Breaking!
light_mode
Trending
Beranda » Artikel » Pelatih Sigap, Atlet Selamat

Pelatih Sigap, Atlet Selamat

  • account_circle TentangSehat.com
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Taekwondo menuntut kecepatan dan ketepatan. Ketika cedera terjadi, pelatih perlu mampu menghentikan latihan, menilai kondisi, memberikan pertolongan awal, dan menentukan kapan atlet harus dirujuk.

Taekwondo dikenal sebagai olahraga yang membentuk kebugaran, disiplin, keberanian, dan karakter. Namun, tendangan berkecepatan tinggi, gerakan memutar, lompatan, perubahan arah, benturan, serta latihan berulang juga membawa risiko cedera. Memar, keseleo, cedera otot, dislokasi, hingga patah tulang dapat terjadi ketika teknik, intensitas, kondisi atlet, atau lingkungan latihan tidak dikelola dengan baik.

Di Dojang, pelatih atau sabeum biasanya menjadi orang pertama yang melihat atlet terjatuh, mengalami benturan, atau mengeluhkan nyeri. Karena itu, kemampuan pelatih tidak cukup hanya pada teknik dan strategi latihan. Pelatih juga perlu mengenali bahaya, melakukan respons awal yang aman, dan memahami batas kewenangannya. Pelatih bukan pengganti dokter, tetapi keputusan awalnya dapat mencegah cedera menjadi lebih berat.

Dojang yang aman tidak lahir dari keberuntungan, tetapi dari kesiapan pelatih sebelum insiden terjadi.

Menghubungkan Ilmu Kesehatan dan Dojang

Untuk memperkuat peran tersebut, Poltekkes Kemenkes Jakarta II berkolaborasi dengan Taekwondo Sacti Club menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema peningkatan kapasitas pelatih dalam pencegahan cedera dan penanganan trauma akut. Kegiatan yang berlangsung pada 25 Juli 2026 di Kampus Poltekkes Kemenkes Jakarta II ini diikuti oleh pelatih dan calon pelatih Taekwondo.

Pembelajaran dibagi dalam dua fokus. Pertama, tata kelola latihan yang produktif dan aman, mulai dari identifikasi bahaya, penyesuaian intensitas dengan usia dan kemampuan atlet, pemanasan, penggunaan perlengkapan pelindung, pemeriksaan area latihan, hingga pengawasan kelelahan. Kedua, keterampilan medis praktis, seperti memahami anatomi dasar, mengenali cedera yang umum, melakukan penanganan luka dan stabilisasi sementara, serta menentukan kebutuhan rujukan.

Materi tidak berhenti pada teori. Diskusi kasus membantu peserta membayangkan situasi yang kerap muncul saat latihan: atlet salah mendarat, pergelangan kaki terpelintir, kepala terkena benturan, atau nyeri yang tetap dipaksakan. Dalam keadaan seperti itu, respons cepat tetap harus terukur. Tindakan yang terlalu agresif, misalnya menarik atau “membetulkan” sendi yang diduga mengalami dislokasi, justru dapat memperburuk kerusakan jaringan.

Lima Langkah Saat Cedera Terjadi

1. Hentikan aktivitas dan amankan area.

Pastikan atlet tidak kembali bergerak sebelum kondisi awal dinilai. Jauhkan peserta lain dan peralatan yang dapat menambah risiko.

2. Periksa kondisi dasar.

Amati kesadaran, napas, perdarahan, lokasi nyeri, pembengkakan, dan bentuk anggota tubuh. Dengarkan keluhan atlet tanpa memaksa gerakan.

3. Lindungi bagian yang cedera.

Hindari gerakan berlebihan. Lakukan stabilisasi atau pembidaian sementara bila diperlukan dan sesuai kemampuan.

4. Berikan pertolongan awal yang tepat.

Perlindungan, istirahat, kompres dingin, kompresi, dan elevasi dapat digunakan sebagai langkah awal pada cedera jaringan lunak tertentu. Penanganan ini bukan pengganti pemeriksaan tenaga kesehatan.

5. Kenali tanda bahaya dan rujuk.

Gangguan kesadaran, kesulitan bernapas, perdarahan yang tidak terkendali, deformitas, dugaan patah tulang atau dislokasi, nyeri hebat, kelemahan anggota gerak, dan gejala gegar otak memerlukan bantuan medis segera.

Peserta, narasumber, dan tim pengabdian masyarakat berfoto bersama setelah pelatihan
di Kampus Poltekkes Kemenkes Jakarta II (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Tidak Terburu-buru Kembali Berlatih

Salah satu keputusan penting pelatih adalah menentukan kapan atlet boleh kembali berlatih. Hilangnya rasa nyeri sesaat belum selalu berarti jaringan telah pulih. Kembali berlatih perlu dilakukan bertahap, dimulai dari gerakan ringan, rentang gerak yang baik, kekuatan yang memadai, dan kemampuan melakukan teknik tanpa keluhan. Pada cedera tertentu, persetujuan tenaga kesehatan diperlukan sebelum atlet kembali ke latihan penuh atau pertandingan.

