Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Deteksi Dini Kanker Payudara: Langkah Sederhana yang Dapat Menyelamatkan Nyawa

Deteksi Dini Kanker Payudara: Langkah Sederhana yang Dapat Menyelamatkan Nyawa

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanker Payudara Masih Menjadi Ancaman bagi Perempuan Indonesia

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, terdapat sekitar 66.271 kasus baru atau sekitar 30,1% dari seluruh kasus kanker di Indonesia. Sayangnya, sebagian besar pasien baru datang berobat ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih rendah.

Di tingkat global, diperkirakan satu dari delapan wanita berisiko mengalami kanker payudara sepanjang hidupnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa setiap perempuan perlu memiliki kesadaran untuk mengenali kesehatan payudaranya sejak dini.

 

Siapa yang Berisiko Mengalami Kanker Payudara?

Menurut Dr. dr. Erwin Danil Yulian, SpB, Subsp.Onk(K) di acara webinar DEDIKAN (Deteksi Dini Kanker) pada tanggal 11 juli 2026 tidak semua penyebab kanker payudara dapat dicegah, tetapi beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risikonya, antara lain:

  • Usia di atas 40 tahun.
  • Memiliki anggota keluarga yang pernah menderita kanker payudara.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif.
  • Konsumsi alkohol.
  • Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun.
  • Belum pernah melahirkan atau melahirkan anak pertama setelah usia 35 tahun.
  • Faktor hormonal tertentu.
  • Riwayat paparan radiasi pada daerah dada.

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin penting untuk melakukan deteksi dini secara rutin.

 

Pencegahan Kanker Payudara

Upaya pencegahan kanker payudara terbagi menjadi tiga tingkatan.

Pencegahan primer dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan alkohol.

Pencegahan sekunder bertujuan menemukan kanker pada stadium sedini mungkin melalui pemeriksaan SADARI, SADANIS, USG payudara, maupun mammografi.

Sedangkan pencegahan tersier ditujukan bagi pasien yang sudah didiagnosis kanker agar mendapatkan terapi yang optimal serta rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

 

SADARI: Pemeriksaan yang Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Salah satu cara paling mudah mendeteksi kelainan pada payudara adalah melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).

SADARI dianjurkan dilakukan oleh setiap wanita mulai usia 20 tahun, satu kali setiap bulan. Bagi wanita yang masih mengalami menstruasi, waktu terbaik melakukan SADARI adalah sekitar 7–10 hari setelah hari pertama haid karena pada saat itu payudara tidak terlalu tegang.

Langkah-langkah SADARI meliputi:

  1. Berdiri di depan cermin dan amati bentuk kedua payudara.
  2. Angkat kedua tangan dan perhatikan apakah ada perubahan bentuk atau tarikan pada kulit.
  3. Raba seluruh payudara menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkar.
  4. Periksa daerah ketiak dan sekitar puting.
  5. Amati apakah terdapat cairan dari puting atau benjolan yang tidak biasa.

Menurut Dr. dr. Erwin Danil Yulian, SpB, Subsp.Onk(K) melalui pemeriksaan sederhana ini, perubahan pada payudara dapat dikenali lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

 

SADANIS: Pemeriksaan oleh Tenaga Kesehatan

Selain SADARI, perempuan juga dianjurkan menjalani SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

SADANIS umumnya dilakukan minimal setiap tiga tahun sekali, atau lebih cepat apabila ditemukan benjolan saat melakukan SADARI. Pemeriksaan ini menjadi langkah awal sebelum dilakukan pemeriksaan penunjang seperti USG atau mammografi bila diperlukan.

 

Kapan Perlu USG Payudara?

USG payudara sangat bermanfaat terutama pada wanita usia muda atau wanita dengan jaringan payudara yang padat.

Melalui USG, dokter dapat menilai karakteristik suatu benjolan. Beberapa gambaran yang perlu dicurigai sebagai keganasan antara lain:

  • Bentuk tidak beraturan.
  • Pertumbuhan lebih tinggi daripada lebar.
  • Struktur dalam yang heterogen.
  • Aliran darah pada benjolan meningkat.

Meskipun demikian, hasil USG belum dapat memastikan apakah suatu benjolan merupakan kanker sehingga masih diperlukan pemeriksaan lanjutan bila ditemukan kelainan.

Baca juga: Pentingnya Mammografi untuk Mencegah Kanker Payudara

 

Mammografi Masih Menjadi Pemeriksaan Skrining Terbaik

Bagi wanita berusia 40 tahun ke atas, mammografi merupakan metode skrining yang paling efektif untuk mendeteksi kanker payudara.

Mammografi mampu menemukan lesi yang sangat kecil bahkan sebelum dapat diraba dengan tangan, termasuk adanya mikrokalsifikasi yang sering menjadi tanda awal kanker payudara.

Penelitian menunjukkan bahwa skrining mammografi secara rutin dapat menurunkan angka kematian akibat kanker payudara hingga sekitar 20–30 persen. Oleh karena itu, wanita yang telah memasuki usia skrining sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai jadwal pemeriksaan yang sesuai.

 

Bila Ditemukan Benjolan, Apa yang Harus Dilakukan?

