Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Mengenal MSG Lebih Dekat: Penguat Rasa yang Sering disalahpahami

Mengenal MSG Lebih Dekat: Penguat Rasa yang Sering disalahpahami

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 436
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Monosodium Glutamate atau lebih dikenal sebagai MSG atau vetsin merupakan salah satu bahan tambahan pangan (BTP) golongan penguat rasa. Bahan tambahan pangan ini telah lama digunakan oleh masyarakat untuk menghadirkan karakteristik cita rasa gurih atau umami pada berbagai masakan, baik dari tingkat industri pangan maupun dapur rumah tangga.

Secara kimia, Monosodium Glutamate memiliki rumus kimia C₅H₈NO₄Na dan merupakan bentuk garam dari asam glutamat, yaitu salah satu asam amino yang secara alami terdapat pada hampir semua makanan. Komposisi MSG sendiri terdiri atas 78% glutamate, 12% natrium, dan 10% air.

Dalam penggunaannya di kehidupan sehari-hari, Monosodium Glutamate digunakan sebagai BTP yang ditambahkan pada makanan dalam jumlah tertentu untuk mendapatkan profil atau karakter rasa gurih atau umami yang lebih kuat pada makanan.

Tidak mengherankan lagi jika bahan ini digunakan secara luas di berbagai negara, termasuk salah satunya di Indonesia. Dihimpun dari dara statistik konsumsi pangan Indonesia tahun 2024, rata-rata konsumsi MSG masyarakat Indonesia mencapai 7,288 gr/kapita per minggu atau sekitar 380,02 gr/kapita per tahunnnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penggunaan MSG masih menjadi bagian dari perilaku atau kebiasaan memasak masyarakat, khususnya pada masakan rumah.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, presepsi masyarakat terhadap penggunaan MSG mulai mengalami perubahan. MSG seringkali dikaitkan dengan berbagai isu kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, asma, hingga kondisi yang dikenal dengan Chinese Restaurant Syndrome (CRS).

Gejala penyakit CRS ini dapat berupa sakit kepala, sesak napas, rasa panas di leher ataupun lengan, mual, lemas, hingga dada berdebar tidak normal. Beberapa orang juga beranggapan bahwa penambahan MSG pada makanan dapat menyebabkan kerusakan otak, gangguan kognitif hingga menurunkan kecerdasan dari individu.

Jika ditinjau dari aspek regulasi dan kajian ilmiah, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Merujuk pada Peraturan BPOM No.11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan, MSG atau Monosodium L-glutamate termasuk dalam kategori ADI not specified.

Kategori ADI not specified tersebut diartikan bahwa MSG memiliki tingkat toksisitas yang sangat rendah dan aman digunakan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai efek yang diinginkan (rasa gurih atau umami) serta tidak adamya batasan yang ditetapkan secara spesifik, selama tidak digunakan berlebihan.

Baca juga: Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

Berbagai penelitian juga menjelaskan bilamana umumnya masyarakat mengonsumsi MSG bersamaan dengan makanan, sehingga diproses melalui sistem pencernaan, bukan melalui suntikan langsung ke aliran peredaran darah.

Glutamat dari makanan yang dikonsumsi tidak dapat masuk ke dalam otak karena adanya mekanisme perlindungan yang disebut blood-brain barrier. Bahkan, glutamat secara alami juga diproduksi di dalam otak dan berperan spenting sebagai neurotransmitter, yaitu pembawa pesan antar sel saraf.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa setiap individu memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap bahan tambahan pangan seperti MSG. Pada sebagian individu, konsumsi MSG dalam jumlah kecil sekalipun dapat memicu reaksi hipersensitivitas MSG.

Oleh karena itu, individu yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap MSG dianjurkan untuk menghindari penggunaannya dalam makanan. Kondisi tersebut berpotensi untuk menimbulkan berbagai efek samping diantaranya seperti peningkatan hiperaktivitas pada anak-anak, munculnya ruam kulit, rhinitis, hingga anafilakis sistemik (syok).

Di Amerika Serikat, bahan tambahan pangan MSG dikategori sebagai GRAS (Generally Rekognized as Safe), yaitu bahan makanan yang dianggap aman dan posisinya setara dengan garam dan gula. FAO/WHO juga menetapkan batas maksimum untuk konsumsi MSG yang masih memenuhi batas keamanan (safety level) adalah sekitar 120 mg/kg berat badan per hari.

Peningkatan kadar glutamat dalam darah baru terjadi secara signifikan hanya jika glutamat dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu besar atau lebih dari 5 gram. Namun, peningkatan kadar glutamat dalam tubuh tersebut hanya bertahan sekitar 2 jam dan setelahnya akan kembali ke kadar normal.

Dengan demikian, penggunaan MSG atau vetsin sebagai penguat rasa bukanlah sesuatu yang dilarang atau berbahaya, selama dalam penggunaannya dilakukan secara bijak, secukupnya, dan tidak berlebihan.