Keberanian pelatih juga tampak saat menghentikan latihan, menolak atlet yang belum pulih untuk bertanding, dan memilih rujukan medis ketika diperlukan.

Keselamatan sebagai Budaya

Kolaborasi kampus kesehatan dan komunitas olahraga menunjukkan bahwa pengetahuan medis dapat menjadi kebiasaan sederhana di dojang. Pemeriksaan tempat dan peralatan, kotak pertolongan pertama, nomor fasilitas kesehatan, pencatatan insiden, dan prosedur tanggap darurat merupakan bagian dari latihan yang profesional.

Bahan edukasi, video pembelajaran, buku ajar, poster, dan dokumentasi disiapkan untuk memperluas pesan keselamatan agar pelatih menjadi penggerak latihan yang aman dan bertanggung jawab.

Prestasi atlet memang penting. Namun, prestasi yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh ketika kesehatan dan keselamatan ditempatkan sebagai dasar latihan. Pelatih yang sigap akan membantu atlet berlatih lebih percaya diri, pulih dengan benar, dan melanjutkan perjalanan olahraganya dengan lebih aman. (NB 2026)


Penulis: Nurbaiti
Dosen Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: TentangSehat.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

    Kualitas Air dan Perilaku Masyarakat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Disusun Oleh: Rini Puspasari Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Dosen Pengampu: Prof. Drs. Tugiyono, M.Si., Ph. D Abstrak Air bersih dapat diartikan sebagai kebutuhan bagi kehidupan manusia. Kualitas air yang buruk dan perilaku Masyarakat dalam mengelola air sangat berpengaruh terhadap derajat Kesehatan Masyarakat. Kualitas air dan perilaku Masyarakat merupakan factor utama yang […]

  • Spiritual Care

    Di Balik Teknologi Modern Rumah Sakit: Pentingnya Empati dan Spiritual Care bagi Pasien Kronis

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Perkembangan pelayanan kesehatan membawa banyak kemajuan mulai dari teknologi medis semakin canggih hingga sistem pelayanan yang lebih modern. Namun, di balik kemajuan tersebut, kedekatan emosional antara tenaga kesehatan dan pasien perlahan mulai memudar. Pelayanan kesehatan sering kali terlalu berfokus pada tindakan medis dan hasil klinis, padahal pasien tidak hanya datang dengan keluhan fisik, tetapi juga […]

  • Deteksi Dini Kanker Payudara

    Deteksi Dini Kanker Payudara: Langkah Sederhana yang Dapat Menyelamatkan Nyawa

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kanker Payudara Masih Menjadi Ancaman bagi Perempuan Indonesia Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, terdapat sekitar 66.271 kasus baru atau sekitar 30,1% dari seluruh kasus kanker di Indonesia. Sayangnya, sebagian besar pasien baru datang berobat ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut sehingga peluang kesembuhan menjadi […]

  • Dampak Kurang Tidur terhadap Produktivitas

    Dampak Kurang Tidur terhadap Produktivitas

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Kurang tidur merupakan masalah kesehatan yang sering kali diremehkan, padahal konsekuensinya bisa signifikan dan memengaruhi banyak hal. Dalam dunia yang serba sibuk ini orang-orang sering kali memilih mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan pekerjaan, tugas kuliah, atau bermain gawai sampai larut malam. Padahal, tidur merupakan proses alami yang bagus untuk memulihkan tubuh, menjaga keseimbangan hormon dan […]

  • Peran AI dalam dunia kedokteran

    Menakar Kecerdasan Buatan di Balik Kehangatan Stetoskop Dokter

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle tentangsehatcom
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Dunia kedokteran saat ini sedang mengalami perubahan besar karena masuknya teknologi kecerdasan buatan atau AI. Sebagai mahasiswa kedokteran, kita tidak hanya belajar menghafal anatomi tubuh atau jenis penyakit, tetapi juga harus siap bekerja sama dengan teknologi ini. Sekarang, AI sudah bisa membaca hasil rontgen dan menganalisis gejala penyakit dengan sangat cepat. Di satu sisi, teknologi […]

  • Mahasiswa Kebidanan UM Surabaya mengedukasi edukasi PHBS siswa di SD Bahreisy melalui penyuluhan kesehatan

    Tanamkan PHBS Sejak Dini, Mahasiswa Kebidanan UM Surabaya Edukasi Siswa SD Bahreisy

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle TentangSehat.com
    • visibility 59
    • 0Komentar

    SURABAYA – Menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dilakuka nsejak usiadini. Upaya tersebut dilakukan oleh mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan di SD Bahreisy. Kegiatan yang mengangkat tema Kesehatan Diri: Cuci Tangan dan Gosok Gigi itu diikuti siswa dan siswi sekolah dasar […]

expand_less