Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi pada Lansia melalui Edukasi dan Konseling di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai
- account_circle TentangSehat.com
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi pada Lansia melalui Edukasi dan Konseling di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai . Sumber: Penulis.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kualitas hidup setiap individu, termasuk pada kelompok lanjut usia (lansia).
Namun, isu kesehatan reproduksi pada lansia masih sering dianggap sebagai hal yang kurang penting sehingga banyak lansia belum memiliki pengetahuan dan perilaku yang optimal dalam menjaga kesehatan reproduksinya.
Kegiatan ini ketuai oleh Bd. Ramadhani Syafitri Nasution, SST, MKM, PhD. yang beranggotakan Yuniati, SKM, M.Kes. dan Dr. Nuraini, M.Kes. serta melibatkan mahasiswa yaitu Mida Lestari dan Dwike.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan “Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi pada Lansia melalui Edukasi dan Konseling di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai” sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran lansia dalam menjaga kesehatan secara mandiri.
Kegiatan ini dilaksanakan di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai dengan melibatkan para lansia sebagai peserta utama.
Program ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan yang mudah dipahami mengenai perubahan tubuh pada masa lanjut usia, khususnya yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta membangun perilaku positif dalam pemeliharaan kesehatan.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya menjadi perhatian bagi kelompok usia produktif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
“Lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis akibat proses penuaan. Apabila tidak dipahami dengan baik, kondisi tersebut dapat menimbulkan kecemasan, keterlambatan penanganan, dan menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, edukasi dan konseling menjadi salah satu pendekatan penting untuk meningkatkan kesadaran lansia,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan materi mengenai konsep kesehatan reproduksi lansia, perubahan sistem reproduksi pada laki-laki dan perempuan, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, pencegahan gangguan kesehatan reproduksi, penerapan pola hidup sehat, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Selain penyampaian materi melalui edukasi kesehatan, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi konseling. Melalui konseling, para lansia diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan, pengalaman, dan permasalahan kesehatan yang selama ini mungkin sulit untuk dibicarakan. Pendekatan ini dilakukan agar lansia mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan. Diskusi interaktif berlangsung dengan berbagai pertanyaan mengenai perubahan kesehatan yang dialami selama proses penuaan.
Baca Juga: Cegah Komplikasi: Kenali Cara Mengontrol Hipertensi pada Lansia
Kegiatan ini memberikan ruang bagi lansia untuk memperoleh informasi kesehatan yang benar dan menghilangkan persepsi bahwa semua gangguan kesehatan reproduksi merupakan hal yang harus diterima tanpa penanganan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku lansia dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Lansia diharapkan lebih peduli terhadap kebersihan diri, mampu mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan sejak dini, serta tidak ragu untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan ketika mengalami keluhan.
Pihak UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai menyambut baik kegiatan edukasi ini karena sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan kesehatan bagi lansia. Media edukasi yang diberikan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan informasi lanjutan bagi penghuni UPTD.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui pendekatan promotif dan preventif untuk mendukung terwujudnya lansia sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat.
Penulis:
Ketua : Bd. Ramadhani Syafitri Nasution, MKM, PhD.
Anggota 1 : Yuniati, SKM, M. Kes.
Anggota 2 : Dr. Nuraini, M. Kes.
Anggota 3 : Mida Lestari
Anggota 4 : Dwike
Mahasiswa D3 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
- Penulis: TentangSehat.com

Saat ini belum ada komentar