Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » “Kamu Cuma Malas!”: Stigma yang Menyakitkan di Balik ADHD Dewasa

“Kamu Cuma Malas!”: Stigma yang Menyakitkan di Balik ADHD Dewasa

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 519
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kamu tahu ada yang berbeda sejak kecil. Guru bilang kamu “perlu belajar fokus”. Orang tua bilang kamu “punya energi melimpah”. Bos bilang kamu “perlu lebih terorganisir”. Teman bilang kamu “pelupa”. Pasangan bilang kamu “sering teralihkan”.

Dan kamu bertanya-tanya. Kenapa hal-hal yang terlihat mudah bagi orang lain terasa begitu menantang? Kenapa kamu sudah berusaha sekuat tenaga, tapi hasilnya tidak sesuai ekspektasi? Kenapa pikiran kamu selalu bergerak terlalu cepat, atau justru terlalu sulit untuk mulai bergerak?.

Tapi bagaimana jika bukan kamu yang perlu diperbaiki? Bagaimana jika otak kamu hanya bekerja dengan cara yang berbeda, cara yang disebut ADHD? Dan bagaimana jika yang dibutuhkan bukanlah mengubah diri kamu, melainkan memahami bagaimana cara otakmu bekerja?

Banyak yang menganggap ADHD hanya gangguan anak-anak yang akan hilang seiring bertambahnya usia. Padahal penelitian yang menganalisis data dari lebih 21 juta orang dan menemukan prevalensi ADHD dewasa secara global mencapai 3,1%.

Masalahnya? Banyak orang melihat gejala ADHD bukan sebagai kondisi gangguan perkembangan saraf sungguhan, melainkan sebagai tanda kemalasan, kurang disiplin, atau hasil dari pola asuh yang buruk. Akibatnya, mereka ragu mencari bantuan karena takut dihakimi. Tanpa diagnosis yang tepat, mereka terus berjuang dalam kesendirian bertahun-tahun merasa ada yang salah”dengan diri mereka sendiri.

 

Apa Sebenarnya ADHD Itu?

ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi fokus, impulsivitas, dan tingkat aktivitas. Ini bukan hasil pola asuh buruk, bukan karena kurang berusaha, dan bukan kesengajaan. Ini adalah cara otak bekerja yang berbeda.

Baca juga: Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

Menurut DSM-5, untuk didiagnosis ADHD, seseorang dewasa harus memiliki minimal 5 gejala yang konsisten, sudah muncul sejak sebelum usia 12 tahun, terjadi di minimal 2 setting berbeda (rumah, kantor, sosial), dan mengganggu fungsi sehari-hari secara signifikan.

ADHD terbagi menjadi 3 tipe utama yakni:

  1. Inattentive (kesulitan perhatian)
  2. Hyperactivity-Impulsivity (Hiperaktif-impulsif).
  3. Combined (kombinasi). Memiliki gejala dari kedua tipe di atas sulit fokus sekaligus hiperaktif dan impulsif. Ini merupakan tipe yang paling umum ditemui.

 

Apa yang Menyebabkan ADHD?

ADHD tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan berkembang akibat kombinasi beberapa hal, antara lain faktor genetik yang cenderung muncul dalam keluarga, perbedaan perkembangan sistem saraf pada area otak yang mengatur perhatian, kontrol impuls, dan aktivitas motorik, faktor prenatal dan perinatal tertentu seperti paparan zat berbahaya selama kehamilan atau kelahiran prematur, serta faktor lingkungan, misalnya paparan stres berat di masa perkembangan awal.

 

Gejala yang Sering Terlewatkan

Gejala ADHD pada orang dewasa sering berbeda dari yang terlihat pada anak-anak. Hiperaktivitas fisik yang mencolok pada anak cenderung berevolusi menjadi kegelisahan internal pada orang dewasa. Berikut gejala spesifik yang perlu diwaspadai.

1. Kesulitan Fokus (Inattentive)

Butuh minimal 5 dari 9 gejala:

  1. Sering membuat kesalahan ceroboh dalam pekerjaan karena kurang memperhatikan detail
  2. Mengalami kesulitan mempertahankan perhatian pada tugas atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi berkelanjutan
  3. Tampak tidak mendengarkan ketika diajak bicara secara langsung
  4. Sering memulai proyek atau tugas tetapi jarang menyelesaikannya
  5. Mengalami kesulitan signifikan dalam mengorganisasi tugas, mengelola waktu, atau menjaga kerapian
  6. Menghindari atau menunda tugas yang memerlukan usaha mental berkelanjutan
  7. Sering kehilangan barang-barang penting seperti kunci, dompet, ponsel, atau dokumen
  8. Mudah teralihkan oleh stimulus eksternal atau pikiran yang tidak relevan
  9. Pelupa dalam aktivitas sehari-hari seperti lupa membayar tagihan, membalas pesan, atau menghadiri janji

2. Hiperaktivitas-Impulsivitas

Butuh minimal 5 dari 9 gejala:

  1. Gelisah motorik seperti mengetuk-ngetuk tangan atau kaki, atau menggeliat di kursi
  2. Kesulitan tetap duduk diam dalam situasi yang mengharuskannya, seperti rapat atau presentasi
  3. Mengalami kegelisahan internal atau merasa “didorong oleh motor”
  4. Kesulitan melakukan aktivitas santai dengan tenang
  5. Merasa harus terus bergerak atau melakukan sesuatu
  6. Berbicara secara berlebihan dan sulit mengendalikan volume atau durasi
  7. Menjawab pertanyaan sebelum pertanyaan selesai diajukan
  8. Kesulitan menunggu giliran dalam antrian atau situasi lain
  9. Menginterupsi atau memotong percakapan orang lain tanpa disadari

 

ADHD Bisa dikelola!

