Tanamkan PHBS Sejak Dini, Mahasiswa Kebidanan UM Surabaya Edukasi Siswa SD Bahreisy
- account_circle TentangSehat.com
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

SURABAYA – Menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dilakuka nsejak usiadini. Upaya tersebut dilakukan oleh mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan di SD Bahreisy.
Kegiatan yang mengangkat tema Kesehatan Diri: Cuci Tangan dan Gosok Gigi itu diikuti siswa dan siswi sekolah dasar dengan antusias. Materi yang diberikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri, cara menggosok gigi yang benar, langkah mencuci tangan sesuai anjuran kesehatan, serta penerapan kebersihan dalam perspektif Islam.
Salah satu pemateri, Safa Kamelia, menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dan menggosok gigi masih sering dianggap sepele, padahal memiliki peran penting dalam mencegah berbagai penyakit.
“Anak-anak perlu memahami bahwa tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari kuman. Karena itu, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
BACA JUGA: IPE: Kunci Kolaborasi Tenaga Kesehatan untuk Layanan yang Lebih Baik
Dalam penyuluhan tersebut, siswa diajak mengenali waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bermain, dan setelah batuk atau bersin. Selain itu, mereka juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan diskusi bersama siswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait kebiasaan menjaga kebersihan diri di rumah maupun di sekolah.

Berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test dari 24 siswa, mayoritas siswa menunjukkan pemahaman yang baik. Terdapat peningkatan rata-rata nilai kelas dari 5.75 menjadi 5.96. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan berhasil memperkuat pemahaman siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat..
Menurut Eka Nurafia Divatur Rahma, edukasi kesehatan pada anak sekolah menjadi langkah penting untuk membentuk kebiasaan sehat yang dapat terbawa hingga dewasa.
“Harapannya, setelah mengikuti penyuluhan ini, siswa tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit,” tuturnya.
Selain membahas aspek kesehatan, tim penyuluh juga mengaitkan materi dengan nilai-nilai keislaman. Siswa diperkenalkan pada ayat Al-Qur’an dan hadis yang menegaskan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman. Pendekatan tersebut dilakukan agar pesan kesehatan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta.
Amina menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat sejak usia dini.
“Kami berharap edukasi seperti ini dapat memberikan manfaat bagi siswa, guru, maupun orang tua dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman,” katanya.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa Kebidanan UMSurabaya tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga turut berperan dalam membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan diri.
Penulis:
1. Eka Nurafia Divatur Rahma
2. Safa Kamelia
3. Amina
Mahasiswa S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya
Dosen Pengampu: Vika Ramadhana Fitriyani, S.Kep., Ns.,MS.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
- Penulis: TentangSehat.com

Saat ini belum ada komentar