Di Indonesia sendiri, batas asupan harian MSG masih dalam kategori ADI not specified atau tidak ditentukan, penggunaanya dianggap aman selama hanya ditujukan untuk mencapai karakter rasa gurih atau umami dalam jumlah secukupnya serta tidak dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.

 

Referensi

Saraswati, M. M. D., & Hardinsyah, H. 2012. Pengetahuan Dan Perilaku Konsumsi Mahasiswa Putra Tingkat Persiapan Bersama Ipb Tentang Monosodium Glutamat Dan Keamanannya. Jurnal Gizi Dan Pangan, 7(2), 111-118. DOI: https://doi.org/10.25182/jgp.2012.7.2.111-118

Karunia, F. B. 2013. Kajian penggunaan zat adiktif makanan (pemanis dan pewarna) pada kudapan bahan pangan lokal di pasar Kota Semarang. Food Science and Culinary Education Journal, 2(2). DOI: https://doi.org/10.15294/fsce.v2i2.2781

Yonata, A., & Iswara, I. 2016. Efek toksik konsumsi monosodium glutamate. Majority, 5(3), 100-104.

Munasiah, M. 2020. Dampak Pemberian Monosodium Glutamat Terhadap Kesehatan. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(4), 51-458.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2024. Buku Statistik Konsumsi Pangan 2024. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/Buku_Statistik_Konsumsi_2024.pdf

 


Penulis: Dewi Fara Afifa
Mahasiswa Teknologi Pangan, UPN Veteran Jawa Timur


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kualitas Tidur Mahasiswa

    Dampak Doomscrolling terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 168
    • 0Komentar

    BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi membuat penggunaan media sosial semakin meningkat, terutama pada kalangan mahasiswa. Media sosial digunakan untuk hiburan, komunikasi, dan mencari informasi sehingga banyak mahasiswa menghabiskan waktu cukup lama menggunakan gadget setiap hari. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan kebiasaan doomscrolling, yaitu aktivitas melihat media sosial atau berita negatif […]

  • Inovasi PMT

    Manis Alami dari Pangan Lokal: Inovasi PMT Puding Lapis Kacang Hijau dan Ubi Ungu

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Masalah gizi buruk pada balita masih menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Di tingkat nasional, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Survei Status Gizi Indonesia (2022), prevalensi stunting tercatat sebesar 21,6%, underweight 17,1%, dan wasting 7,7% pada balita. Meskipun angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, prevalensi masalah gizi pada balita masih tergolong […]

  • penyebab adhd anak

    Bukan Sulit Diatur: Memahami ADHD pada Anak Tanpa Menghakimi

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Bayangkan seorang anak yang sesungguhnya ingin mendengarkan dan mengikuti arahan. Ia mencoba untuk duduk tenang, tetapi pikirannya bergerak lebih cepat daripada tubuhnya mampu mengikuti. Setiap suara kecil terasa seperti panggilan baru, setiap gerakan di sekelilingnya menarik fokusnya pergi. Ia berusaha berkali-kali untuk kembali memperhatikan, tetapi pikirannya seperti ditiup angin bergerak ke sana kemari tanpa ia […]

  • Cara Mengobati Bronkitis dengan Obat Herbal

    7 Cara Mengobati Bronkitis dengan Obat Herbal yang Terbukti Efektif

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Bronkitis merupakan kondisi peradangan pada saluran bronkial yang dapat menyebabkan batuk, sesak napas, dan ketidaknyamanan. Nah, mari kita bahas cara mengobati bronkitis dengan obat herbal. Walaupun pengobatan medis konvensional tersedia, semakin banyak orang mencari cara mengobati bronkitis dengan obat herbal sebagai alternatif yang lebih alami dan minim efek samping. Pada artikel ini, kamu akan menemukan […]

  • Kerapuhan Mental

    Generasi Scroll: Antara Koneksi Digital dan Kerapuhan Mental

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Saat ini, hampir semua aktivitas manusia tidak bisa lepas dari ponsel dan media sosial. Coba bayangkan bangun tidur membuka Instagram, sebelum tidur scroll TikTok, bahkan ketika berkumpul dengan teman pun masih sibuk dengan layar ponsel. Bahkan media sosial pun dijadikan sebagai tempat adu flexing, setiap unggahan harus terkesan bergaya hanya untuk mendapatkan attention orang lain. […]

  • sakit campak

    Campak Lebih Menular daripada COVID-19

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Saat ini publik dikejutkan dengan wabah campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura. Wabah ini telah merengut nyawa 17 anak dan menginfeksi hampir 2.000 lainnya selama delapan bulan terakhir, terhitung dari bulan Agustus 2025. Akibat lonjakan kasus yang signifikan ini, otoritas setempat mengklasifikasikannya menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa […]

expand_less