ADHD dapat distabilkan dengan melakukan berbagai cara berikut ini:

1. Konsumsi Obat

Mengonsumsi Obat-obatan dengan resep dokter/psikiater.

2. Terapi

Terapi merupakan hasil terbaik dicapai dengan pendekatan multimodal yang mengkombinasikan obat-obatan dan intervensi psikososial seperti CBT (Cognitive Behavorial Theraphy).

3. Dukungan

Berikan dukungan. Dukungan dari lingkungan memainkan peran penting dalam perjalanan pemulihan individu dengan ADHD dapat dilakukan dengan beberapa hal ini:

  • Dengarkan tanpa menghakimi
  • Pahami bahwa gejala ADHD bukan pilihan atau tanda kemalasan
  • Validasi perjuangan dan apa yang mereka rasakan
  • Berikan instruksi secara tertulis, bukan hanya lisan karena individu dengan ADHD akan mudah terdistraksi
  • Ingatkan secara lembut tentang janji atau tenggat waktu tanpa terdengar mengkritik

 

Saatnya Mengubah Narasi

ADHD bukan soal kekurangan, tapi perbedaan neurologis yang membawa tantangan sekaligus potensi unik. Banyak individu dengan ADHD memiliki kreativitas tinggi dan kemampuan berpikir divergen. Dengan diagnosis yang tepat, intervensi berbasis bukti, dan dukungan memadai, orang dewasa dengan ADHD bisa berkembang pesat dan mencapai potensinya.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala-gejala yang disebutkan, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional. Diagnosis adalah langkah awal menuju pemahaman diri yang lebih baik dan pengelolaan yang efektif. Mari ubah narasi dari penghakiman menjadi pemahaman, dari stigma menjadi dukungan. Setiap individu dengan ADHD berhak mendapat kesempatan untuk berkembang.

 

Penulis:

  1. Haniyah Azzahra
  2. Nur Aufa Hermasyawilla

Mahasiswa Psikologi, Universitas Jambi

 

Referensi

American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, Text Revision (DSM-5-TR). Arlington, VA: American Psychiatric Association Publishing.

Ayano, G., Takele, A., Mulat, H., et al. (2023). Prevalence of attention deficit hyperactivity disorder in adults: Umbrella review of evidence generated across the globe. Psychiatry Research, 328, 115449. https://doi.org/10.1016/j.psychres.2023.115449

Nolen-Hoeksema, S. (2021). Abnormal Psychology (8th ed.). McGraw-Hill.

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Kebidanan UM Surabaya mengedukasi edukasi PHBS siswa di SD Bahreisy melalui penyuluhan kesehatan

    Tanamkan PHBS Sejak Dini, Mahasiswa Kebidanan UM Surabaya Edukasi Siswa SD Bahreisy

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 80
    • 0Komentar

    SURABAYA – Menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dilakuka nsejak usiadini. Upaya tersebut dilakukan oleh mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan di SD Bahreisy. Kegiatan yang mengangkat tema Kesehatan Diri: Cuci Tangan dan Gosok Gigi itu diikuti siswa dan siswi sekolah dasar […]

  • kebiasaan begadang

    Tidur Bukanlah Sekadar Istirahat, tapi Kunci Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Saat ini, banyak orang menganggap bahwa tidur adalah hal yang lumrah untuk dikurangi. Kebiasaan tidur larut malam atau begadang seolah sudah menjadi hal yang biasa, terutama di kalangan pelajar dan pekerja lembur. Tidak sedikit pula orang yang tidur terlalu malam hanya karena bermain ponsel atau media sosial tanpa tujuan yang jelas. Padahal, seiring berjalannya waktu, […]

  • Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online 100% Terbit

    Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online: 100% Terbit

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 744
    • 0Komentar

    Cara kirim artikel tentang kesehatan ke media online menjadi strategi efektif menyebarkan informasi bermanfaat ke publik. Dalam dunia digital saat ini, kebutuhan akan konten kesehatan yang akurat dan edukatif semakin tinggi. Kamu bisa membantu masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dengan menulis dan menyebarkan artikel. Menulis artikel kesehatan bukan hanya soal berbagi ilmu, tapi juga […]

  • darurat sampah plastik

    Lingkungan Darurat Sampah: Analisis Krisis, Dampak, dan Solusi

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Abstrak Krisis sampah global, termasuk di Indonesia, semakin memburuk akibat tingginya pola konsumsi dan produksi material sekali pakai, terutama plastik. Artikel ini membahas penyebab utama meningkatnya volume sampah, dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan ekonomi, serta berbagai upaya yang telah dan dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Analisis turut menyoroti kondisi pengelolaan sampah nasional dan […]

  • Obat Penyakit Maag yang aman

    7 Obat Penyakit Maag yang Aman dan Ampuh

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Penyakit maag atau dispepsia adalah kondisi yang umum terjadi, namun sering kali dianggap remeh. Maag bisa menyerang siapa saja, dari anak muda hingga orang tua, dan sering disertai dengan gejala seperti rasa nyeri atau perih di perut bagian atas, mual, serta kembung. Nah ternyata ada beberapa obat penyakit maag yang aman dan ampuh. Bagi Anda […]

  • Dampak Kurang Minum Air Putih

    Dampak Buruk Kurangnya Minum Air Putih bagi Tubuh

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Pendahuluan Air putih merupakan kebutuhan utama bagi tubuh manusia karena berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan, membantu proses metabolisme, serta menjaga fungsi organ tubuh agar tetap optimal. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang sering melupakan kebiasaan sederhana ini. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat dan pola makan seimbang, konsumsi air putih justru sering […]

expand_less