Di Balik Teknologi Modern Rumah Sakit: Pentingnya Empati dan Spiritual Care bagi Pasien Kronis
- account_circle TentangSehat.com
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Ilustrasi Kesehatan Emosional
Perkembangan pelayanan kesehatan membawa banyak kemajuan mulai dari teknologi medis semakin canggih hingga sistem pelayanan yang lebih modern. Namun, di balik kemajuan tersebut, kedekatan emosional antara tenaga kesehatan dan pasien perlahan mulai memudar.
Pelayanan kesehatan sering kali terlalu berfokus pada tindakan medis dan hasil klinis, padahal pasien tidak hanya datang dengan keluhan fisik, tetapi juga membawa rasa takut, cemas, bingung, bahkan kehilangan harapan. Kondisi ini semakin terlihat pada pasien dengan penyakit kronis seperti Impetigo Herpetiformis yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Impetigo Herpetiformis merupakan penyakit autoimun langka yang biasanya muncul pada masa kehamilan. Penyakit ini ditandai dengan pustula atau luka bernanah pada kulit disertai demam, nyeri, tubuh lemas, dan gangguan kondisi tubuh lainnya.
Meskipun jarang ditemukan, penyakit ini dapat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Risiko yang dapat terjadi meliputi persalinan prematur, gangguan pertumbuhan janin, hingga kematian janin. Pada beberapa kasus, kondisi kulit pasien memburuk dengan cepat sehingga menimbulkan rasa panas, perih, gatal hebat, dan nyeri berkepanjangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keluhan fisik tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis pasien. Pasien sering mengalami gangguan tidur, kecemasan berat, emosi yang tidak stabil, hingga rasa takut kehilangan bayinya. Kehamilan yang seharusnya membahagiakan menjadi fase penuh ketidakpastian.
Selain karena penyakit ini tergolong langka, proses diagnosis dan terapi sering kali menjadi tantangan. Pasien harus menjalani berbagai pemeriksaan seperti biopsi kulit, pemeriksaan imunologi, dan laboratorium guna memberikan terapi yang tepat dari hal ini dapat menambah rasa nyeri dan ketidaknyamanan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Impetigo Herpetiformis bukan sekadar penyakit kulit biasa, melainkan penyakit kronis kompleks yang membutuhkan perhatian multidimensional. Namun, pelayanan kesehatan saat ini masih lebih banyak berfokus pada masalah fisik dan dokumentasi, sementara kondisi psikologis pasien belum menjadi perhatian utama. Padahal pasien membutuhkan seseorang yang mampu mendengarkan, menenangkan, dan mendampingi mereka menghadapi rasa takut serta ketidakpastian.
Dalam situasi ini, peran nurse educator menjadi penting, tidak hanya bertugas memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi pendamping emosional pasien selama proses pengobatan. Perawat perlu menjelaskan kondisi penyakit dengan bahasa sederhana agar pasien tidak semakin cemas.
Selain itu, komunikasi terapeutik yang menenangkan seperti memberikan dukungan dan meyakinkan pasien bahwa dirinya tidak sendirian dapat menjadi kekuatan besar bagi pasien. Sayangnya, tingginya beban kerja dan budaya pelayanan yang terlalu administratif sering membuat pendekatan emosional dan humanis terabaikan.
Pendekatan holistik juga dikaitkan dengan aspek spiritual. Dalam Islam, sakit dipandang sebagai ujian yang mengajarkan kesabaran dan keteguhan hati. Nilai spiritual ini dapat membantu pasien menemukan ketenangan di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.
Pendekatan Islamic-spiritual dapat dilakukan melalui tindakan sederhana seperti mendampingi pasien berdoa, mengingatkan untuk berdzikir, serta membantu pasien memaknai penyakit sebagai bagian dari perjalanan hidup yang memiliki hikmah.
Beberapa intervensi spiritual yang dapat diterapkan antara lain guided spiritual reflection, guided dzikir therapy, therapeutic prayer support, spiritual presence, dan spiritual journaling berbasis refleksi Islami. Pendekatan tersebut membantu pasien menurunkan kecemasan, meningkatkan harapan hidup, membangun resiliensi, serta memperkuat hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Kehadiran perawat yang mendengarkan tanpa menghakimi sering kali menjadi bentuk dukungan emosional yang paling bermakna bagi pasien.
Selain pasien, keluarga juga memerlukan edukasi dan pendampingan karena turut mengalami ketakutan terhadap kondisi ibu dan janin. Oleh karena itu, nurse educator perlu melibatkan keluarga sebagai bagian dari pelayanan agar mampu memberikan dukungan emosional dan spiritual yang tepat kepada pasien.
Pada kasus ini, pelayanan kolaboratif juga sangat dibutuhkan. Penanganan pasien memerlukan kerja sama dokter, perawat, bidan, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya.