Tidak semua benjolan di payudara merupakan kanker. Namun setiap benjolan tetap harus diperiksakan.

Alur pemeriksaan yang dianjurkan adalah:

  • Menemukan benjolan melalui SADARI.
  • Melakukan SADANIS di fasilitas kesehatan.
  • Dilanjutkan dengan USG atau mammografi sesuai indikasi.
  • Bila hasil pemeriksaan mencurigakan, dokter akan menyarankan biopsi untuk memastikan diagnosis.

Menurut Dr. dr. Erwin Danil Yulian, SpB, Subsp.Onk(K) biopsi merupakan satu-satunya cara memastikan apakah suatu benjolan bersifat jinak atau ganas melalui pemeriksaan jaringan di laboratorium.

 

Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?

Semakin awal kanker payudara ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh.

Deteksi dini memberikan berbagai keuntungan, antara lain:

  • Kanker ditemukan sebelum mencapai stadium lanjut.
  • Pengobatan menjadi lebih efektif.
  • Operasi yang dilakukan dapat lebih sederhana.
  • Risiko komplikasi dan angka kematian menurun.
  • Kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.

 

Pesan untuk Semua Perempuan

Kanker payudara bukanlah penyakit yang harus ditakuti, tetapi harus diwaspadai. Melakukan SADARI setiap bulan, menjalani SADANIS secara berkala, serta mengikuti skrining sesuai usia merupakan investasi terbaik bagi kesehatan.

Perlu diingat bahwa benjolan pada payudara tidak selalu berarti kanker. Namun, semakin cepat kelainan diperiksa oleh tenaga kesehatan, semakin besar peluang untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan hasil yang lebih baik.

Mari tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan payudara. Karena deteksi dini bukan hanya menyelamatkan payudara, tetapi juga menyelamatkan kehidupan.

 


Penulis: dr. Dina Aprilianti
Pendidikan Dokter, Universitas Jember


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diagnosis HIV

    HIV Bukan Akhir dari Segalanya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Banyak orang masih menganggap HIV sebagai penyakit yang menakutkan dan memalukan. Padahal, HIV adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh dan bisa dialami siapa saja. Kurangnya pengetahuan membuat penderita HIV sering mendapatkan stigma dari masyarakat. Karena itu, penting untuk memahami HIV dengan lebih benar dan tidak langsung menghakimi seseorang. HIV atau Human Immunodeficiency Virus […]

  • Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online 100% Terbit

    Cara Kirim Artikel Tentang Kesehatan ke Media Online: 100% Terbit

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Cara kirim artikel tentang kesehatan ke media online menjadi strategi efektif menyebarkan informasi bermanfaat ke publik. Dalam dunia digital saat ini, kebutuhan akan konten kesehatan yang akurat dan edukatif semakin tinggi. Kamu bisa membantu masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dengan menulis dan menyebarkan artikel. Menulis artikel kesehatan bukan hanya soal berbagi ilmu, tapi juga […]

  • Jual Foredi Makassar

    7 Tempat Jual Foredi di Makassar yang Terpercaya dan Terjangkau

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Foredi adalah salah satu produk herbal yang banyak dicari karena manfaatnya dalam mendukung vitalitas pria. Namun, dengan banyaknya penjual yang jual foredi di pasaran, Kamu harus berhati-hati dalam memilih tempat membeli. Membeli dari tempat terpercaya memastikan keaslian produk, keamanan penggunaan, dan harga yang sesuai. Jika Kamu berada di Makassar, ada beberapa tempat yang bisa Kamu […]

  • kesehatan reproduksi lansia

    Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi pada Lansia melalui Edukasi dan Konseling di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kualitas hidup setiap individu, termasuk pada kelompok lanjut usia (lansia). Namun, isu kesehatan reproduksi pada lansia masih sering dianggap sebagai hal yang kurang penting sehingga banyak lansia belum memiliki pengetahuan dan perilaku yang optimal dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Kegiatan ini ketuai oleh Bd. Ramadhani Syafitri Nasution, SST, MKM, PhD. […]

  • Peran Mahasiswa Kedokteran

    Vaksinasi Media Sosial: Peran Mahasiswa Kedokteran Melawan Infodemik Kesehatan di Era Digital

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Di Tengah Ledakan Informasi Kesehatan Di era digital yang serba cepat, media sosial telah menjadi sumber utama masyarakat dalam mencari informasi kesehatan. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan. Mulai dari berita tentang “obat ajaib”, teori konspirasi tentang vaksin, hingga tips diet ekstrem tanpa dasar ilmiah—semuanya menyebar dengan cepat tanpa penyaring yang memadai. Fenomena […]

  • cara aman minum teh

    Kebiasaan Minum Teh di Indonesia dan Kaitannya dengan Zat Tanin sebagai Faktor Risiko Anemia

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 550
    • 1Komentar

    Pendahuluan Teh merupakan salah satu minuman yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Minuman ini tidak hanya dikonsumsi sebagai pelepas dahaga, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya sosial dan kebiasaan sehari-hari. Teh sering disajikan di pagi hari, saat bersantai di sore hari, maupun sebagai pelengkap hidangan setelah makan. Kebiasaan minum teh ini diwariskan secara […]

expand_less