banyak orang lebih sibuk dengan pekerjaan, pendidikan, dan hiburan daripada menjaga kesehatan mereka. Begadang, kurang berolahraga, dan mengonsumsi makanan cepat saji adalah kebiasaan umum, terutama di kalangan remaja. Padahal, kesehatan adalah faktor penting yang memengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika tubuh tidak dirawat dengan baik, berbagai penyakit dapat muncul dan mengganggu […]

  • Lembaga Pendidikan Guru TPQ

    Analisis BMC (Business Model Canvas) Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (PGTPQ YAHQI): Transformasi Metode Pembelajaran Kreatif, Inofatif dan Komprehensif

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Pendahuluan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) merupakan salah satu lembaga pendidikan non-formal yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muslim yang mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran sejak dini. Namun, kualitas pembelajaran di TPQ sangat bergantung pada kompetensi para gurunya. Lembaga Pendidikan Guru TPQ hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Lembaga ini dirancang khusus untuk meningkatkan […]

  • penyakit anoreksia

    Anoreksia di Era Media Sosial: Ketika Standar Kecantikan Tubuh Ideal Menjadi Ancaman bagi Kesehatan Mental dan Fisik

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Era digital saat ini, media sosial menjadi bagian tidak terpisahkan dari remaja dan dewasa awal. Hadirnya platform seperti Instagram, TikTok, X, dan YouTube dipenuhi dengan gaya hidup sehat, tips kecantikan, body goals, dan diet. Berkat adanya konten berikut tidak sedikit pengguna yang akhirnya membandingkan diri mereka dengan standar tubuh yang sering berada di platform-platform media […]

  • cara aman minum teh

    Kebiasaan Minum Teh di Indonesia dan Kaitannya dengan Zat Tanin sebagai Faktor Risiko Anemia

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 547
    • 1Komentar

    Pendahuluan Teh merupakan salah satu minuman yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Minuman ini tidak hanya dikonsumsi sebagai pelepas dahaga, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya sosial dan kebiasaan sehari-hari. Teh sering disajikan di pagi hari, saat bersantai di sore hari, maupun sebagai pelengkap hidangan setelah makan. Kebiasaan minum teh ini diwariskan secara […]

expand_less