Dalam hal ini, perawat berperan sebagai penghubung antarprofesi sekaligus clinical leader yang mampu mengintegrasikan edukasi, koordinasi pelayanan, pendampingan emosional, dan dukungan spiritual pasien secara bersamaan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi dan keberhasilan tindakan medis semata.
Pelayanan kesehatan akan benar-benar bermakna ketika pasien merasa dihargai, dipahami, dan diperlakukan sebagai manusia yang memiliki rasa takut serta harapan.
Oleh karena itu, rumah sakit perlu membangun budaya pelayanan yang lebih humanis, sementara pendidikan keperawatan perlu memperkuat kemampuan komunikasi terapeutik, empati, dan spiritual care agar perawat mampu menghadirkan pelayanan holistik yang penuh kepedulian.

Penulis: Intan Maisaroh Try Yula (202510760110001)
Mahasiswa Magister Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Malang
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ns. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep.,Sp.Kom.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
Abdelhafez, M. M. A., Ahmed, K. A. M., Mohd Daud, M. N. Bin, Jeffree, M. S., Kadir, F., Baharuddin, D. M. pg, Than, W. W., Hayatti, F., Tay, K. X., & Eldiastey, A. M. (2023). Impetigo herpetiformis: A rare pregnancy-specific dermatosis. In Obstetric Medicine (Vol. 16, Number 1, pp. 5–8). SAGE Publications Inc. https://doi.org/10.1177/1753495X221074610
Al-Rjoub, S., Alsharawneh, A., Alhawajreh, M. J., & Othman, E. H. (2024). Exploring the Impact of Transformational and Transactional Style of Leadership on Nursing Care Performance and Patient Outcomes. Journal of Healthcare Leadership, 16, 557–568. https://doi.org/10.2147/JHL.S496266
Azanaw, Y. G., Woretaw, A. W., Azene, T., Ayele, D. G., Siyoum, T. M., Gebeyehu, T., Bazezew, K., Zeleke, K. A., Alemsht, E., Tsega, S. S., Dessie, M. T., Getahun, A. F., & Bazezew, A. M. (2025). Spiritual care competence and associated factors among nurses: a multi-center cross-sectional study. BMC Nursing, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12912-025-03268-6
Dewi, I. P., Haroen, H., Agustina, H. R., Pahria, T., Arisanti, N., & Keawpimon, P. (2025). Spiritual care competencies among nursing students in the middle East and Asia: a systematic review. BMC Nursing, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12912-025-03047-3
Dirik, H. F., & Seren Intepeler, S. (2024). An authentic leadership training programme to increase nurse empowerment and patient safety: A quasi-experimental study. Journal of Advanced Nursing, 80(4), 1417–1428. https://doi.org/10.1111/jan.15926
Ergün Arslanlı, S., Altundal Duru, H., Ünal, E., & Sheehy, K. (2025). The impact of clinical nurse leadership models on the quality of care at the unit level: a systematic review. BMC Nursing, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12912-025-03520-z
Gebreheat, G., Teame, H., & Costa, E. I. (2023). The Impact of Transformational Leadership Style on Nurses’ Job Satisfaction: An Integrative Review. In SAGE Open Nursing (Vol. 9). SAGE Publications Inc. https://doi.org/10.1177/23779608231197428
Joshi, K. S., Mohammad, S., Acharya, N., & Joshi, S. (2023). Impetigo Herpetiformis Complicating Pregnancy: A Case Report on a Rare Gestational Dermatosis With Constitutional Symptoms. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.47898
Konda, D., Mangla, M., Saisumanth, T., Palo, S., & Kumar, N. (2025). Pustular psoriasis of pregnancy with paradoxical facial involvement: an uncommon presentation-what is your diagnosis? In Journal of the Turkish German Gynecology Association (Vol. 26, Number 1, pp. 62–64). Galenos Publishing House. https://doi.org/10.4274/jtgga.galenos.2024.2024-8-2
Lagziel, T., Sohail, M. M., Koenig, H. G., Janis, J. E., Poteet, S. J., Khoo, K. H., Caffrey, J. A., Lerman, S. F., & Hultman, C. S. (2022). Spiritual Healing: A Triple Scoping Review of the Impact of Spirituality on Burn Injuries, Wounds, and Critical Care. In European Burn Journal (Vol. 3, Number 1, pp. 188–196). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/ebj3010016
Liu, J., Ali, K., Lou, H., Wang, L., & Wu, L. (2022). First-Trimester Impetigo Herpetiformis Leads to Stillbirth: A Case Report. Dermatology and Therapy, 12(5), 1271–1279. https://doi.org/10.1007/s13555-022-00735-9
Mendieta, M., & Buckingham, R. W. (2017). A Review of Palliative and Hospice Care in the Context of Islam: Dying with Faith and Family. Journal of Palliative Medicine, 20(11), 1189–1194. https://doi.org/10.1089/jpm.2017.03
- Penulis: TentangSehat.com

Saat ini belum ada komentar